Diabetes melitus (DM) semakin menjadi ancaman bagi kesehatan di dunia karena menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan mengadakan program rujuk balik untuk pasien diabetes melitus yang dinyatakan kondisinya stabil oleh dokter spesialis untuk selanjutnya dikelola di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontrol glikemik dan faktor-faktor yang memengaruhinya pada pasien program rujuk balik DM tipe 2 di wilayah kecamatan Kotagede dan Umbulharjo Yogyakarta. Studi ini menggunakan rancangan potong-lintang secara retrospektif berdasarkan data sekunder berupa catatan pengobatan pasien program rujuk balik DM tipe 2 yang dimiliki Apotek Ramadhan. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil uji dinyatakan signifikan bila nilai p?0,05 dan nilai Prevalence Ratio (PR) untuk menginterpretasi derajat hubungan antar variabel. Penelitian ini melibatkan sebanyak 250 pasien dengan mayoritas berusia lanjut (65,6%), berjenis kelamin perempuan (53,6%), kategori IMT normal (50,4%), dan berpendidikan rendah (55,7%). Selain itu, sebagian besar pasien telah didiagnosis DM lebih dari lima tahun (56,9%), dengan jenis terapi insulin (44,0%), dan memiliki komorbid sebesar 68,4%. Sebanyak 56,4% pasien menunjukkan glukosa darah puasa yang tidak terkontrol. Faktor-faktor yang berkorelasi dengan pengendalian glikemik adalah jenis kelamin (p 0,022, PR 1,314, 95% CI 1,046-1,651) dan jenis terapi obat (p 0,001, PR 1,876, 95% CI 1,497-2,350). Penelitian ini menyimpulkan lebih dari 50% pasien memiliki kontrol glikemik yang belum mencapai target terapi. Studi ini merekomendasikan adanya penelitian lanjutan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kurang optimalnya terapi DM tipe 2 dalam mengontrol gula darah dan mencegah penyakit komplikasi di komunitas.