Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Doktrin Tritunggal: Tantangan Membangun Fondasi Keyakinan Kristen di Era Postmodern Willyam, Verry; Nakmofa, Sutidjo Justus Jerzak
JURNAL LUXNOS Vol. 10 No. 2 (2024): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2024
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/anzrzb86

Abstract

Allah Tritunggal tidak pernah habisnya jika selalu dikaji, dibahas, dan dibantah. Persoalan mengenai eksistensi Allah selalu saja menjadi polemik di dalam dunia teologi, bukan hanya di dalam kekristenan saja, bahkan di luar kekristenan pun mempertanyakan konsep yang lahir di masa bapa-bapa gereja. Namun fakta kebenarannya muncul dari Alkitab itu sendiri dalam menyampaikan pernyataan Allah dalam tiga pribadi. Trinitas tak lebih adalah sebuah misteri iman, hanya orang benar-benar percaya yang dapat mengerti dan memahami. Jika mengutip Agustinus dari Alexandria yang mengatakan, jika ada manusia yang berusaha menjelaskan Trinitas, maka orang itu akan menjadi gila. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi literatur, di mana kajian ini memberikan pengertian mendasar mengenai ajaran yang terus menerus hadir merusak konsep Tritunggal. Akhirnya artikel ini memberikan pengertian kepada orang percaya di era pos modern mengenai kekeliruan Tritunggal yang terus menerus muncul sebagai perkembangan doktrin mengenai hakikat Allah.
Implementasi Sikap Toleransi Beragama dan Pengaruhnya Bagi Anak di Era Disrupsi Parida, Naumi; Kurniawati, Yuni; Willyam, Verry
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 1: Juni 2023
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v6i1.167

Abstract

Abstract: The purpose of research in this journal is that the implementation of religious tolerance can affect children's thinking patterns in understanding and appreciating the diversity of religions around them. The research method used in this paper is a literature method where the source material is obtained based on references from books, journals, articles related to the theme discussed. In this study there were several serious religious conflicts and intolerance among Indonesian society, resulting in rejection of the construction of places of worship, blasphemy, and persecution of certain religious groups. Based on the results of each existing study, it is concluded that Indonesia needs an understanding of tolerance in differences, especially religion. Tolerance in diversity is very important for every society to have and must be instilled from an early age in individual Indonesian society. With the attitude of religious tolerance in children, it will prepare children as the next generation of the nation to have an attitude of mutual respect, respect for differences, and live the freedom of rights in choosing each other's beliefs.Abstrak: Tujuan penelitian dalam jurnal ini adalah agar implementasi sikap toleransi beragama dapat memengaruhi pola berpikir anak dalam memahami dan menghargai keragaman agama di sekitarnya. Metode penelitian yang dipakai dalam tulisan ini ialah metode kepustakaan yang dimana sumber materi didapatkan berdasarkan referensi dari buku-buku, jurnal, artikel yang terkait dengan tema yang dibahas. Dalam penelitian ini terjadi beberapa konflik agama dan intoleran secara serius di kalangan masyarakat Indonesia, sehingga terjadilah penolakan pembangunan tempat ibadah, penistaan agama, dan penganiayaan terhadap kelompok agama tertentu. Berlandaskan hasil setiap kajian yang ada, maka disimpulkan bahwa Indonesia memerlukan pemahaman sikap toleransi dalam perbedaan terutama agama. Sikap toleransi dalam keberagaman sangatlah penting untuk dimiliki oleh setiap masyarakat dan harus ditanamkan sejak dini dalam diri individu masyarakat Indonesia. Dengan adanya sikap toleransi beragama dalam diri anak maka akan mempersiapkan anak sebagai generasi penerus bangsa untuk memiliki sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, dan menghidupi kebebasan hak dalam memilih keyakinan satu sama lain.