Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pemodelan Modul Fotovoltaik Sederhana menggunakan Matlab/Simulink Waimbo, Korinus
Jurnal Fisika Papua Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v3i1.154

Abstract

Meningkatkan performa teknologi fotovoltaik (PV) membutuhkan pemahaman karakteristik kelistrikan dari modul PV. Salah satu karakteristik kelistrikan modul PV ditunjukan oleh kurva arus-tegangan (I-V) dan kurva daya-tegangan (P-V). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model sederhana modul PV untuk memahami karakteristik kurva I-V dari modul PV. Desain model dan simulasi hasil dilakukan menggunakan perangkat lunak Matlab/Simulink. Modul PV Solarex MSX-60 dipakai sebagai referensi untuk validasi model. Hasil simulasi menunjukan bahwa arus, tegangan dan daya keluaran dari modul PV sangat dipengaruhi oleh tingkat iradiansi, temperatur modul dan material semikonduktor yang digunakan
PENGENALAN PENJUMLAHAN DAN PERKALIAN BILANGAN MENGGUNAKAN METODE MATEMATIKA GASING KEPADA PELAJAR SD-SMP DI LINGKUNGAN GGP JEMAAT AYALON ARGAPURA RESIMEN KOTA JAYAPURA Waimbo, Korinus Nixon; Ansanay, Yane Oktovina; Daullu, Melissa Aeudia; Diouf Ayomi; George Numberi; Wenis Keduman
EBAMUKAI PAPUA JURNAL PENGABDIAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/ejpipt.v2i2.215

Abstract

Penjumlahan dan perkalian bilangan adalah dua konsep fundamental dalam matematika yang harus dikuasai oleh siswa SD dan SMP. Namun, metode pembelajaran matematika di sekolah formal cenderung membuat siswa kesulitan untuk memahami dua konsep dasar ini. Salah satu solusi inovatif adalah penerapan metode pembelajaran Matematika GASING. Matematika GASING menawarkan pendekatan pembelajaran matematika inovatif berbasis konsep pembelajaran langkah demi langkah dan permainan interaktif dan exploratif agar pembelajaran Matematika menjadi gampang, asyik dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan dan menerapkan metode GASING kepada pelajar SD dan SMP di lingkungan GGP Jemaat Ayalon Argapura Resimen, Kota Jayapura. Hasil tes awal sebelum diberikan metode Gasing dari 24 siswa menunjukan bahwa persentase siswa yang mampu mengerjakan penjumlahan 1 digit, 2 digit dan banyak digit serta perkalian 2 digit dan 3 digit secara berturut-turut adalah 55%, 60%, 20%, 45% dan 35%. Hasil tes akhir setelah diberikan Metode GASING menunjukan presentase meningkat menjadi 75%, 83% ,57%, 65%, dan 55%. Selain peningkatkan pemahaman matematis, respon peserta melalui peran aktif dalam berinteraksi selama proses pembelajaran GASING memberikan indikasi adanya antusias dan minat untuk belajar Matematika
The Effects of Modifying Agents on the Production of Bioplastic from Sago Ansanay, Yane O; Waimbo, Korinus N; Haay, Happy A; Kelana, Ardian H; Janah, Tiyas N; Murafer, Yana; Matuan, Merti; Kareth, Hana; Keduman, Wenis; Marani, Margaretha; Rumbewas, Corrnelia; Wamea, Roselin; Raunsay, Ece
International Journal on Food, Agriculture and Natural Resources Vol 6, No 1 (2025): IJ-FANRES
Publisher : Food, Agriculture and Natural Resources - NETWORKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46676/ij-fanres.v6i1.443

Abstract

This study aims to develop sago starch-based bioplastics with the addition of modifying agents such as acetic acid, chitosan, and glycerin to improve mechanical properties, elongation, and biodegradability. The results showed that the optimal combination was reached at 4% acetic acid and 2% chitosan concentration, resulting in the highest tensile strength of 8 MPa, elongation at break of 26%, and degradation rate of 70%. At this condition, the bioplastic matrix has an optimal balance between strength, flexibility, and degradability. Increasing the acetic acid concentration to 6% caused a decrease in tensile strength to 4.2 MPa and elongation at break to 14%, indicating degradation of the matrix structure due to excess acid. Chitosan also affected the mechanical properties, where increasing its concentration from 2% to 4% tended to decrease the elongation at break. The degradation rate tended to increase with higher concentrations of acetic acid, reaching 82% at 6% acetic acid concentration with 2% chitosan, while higher concentrations of chitosan (4%) slowed down the degradation due to a denser and stronger matrix structure. Overall, the combination of sago starch, acetic acid, chitosan, and glycerin produced bioplastics that have improved mechanical properties, water resistance, and environmental friendliness, making them a potential alternative to replace conventional plastics in various industrial applications. These findings support the development of environmentally friendly materials that can reduce the negative impacts to the environment in general and in Papua as the local producer of Sago.
THE MATEMATIKA GASING METHOD AS AN INTERVENTION FOR IMPROVING ARITHMETIC FLUENCY AMONG SCHOOL STUDENTS IN AN UNDER-RESOURCED COMMUNITY CONTEXT Waimbo, Korinus Nixon; Daullu, Melissa Aeudia; Ansanay, Yane Oktovina
Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia Vol 14 No 1 (2026): JURNAL ILMU PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Master of Science Education Program, Postgraduate Program of Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jipi.v14i1.5368

Abstract

Difficulties with foundational arithmetic operations remain a persistent impediment to mathematical progression among primary and lower secondary school students in Indonesia, and are frequently compounded by pedagogical approaches that prioritise rote memorisation over conceptual understanding. This paper presents findings from two successive structured intervention studies examining the short-term efficacy of the Matematika GASING (Gampang, Asyik, Menyenangkan—Easy, Fun, Enjoyable) method across all four basic arithmetic operations: addition, multiplication, subtraction, and division. Study 1 (n = 24) was conducted at GGP Jemaat Ayalon Church, Argapura Resimen, Jayapura, and focused on addition and multiplication. Study 2 (n = 30) was conducted at GKPMI Jemaat Ekklesia Church, Ardipura II, Jayapura, and focused on subtraction and division. Both studies employed a one-group pre-test/post-test design. In Study 1, all five arithmetic sub-items showed positive gains, with multi-digit addition recording the highest absolute gain (+37 percentage points (pp)) and multiplication sub-items yielding a consistent +20 pp gain each. In Study 2, all seven sub-items improved, with two-digit division recording the largest relative gain (+38 pp). Across both studies and all twelve assessed sub-items, the Matematika GASING method produced consistent and educationally meaningful short-term arithmetic gains. The intervention incorporated concrete–pictorial–abstract (CPA) sequencing, mnemonic songs with movement, manipulative place-value cards, and prize-incentivised oral drills. The findings extend the GASING evidence base to non-formal community settings in Papua, and to all four basic operations within a unified research programme.
Eksplorasi Etnosains Papua dalam Pembelajaran IPA: Studi Kasus Hambatan dan Potensi di SD Negeri Inpres 1 Koya Timur Ardian Hangga Kelana; Sakka Irawan; Korinus Nixon Waimbo; Pusmiati Pusmiati; Midah Nurhidayah; Taufik Mubarak
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam integrasi etnosains Papua dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar, khususnya memetakan hambatan praktis yang dihadapi guru, kebingungan konseptual peserta didik, dan potensi budaya di sekitar lingkungan sekolah. Menggunakan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi awal, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan dua guru kelas V, tiga peserta didik kelas V, dan dua tokoh masyarakat sebagai informan kunci di SD Negeri Inpres 1 Koya Timur, Kota Jayapura, Papua. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan (missing link) yang signifikan antara kesadaran konseptual dan eksekusi praktis di kelas. Meskipun guru memiliki persepsi yang sangat positif terhadap etnosains, implementasi nyata sangat terhambat oleh keterbatasan alokasi waktu kurikulum dan kurangnya fasilitas pendukung sehingga guru menyederhanakan integrasi sebatas pada praktik tarian adat. Dampaknya, peserta didik kelas V mengalami disorientasi konseptual dan merasa bingung ketika mencoba mengorelasikan istilah ilmiah abstrak dalam buku teks seperti komponen biotik, keanekaragaman hayati, dan teknologi kuliner dengan budaya asli mereka. Sebaliknya, wawancara dengan tokoh masyarakat mengungkap melimpahnya materi budaya dan alam yang belum dimanfaatkan di sekitar sekolah seperti pohon sagu, pohon pinang, papeda, serta alat musik tradisional tifa. Objek-objek tersebut memiliki potensi besar untuk bertindak sebagai alat peraga alternatif dan laboratorium alam yang efisien guna mengatasi keterbatasan fasilitas sekolah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan modul dan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis etnosains Papua yang terstruktur untuk menjembatani sains formal dengan budaya sehari-hari peserta didik.
Perumusan Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berdasarkan Analisis SWOT di Kampung Skouw Mabo, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura Raynard Christianson Sanito; Hesty Maria Louisa Msiren; Markus Edison Keu; Korinus Nixon Waimbo
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2080

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga pada daerah perkampungan memiliki tantangan tersendiri agar berkelanjutan dalam jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kondisi eksisting dalam menentukan berbagai strategi pengelolaan sampah rumah tangga pada Kampung Skouw Mabo, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua berdasarkan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) yang terkait aspek sosial, aspek budaya, aspek lingkungan dan aspek ekonomi, berdasarkan analisis pada responden dengan pendekatan purposive sampling dan brainstorming. Data dikumpulkam dengan mengisi kuisioner serta diskusi langsung dengan responden, yaitu Masyarakat Kampung Skouw Mabo. Data yang dianalisis berdasarkan perhitungan matriks External Factor Evaluation (EFE) dan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) untuk memperoleh nilai pembobotan, nilai dan skor.  Hasil dari analisis SWOT merekomendasikan 19 strategi pengelolaan sampah rumah tangga berdasarkan pendekatan kekuatan – peluang (strength – opportunity), kekuatan – ancaman (strength – threat), kelemahan – peluang (weakness – opportunity) dan kelemahan – ancaman (weakness – threat). Hasil strategi-strategi yang dirumuskan dapat menjadi rekomendasi dan dapat diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur persampahan di Kampung Skouw Mabo yang dapat menjamin keberlanjutan lingkungan kedepannya.
Revitalization of coconut shell waste management based on local community via a focus group discussion Raynard Christianson Sanito; Markus Edison Keu; Hesti Loisa Maria Msiren; Korinus Nixon Waimbo; Roselin Naomi Devianty Wamea; Ece Febiolah Raunsay; Andronikus Asso
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 11 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v11i2.16977

Abstract

Coconut shell waste has become an environmental challenge in rural areas of Indonesia due to limited waste management practices. However, this waste has the potential to be utilized as a renewable energy source, prompting the community service program to increase community awareness and skills in Skouw Mabo Village through the revitalization of coconut shell waste into charcoal as a value-added product. The activities included coordination with village stakeholders, field surveys, educational sessions, and Focus Group Discussions (FGDs) to explore community perceptions and identify opportunities for sustainable waste management. The results demonstrated that the community welcomed the program and implied the importance of strengthening waste management infrastructure and environmental education. Participants recognized the potential of composting and anaerobic digesters for organic waste management and identified coconut shell waste as a promising resource for charcoal and briquette production to support the transition from preexisting liquefied petroleum gas (LPG) to renewable energy. The practical demonstration encouraged active community participation in converting coconut shell waste into charcoal, reducing unmanaged waste while creating opportunities for local renewable energy utilization. Overall, the program strengthened community awareness, promoted sustainable solid waste management, and supported renewable energy development in Skouw Mabo Village.