Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Islamic Education

Kajian Tafsir Maudhu’I tentang Perilaku Kaum Sodom dan Implikasinya terhadap Pendidikan Seks Bagi Anak Citra Shenya Adelia; Fitroh Hayati; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.12701

Abstract

Abstract. Islam is a religion of fitrah that recognizes that the fitrah that humans have in all aspects of their lives, including aspects related to the fulfillment and encouragement of sexual instincts that Allah Swt. has created in humans. From a young age, humans are given the instinct to pair up and encourage the culprit to try to meet their partner. However, the rise of sex acts or relationships that are carried out outside of marriage and this is contrary to religious teachings and government regulations. This is the existence of marriage between men and men, known as homosexual / sodomy, was done by the people of the Prophet Luth, namely the people of Sodom who were told in Qs. Al-Anbiya verses 74-75 and Qs. Al-A’raf verse 80. This is the background for the author to conduct this research which aims to find out how the opinions of the mufasirs about Qs. Al-Anbiya verses 74-75 and Qs. Al-A'raf verse 80, how the essence of Qs. Al-Anbiya verses 74-75 and Qs. Al-A'raf verse 80, what are the experts' opinions on sex education for children, and what are the educational implications of Qs. Al-Anbiya verses 74-75 and Qs. Al-A'raf verse 80. Abstrak. Islam merupakan agama fitrah yang mengakui bahwa fitrah yang dimiliki manusia dalam semua aspek kehidupannya, termasuk aspek yang berkaitan dengan pemenuhan dan adanya dorongan insting seksual yang telah diciptakan Allah Swt. pada diri manusia. Sejak usia muda, manusia diberikan naluri untuk berpasangan telah tumbuh dan mendorong pelakunya untuk berupaya bertemu dengan pasangannya. Namun, maraknya perbuatan atau hubungan seks yang dilakukan di luar pernikahan dan hal tersebut bertentangan dengan ajaran agama dan peraturan pemerintah. Hal tersebut adanya perkawinan yang dilakukan antara laki-laki dengan laki-laki yang dikenal dengan sebutan homoseks/sodomi sebagaimana perbuatan yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth yaitu kaum Sodom yang dikisahkan pada Qs. Al-Anbiya ayat 74-75 dan Qs. Al-A’raf ayat 80. Hal tersebut yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendapat dari para mufasir tentang Qs. Al-Anbiya ayat 74-75 dan Qs. Al-A’raf ayat 80, bagaimana esensi dari Qs. Al-Anbiya ayat 74-75 dan Qs. Al-A’raf ayat 80, bagaimana pendapat para ahli tentang pendidikan seks bagi anak, dan bagaimana implikasi pendidikan dari Qs. Al-Anbiya ayat 74-75 dan Qs. Al-A’Raf ayat 80.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Novel Bumi Karya Tere Liye Muhammad Aqmal Ramadhan Nugraha; Ayi Sobarna; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15616

Abstract

Abstract. This thesis examines the Islamic educational values contained in the novel Bumi by Tere Liye and the relevance of these values to Islamic Education (PAI) learning. This research uses a qualitative approach with content analysis method to explore and analyze the implicit values in the novel. The analysis results show that the novel Bumi contains Islamic educational values such as simplicity, honesty, independence, gratitude, and patience. The value of simplicity is reflected through the character Raib, who is not obsessed with popularity and enjoys simple things in life. Honesty is evident when Raib admits his forgetfulness of bringing his homework book, even though he has to face the consequences. Independence is embodied through Mama Raib, who is able to solve technical problems without the help of others. Raib also shows gratitude for every moment, even when rain pours down on the school. The virtue of patience is demonstrated by Raib as he is able to restrain himself and avoid conflicts with his friends.The relevance of these values to PAI learning lies in their potential to shape students' characters with noble morals. This thesis highlights the importance of literature, particularly novels, as a medium for Islamic Education learning that can provide concrete and inspirational examples for students. By exemplifying characters and stories in novels, PAI learning can become more engaging and relevant to daily life. This thesis contributes to the development of Islamic education in Indonesia by showing that novels can be an effective educational medium in shaping students with noble morals who are beneficial to society. Abstrak. Skripsi ini mengkaji nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam novel Bumi karya Tere Liye dan relevansi nilai-nilai tersebut terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi untuk menggali dan menganalisis nilai-nilai yang tersirat dalam novel. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel Bumi mengandung nilai-nilai pendidikan Islam seperti kesederhanaan, kejujuran, kemandirian, syukur, dan sabar. Nilai kesederhanaan tercermin melalui karakter Raib yang tidak terobsesi dengan popularitas dan menikmati hal-hal sederhana dalam hidup. Kejujuran terlihat ketika Raib mengakui kelupaannya membawa buku PR, meskipun harus menghadapi konsekuensi. Kemandirian diwujudkan melalui Mama Raib yang mampu mengatasi masalah teknis tanpa bantuan orang lain. Raib juga menunjukkan rasa syukur atas setiap momen, bahkan saat hujan mengguyur sekolah. Sikap sabar ditunjukkan oleh Raib saat dia mampu menahan diri dan menghindari konflik dengan teman-temannya. Relevansi nilai-nilai ini terhadap pembelajaran PAI terletak pada potensi mereka untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Skripsi ini menyoroti pentingnya sastra, khususnya novel, sebagai media pembelajaran PAI yang dapat memberikan contoh konkret dan inspiratif bagi siswa. Dengan mencontoh karakter dan kisah dalam novel, pembelajaran PAI dapat menjadi lebih menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Skripsi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan Islam di Indonesia dengan menunjukkan bahwa novel dapat menjadi media edukatif yang efektif dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan berdaya guna bagi masyarakat.
Kajian Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Film Animasi Hafiz dan Hafizah Arifani Amril; Aep Saepudin; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15726

Abstract

Abstract. Education is a process of transferring knowledge from people who know to people who don't know (students). Moral education is a conscious effort to guide and direct a person's will to achieve noble behavior and make it a habit. Moral education is very important in developing human potential, so it is necessary to instill educational values in students. The family is the main educator for children, therefore parents have the responsibility to educate children. One of parents' efforts to instill moral educational values is to provide shows that are not just entertainment but also provide teaching. The existence of the animated film Hafiz and Hafizah overcomes parents' concerns so that it continues to provide educational viewing which includes scenes containing moral educational values. The formulation of the problem in the research is: (a). What are the values of moral education in the animated film Hafiz and Hafizah? (b). What is the meaning of the moral values represented in the animated film Hafiz and Hafizah? (c). What is the content of the moral message in the animated film Hafiz and Hafizah? The objects of research in this film are the animation of Hafiz and Hafizah in the episodes Amanah A Wallet, Cleanliness Is Part of Faith, Hafiz Hiccups, Assalamualaikum Friends, I Want To Be, A Surprise for Dad. This research is library research with primary data sources, namely the Hafiz and Hafizah animation films, while secondary data sources include books, journals, etc. Which relates to the values of Islamic education. Researchers use documentation techniques in collecting data, as well as using data analysis techniques, namely content analysis. Based on the research results from the five episodes taken, it was found that the meaning of the moral values contained in the animated film Hafiz and Hafizah Abstrak. Pendidikan merupakan proses transfer pengetahuan dari orang yang tahu kepada orang yang belum tahu (peserta didik). Pendidikan akhlak adalah usaha yang dilakukan secara sadar untuk membimbing dan mengarahkan kehendak seseorang untuk mencapai tingkah laku yang mulia dan menjadikannya sebagai kebiasaan. Pendidikan akhlak sangat penting dalam pengembangan potensi manusia, sehingga perlu ditanamkan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik. Keluarga merupakan pendidik yang utama bagi anak, oleh sebab itu orang tua memiliki tanggung jawab dalam mendidik anak. Salah satu upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan akhlak yaitu memberikan tontonan yang bukan hanya sekedar hiburan tetapi juga memberikan pengajaran. Adanya film Animasi Hafiz dan Hafizah mengatasi keresahan orang tua agar tetap memberikan tontonan yang mendidik yang didalamnya menampilkan adegan yang berisi nilai-nilai pendidikan Akhlak. Rumusan masalah dalam penelitian yaitu : (a). Apa saja nilai- nilai pendidikan akhlak dalam film animasi Hafiz dan Hafizah? (b). Bagaimana makna nilai-nilai akhlak yang direpresentasikan dalam film animasi Hafiz dan Hafizah? (c). Bagaimana isi pesan akhlak dalam film animasi Hafiz dan Hafizah?. Objek penelitian dalam film ini yaitu Animasi Hafiz dan Hafizah episode Amanah Sebuah Dompet, Kebersihan Sebagian dari Iman, Hafiz Cegukan, Assalamualaikum Sahabat, Aku Ingin Menjadi, Kejutan Untuk Ayah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library research) dengan sumber data primer yaitu film Animasi Hafiz dan hafizah, sedangkan sumber data sekunder berupa buku-buku, jurnal,dll. Yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Peneliti menggunakan teknik dokumentasi dalam pengumpulan data, serta menggunakan teknik analisis data yaitu content analysis(analisis isi). Berdasarkan hasil penelitian dari lima episode yang diambil ditemukan makna nilai- nilai akhlak yang terdapat dalam film animasi Hafiz dan Hafizah