Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The relationship between level of knowledge and adherence therapy in hypertensive patients at Ramadhan Pharmacy in Yogyakarta City Ardiansyah, Ryan; Zukhruf Saputri, Ginanjar; Supadmi, Woro; Candradewi, Susan Fitria; Hastuti, Dwi; Ardhiani, Menit
International Journal of Health Science and Technology Vol. 5 No. 2 (2023): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v5i2.3411

Abstract

The prevalence of hypertension in Indonesia is still high. Several factors, including knowledge and compliance influence the outcome of hypertension therapy. Management of hypertension based on medication adherence is absolutely necessary with the aim of achieving and maintaining blood pressure below 140/90 mmHg. This study aimed to determine the relationship between the level of knowledge and compliance of hypertensive patients at Ramadhan Pharmacy. This study used an analytical observational research method with a cross-sectional approach. Purposive sampling techniques are used to collect data from 78 patients. Data was collected during the period July-August 2022. Respondents were hypertensive patients who met the inclusion criteria, who had been taking antihypertensive drugs for one month and were willing to fill in informed consent. Data collection using validated questionnaire tools, in the form of level of knowledge and adherence to antihypertensive drug therapy (MARS). Data results were analyzed using test statistical analysis Fisher Exact SPSS to determine if there is a relationship between knowledge and compliance. Based on the Fisher Exact Test, respondents had a high level of knowledge, and 73% and 77% of hypertensive patients were obedient to antihypertensive drugs, respectively.  The relationship of knowledge level with adherence to antihypertensive drugs p-value = 0.017 (OR=4,000.95%; CI (1.305- 12.256). The conclusion of this study shows the relationship between knowledge and adherence therapy in hypertensive patients at Ramadhan Pharmacy Yogyakarta. Therefore, the role of pharmacist education is one of the efforts to improve pharmaceutical services for hypertensive patients in improving adherence and success of therapy.
KONTROL GLIKEMIK PASIEN PROGRAM RUJUK BALIK DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KOTAGEDE DAN UMBULHARJO YOGYAKARTA Ardhiani, Menit; Ningrum, Vitarani Dwi Ananda
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i3.344

Abstract

Diabetes melitus (DM) semakin menjadi ancaman bagi kesehatan di dunia karena menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan mengadakan program rujuk balik untuk pasien diabetes melitus yang dinyatakan kondisinya stabil oleh dokter spesialis untuk selanjutnya dikelola di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontrol glikemik dan faktor-faktor yang memengaruhinya pada pasien program rujuk balik DM tipe 2 di wilayah kecamatan Kotagede dan Umbulharjo Yogyakarta. Studi ini menggunakan rancangan potong-lintang secara retrospektif berdasarkan data sekunder berupa catatan pengobatan pasien program rujuk balik DM tipe 2 yang dimiliki Apotek Ramadhan. Data dianalisis   menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil uji  dinyatakan signifikan bila nilai p?0,05 dan nilai Prevalence Ratio (PR) untuk menginterpretasi derajat hubungan antar variabel. Penelitian ini melibatkan sebanyak 250 pasien dengan mayoritas berusia lanjut (65,6%), berjenis kelamin perempuan (53,6%), kategori IMT normal (50,4%), dan berpendidikan rendah (55,7%). Selain itu, sebagian besar pasien telah didiagnosis DM lebih dari lima tahun (56,9%), dengan jenis terapi insulin (44,0%), dan memiliki komorbid sebesar 68,4%. Sebanyak 56,4% pasien menunjukkan glukosa darah puasa yang tidak terkontrol. Faktor-faktor yang berkorelasi dengan pengendalian glikemik adalah jenis kelamin     (p 0,022, PR 1,314, 95% CI 1,046-1,651) dan jenis terapi obat  (p 0,001, PR 1,876, 95% CI  1,497-2,350). Penelitian ini menyimpulkan lebih dari 50% pasien memiliki kontrol glikemik yang belum mencapai target terapi. Studi ini merekomendasikan adanya penelitian lanjutan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kurang optimalnya terapi DM tipe 2  dalam mengontrol gula darah dan mencegah penyakit komplikasi di komunitas.