Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Mengonversi Hasil Penelitian Menjadi Buku Dan Artikel Ilmiah Sebagai Upaya Peningkatan Gerakan Sadar Reseacrh Literacy Di Sma N 1 Bukateja Suseno, Suseno; Subyantoro, Subyantoro; Neina, Qurrota Ayu; Zuliyanti, Zuliyanti; Kusrini, Endang; Septiani, Leni; Yulianto, Muhamad Diky; Hadana, Imtiyaza Nihlah
Varia Humanika Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v5i1.76368

Abstract

Research literacy dapat dikatakan sebagai kemampuan untuk menemukan, memahami, mendiskusikan, dan mengevaluasi berbagai jenis penelitian, mengomunnikasikan hasil tersebut, dan menggunakannya untuk tujuan akademik dan profesional. Melalui pemahaman tersebut, research literacy ini dapat digiatkan melalui berbagai kegiatan pengembangan diri yang meliputi publikasi ilmiah dan karya inovatif. Salah satu bentuk publikasi ilmiah dan karya inovatif yang dapat menunjang pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) guru dapat dilakukan melalui konversi hasil penelitian menjadi buku dan artikel ilmiah. Kegiatan publikasi hasil penelitian ini merupakan salah satu budaya akademis yang patut dilestarikan. Akan tetapi, masih sedikit guru-guru yang mampu menghasilkan buku dan artikel ilmiah yang bersumber dari hasil penelitian. Permasalahan serupa juga dialami oleh guru-guru yang berada di SMA N 1 Bukateja, Purbalingga. Untuk meningkatkan kesadaran research literacy kepada guru-guru di SMA N 1 Bukateja, tim pengabdi mencoba menelaah dan mendiskusikan solusi untuk ditetapkan. Hasil telaah dan diskusi menjadi dasar perumusan solusi yang tepat berdasarkan kondisi mitra, yaitu: 1) pelatihan dan penyadaran konsep research literacy untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya literasi dalam mendukung kinerja dan profesionalisme guru, dan 2) pelatihan dan pendampingan untuk mengonversi hasil penelitian mennjadi buku dan artikel ilmiah. Adapun kerangka pemecahan masalah yang dipilih dalam realisasi program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk kaji tindak menggunakan pendekatan model pemberdayaan melalui enam langkah, yaitu: 1) tahap persiapan; 2) tahap assesment; 3) tahap perencanaan program atau kegiatan; 4) tahap pemformulasian rencana aksi; 5) tahap pelaksanaan (implementasi) program atau kegiatan; serta 6) tahap evaluasi. Pengabdian ini secara khusus memiliki urgensi dalam membentuk guru yang sadar research literacy yang mampu pengembangan potensinya untuk menguatkan peran menjadi guru profesional dan terdidik. Selain itu, penelitian ini juga memiliki urgensi dalam mendukung Universitas Negeri Semarang sebagai universitas berwawasan konservasi dalam penguatan pilar pendidikan.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Roda Berputar untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas III SDN 1 Gerunung Septiani, Leni; Sobry, Muhammad; Draditaswari, Silka Yuanti
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/mk3bqw38

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berbicara siswa kelas III SDN 1 Gerunung. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbicara melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media roda berputar. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes praktik lisan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan media roda berputar dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Persentase ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 47% (15 siswa tuntas) meningkat menjadi 85% (27 siswa tuntas) pada siklus II. Aktivitas guru meningkat dari kategori cukup (55%) menjadi sangat baik (88%), dan aktivitas siswa meningkat dari kategori cukup (54%) menjadi sangat baik (85%). Dengan demikian, model PBL berbantuan media roda berputar efektif meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas III SDN 1 Gerunung. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media roda berputar dapat dijadikan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa di jenjang sekolah dasar.