Miftahusyai’an, Mohammad
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Delasi Agama - Manusia dalam Spirit Pancasila (Membangun Egalitarianisme dalam Kemerdekaan Keyakinan) Miftahusyai’an, Mohammad; Mulyoto, Galih Puji
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 5, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v5.n2.2020.pp44-53

Abstract

Secara historis nilai-nilai Pancasila telah lama hidup dalam nurani bangsa Indonesia. Manusia dalam sejarah telah lama belajar tentang cara berdialog dengan agama. Misalnya, pada persoalan yang akan datang mungkinkah masyarakat Indonesia membangun gerakan sosial dengan bersumber pada sila pertama Pancasila, menghasilkan pemahaman agama sebagai ajaran nilai-nilai kenegaraan dan kebangsaan melalui rekayasa sosial sekaligus sebagai sebuah pendekatan. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menelaah dan mengidentifikas jurnal, buku, dokumen (baik bentuk cetak maupun elektronik) serta sumber-sumber bahan informasi yang dianggap sesuai dengan penelitian ini. Analisis data menggunakan pengkajian dan perbandingan terhadap data yang ditemukan secara sistematis. Hasil penelitian bahwa agama menjadi bagian dalam diri manusia dalam membentuk kepribadian manusia seutuhnya. Masyarakat terwujud sebuah fenomena religius yang dibutuhkan dalam segala bentuk aktifitasnya. Religius yang terbentuk sejatinya sebuah aturan yang mendasari tingkah laku dan sikap manusia. Hal ini terbentuk sebagai pola yang khas dan unik. Pancasila hadir sebagai spirit dalam memberikan jalan tengah yang terwujud dalam sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa. Mengandung arti harapan dan gagasan terkait Pancasila menjadi sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Keterkaitan agama dan pancasila tidak dapat dipisahkan sebagai perisai yang membentengi segenap warga negara Indonesia di tengah perkembangan zamanRelation of Religion - Humans in the Spirit of Pancasila (Building Egalitarianism in Freedom of Belief). Historically the values of Pancasila have long lived in the conscience of the Indonesian people. Humans in history have long learned about dialogue with religion. For example, in future problems it is possible for the Indonesian people to build a social movement based on the first principle of Pancasila, to produce an understanding of religion as a teaching of state and national values through social engineering as well as an approach. This research uses a library method with a qualitative approach. Data collection techniques by examining and identifying journals, books, documents (both printed and electronic forms) and sources of information materials that are considered in accordance with this research. Data analysis uses assessment and comparison of data found systematically. The results of the study that religion is a part of human beings in shaping the whole human personality. Society manifests a religious phenomenon that is needed in all forms of its activities. Religiously formed is actually a rule that underlies human behavior and attitudes. This is formed as a unique and unique pattern. Pancasila exists as a spirit in providing a middle ground that is manifested in the first precepts of the Godhead. The meaning of hopes and ideas related to Pancasila is the source of all sources of law in Indonesia. The relation of religion and Pancasila cannot be separated as a shield that fortifies all Indonesian citizens in the midst of the times.
Peningkatan Pemahaman Partikel Penyusun Benda Melalui Animasi 3 Dimensi Herlina, Dinny; Wibowo, Agus Mukti; Miftahusyai’an, Mohammad
Experiment: Journal of Science Education Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/experiment.v4i1.26021

Abstract

Pemahaman terhadap partikel penyusun benda sangat penting dikuasi karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan menjadi dasar untuk menguasai materi ditingkat selanjutnya. Kesulitan pengusaaan partikel penyusun benda disebabkan penggunaan media pembelajaran yang kurang tepat. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan animasi 3 dimensi terhadap pemahaman siswa pada materi partikel penyusun benda. Metode eksperimen one group pre-test post-tes digunakan dalam penelitian pada 32 siswa sekolah menengah. Data dikumpulkan menggunakan instrument observasi pembeljaran dan instrument test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa animasi 3 dimensi yang diterapkan memberikan pengaruh signifikan pada pemahaman konsep siswa pada materi partikel penyusun benda. Selain itu motivasi untuk menguasai konsep menjadi lebih tinggi selama prose pembelaran.
Social Actors’ Role in the Development of Village-Owned Enterprise Administration to Encourage Rural Self-Reliance Miftahusyai’an, Mohammad; Agus Mukti Wibowo; Mulyoto, Galih Puji; Alam, Abdal Malik Fajar; Sutomo, Sutomo; Bonaventura Ngarawula
Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik Vol. 11 No. 1: April 2026
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/pjiap.v11i1.15807

Abstract

This study aims at understanding the impact of the social actors’ role in the development of Village-Owned Enterprises (BUMDes) administration as a strategy to promote self-reliance of rural areas. Social actors, such as community leaders, village chiefs, and BUMDes managers, play a crucial role in shaping collective understanding, motivation, and human resource capacity at the village level. By employing a qualitative approach with a case study in Blitar Regency, this research reveals how BUMDes administrative practices are influenced by social dynamics and the role of local leadership. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and institutional document analysis. The research findings portray that the role of social actors largely determines the effectiveness of BUMDes administrative governance, especially in building transparency, participation, and accountability. In addition, the involvement of social actors is proven to encourage the growth of community collective awareness on the importance of sustainable self-sufficiency in food provision. This research confirms that the success of BUMDes is not only determined by the institutional structure, but also by the social forces and local cultures built through the active role of social actors.