Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Kualitas Instrumen Tes Hasil Belajar IPAS Materi Wujud Zat dan Perubahannya Surya, Adi Darma; Sumarno, Sumarno; Muhtarom, Muhtarom
FONDATIA Vol 7 No 2 (2023): JUNI
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/fondatia.v7i2.3190

Abstract

The instruments used to measure student learning outcomes, especially in science learning at the elementary school level, are required to be of good quality and have been tested. This study aims to determine the quality of the science achievement test instrument for class IV SD, especially in the matter of matter and its changes based on content validity, reliability, discriminating power and level of difficulty of the test. The subjects of this study were lecturers, class teachers and fourth grade elementary school students. The approach used in this research is descriptive quantitative. Quantitative data analysis techniques were used to determine the quality level of the instrument based on empirical data while qualitative data were used to determine the category level of validity, reliability, discriminatory power and level of test difficulty. The results showed that the quality of the 30-item 100% validity of the test instrument for elementary science class IV material form of matter and its changes with a reliability of 0.901 (very good category). Based on the differentiating power test, there are 1 item in the Very Good category, 16 items in the moderate category, 13 items in the good category. Meanwhile, based on the difficulty index of the test, there are 2 items in the easy category, 27 items in the moderate category, and only 1 item in the difficult category. Thus, overall the test instrument has good quality and is feasible and can be used to measure students' learning outcomes in science learning on material form of matter and its changes
Efektivitas Model STEAM Berbantuan Media Loose Parts untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Tajqiyah, Lina; Dwijayanti, Ida; Nugroho, Aryo Andri; Marfuah, Siti; Surya, Adi Darma
AS-SABIQUN Vol 6 No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/assabiqun.v6i1.4388

Abstract

This research addresses the issue of the lack of ideal and enjoyable learning for early childhood, which can impact the underdeveloped and suboptimal cognitive abilities of children. The aim of this study is to analyze the effectiveness of using the STEAM model with the assistance of Loose Parts media in improving the cognitive abilities of early childhood. The research method employed is quasi-experimental, with the sampling technique involving all students from TK Pertiwi 08.03 Nalumsari classes B1 and B2. Data analysis involves descriptive analysis and an independent sample t-test. The results indicate that the STEAM model with the assistance of natural Loose Parts media has a positive impact on the cognitive abilities of early childhood. The experimental group, which received learning with this model, showed a significant improvement in cognitive abilities compared to the control group. The t-test statistic yielded a value of t = 15.555 > t-table = 2.030, indicating a significant difference between the two groups. Thus, it can be concluded that the STEAM model with the assistance of natural Loose Parts media is effective in improving the cognitive abilities of early childhood.
ANALISIS PEMEROLEHAN DAN PENGGUNAAN KOSAKATA BAHASA GAUL PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR SURYA, ADI DARMA
Jurnal Bahastra Vol 7, No 1 (2022): Edisi September 2022
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v7i1.5438

Abstract

Penggunaan bahasa Indonesia di kalangan pelajar menjadi salah satu hal yang perlu dilestarikan untuk menjaga eksistensi bahasa Indonesia di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pemerolehan dan penggunaan bahasa gaul pada peserta didik kelas tinggi sekolah dasar. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei menggunakan 160 kosakata bahasa gaul dan sejumlah pertanyaan terkait dengan pemerolehan bahasa gaul. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar peserta didik kelas tinggi sekolah dasar memahami dan pernah menggunakan bahasa gaul dalam berkomunikasi. Bahasa gaul tersebut diperoleh paling banyak berasal dari internet dengan kecenderungan melakukan aktivitas seperti bermain game online, bermain sosial media, menonton film sinetron, menonton Youtube hingga bermain Tik Tok. Terdapat beberapa kosakata gaul yang lazim digunakan seperti , abal-abal, abis, aja, alay, ama, ambyar, anget, anjay, gajes, galau, garink, gimana, gini, gosah, halu, hedeh, nangkring, narsis, nih, ngabuburit, ngadi-ngadi, asoy, au ah gelap, bacod, bejibun, baper, bokap, boker, boong, cabut, capcus, cape, cekidot, cemen, cucok, cumumut, elu, fiks, katrok, kece, kepo, kuyy, laver, lelet, lemot, lola, mehong, omigot, OTW, seep, selow, sotoy, TTDJ, udah, ujan, unyu, Y, yha, yoi dan zzzz
ANALISIS KEMAMPUAN KOGNITIF DAN MISKONSEPSI PEMBELAJARAN IPA MATERI KALOR PADA MAHASISWA CALON GURU SEKOLAH DASAR DI STKIP NASIONAL Surya, Adi Darma; Tajqiyah, Lina; Refiarni, Refiarni; Sumarno, Sumarno; Siswanto, Joko
Jurnal Ilmiah Aquinas Vol. 6 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Unversitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/aquinas.v6i1.2318

Abstract

Pendidikan melalui program pembelajaran pada dasarnya mempunyai tujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk mewujudkannya calon guru harus memiliki kemampuan yang baik dalam memahami konsep-konsep dasar suatu bidang ilmu. Fakta menunjukkan bahwa pemahaman calon guru terhadap konsep-konsep dalam pembelajaran IPA masih rendah. Seringkali ditemukan kesalahan pemahaman mahasiswa terhadap suatu konsep ilmu (miskonsepsi) dan bahkan sama sekali tidak memahaminya. Apabila miskonsepsi mahasiswa calon guru ini dibiarkan, maka akan menimbulkan miskonsepsi yang berkelanjutan pada peserta didik, sehingga akan mempengaruhi kualitas outuput pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan kognitif dan kaitannya dengan miskonsepsi pembelajaran IPA materi kalor pada mahasiswa calon guru sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian yaitu mahasiswa calon guru sekolah dasar di STKIP Nasional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah There Tier-Test yang digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang terjadi pada calon guru SD. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa mengalami miskonsepsi pada materi kalor dengan persentase sebesar 52,43% dan hanya 23,13% yang sudah memahami dengan baik konsep-konsep pada materi kalor. Selebihnya terdapat miskonsepsi (false negative) sebesar 15,16% dan miskonsepsi (false positive) sebesar 8,27%. Dengan demikian diperlukan inovasi baik pada strategi, media atau model pembelajaran sehingga pemahaman mahasiswa calon guru SD khususnya pada konsep-konsep materi kalor semakin baik dan tidak terjadi miskonsepsi yang terus berkelanjutan.
ANALISIS PEMEROLEHAN DAN PENGGUNAAN KOSAKATA BAHASA GAUL PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR SURYA, ADI DARMA
Jurnal Bahastra Vol 7, No 1 (2022): Edisi September 2022
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v7i1.5438

Abstract

Penggunaan bahasa Indonesia di kalangan pelajar menjadi salah satu hal yang perlu dilestarikan untuk menjaga eksistensi bahasa Indonesia di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pemerolehan dan penggunaan bahasa gaul pada peserta didik kelas tinggi sekolah dasar. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei menggunakan 160 kosakata bahasa gaul dan sejumlah pertanyaan terkait dengan pemerolehan bahasa gaul. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar peserta didik kelas tinggi sekolah dasar memahami dan pernah menggunakan bahasa gaul dalam berkomunikasi. Bahasa gaul tersebut diperoleh paling banyak berasal dari internet dengan kecenderungan melakukan aktivitas seperti bermain game online, bermain sosial media, menonton film sinetron, menonton Youtube hingga bermain Tik Tok. Terdapat beberapa kosakata gaul yang lazim digunakan seperti , abal-abal, abis, aja, alay, ama, ambyar, anget, anjay, gajes, galau, garink, gimana, gini, gosah, halu, hedeh, nangkring, narsis, nih, ngabuburit, ngadi-ngadi, asoy, au ah gelap, bacod, bejibun, baper, bokap, boker, boong, cabut, capcus, cape, cekidot, cemen, cucok, cumumut, elu, fiks, katrok, kece, kepo, kuyy, laver, lelet, lemot, lola, mehong, omigot, OTW, seep, selow, sotoy, TTDJ, udah, ujan, unyu, Y, yha, yoi dan zzzz