p-Index From 2021 - 2026
1.829
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PIPER
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

STUDI JENIS KATAK DAN KODOK DI BUKIT BELUAN KECAMATAN HULU GURUNG KABUPATEN KAPUAS HULU H.M.Kurniawan Candra; Julianus Vijai
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 27 (2018): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i27.193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Jenis Katak dan Kodok yang ada di Bukit Beluan dan Jenis Katak dan Kodok apa saja yang sering di temukan dilokasi penelitian. Penelitian ini berguna ditinjau dari dua aspek yaitu : Aspek teori dan Aspek Praktis. Aspek teori yaitu dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang jenis Katak dan Kodok yang ada di Bukit Beluan. Sedangkan aspek praktis, yaitu diharapkan dari hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai pedoman untuk Studi Jenis Katak dan Kodok Di Bukit Beluan dan dapat sebagai data pendukung.Penelitian ini menggunakan metode orientasi lapangan dan penjelajahan (Eksplorasi). Data yang didapatkan berdasarkan jenis katak dan kodok yang ditemukan langsung selama menjelajahi jalur pengamatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Jenis Katak yang ditemukan dilokasi penelitian sebanyak 6 jenis dan Kodok yang ditemukan sebanyak 1 jenis. Sedikitnya jenis Katak dan Kodok yang ditemukan disebabkan oleh keadaan cuaca yang tidak mendukung dalam proses penelitian.
STUDI JENIS KANTONG SEMAR (Nepenthes spp) DI KAWASAN GUNUNG KELAM KECAMATAN KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG H.M.Kurniawan Candra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kantong semar yang berada di kawasangunung kelam Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Adapun kegunaan dari penelitian iniadalah sebagai pemberi informasi mengenai tumbuhan kantong semar yang terdapat di kawasan TamanWisata Alam Gunung Kelam. Berdasarkan hasil dari pengamatan langsung di lapangan, dari 112 individuhanya 4 spesies yang berhasil ditemukan, adapun jenis-jenis nya terdiri dari Nepenthes cliepeata,Nepenthes reinwardtiana, Nepenthes albomarginata dan Nepenthes ampularia. Jumlah terbanyakadalah Nepenthes reinwardtiana dengan jumlah 75 individu. Tempat tumbuhnya jenis-jenis nepenthesini tumbuh menyebar diberbagai tempat di Taman Wisata Alam Gunung Kelam Kecamatan KelamPermai Kabupaten Sintang.
PENGELOLAAN TEMBAWANG OLEH MASYARAKAT DESA BATU ONAP KABUPATEN MELAWI KALIMANTAN BARAT H.M.Kurniawan Candra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.677

Abstract

Tembawang merupakan suatu sistem agroforestry,dimana pengelolaannya dilakukan olehmasyarakat suku dayak secara turun temurun berdasarkan kearifan lokal. Areal tembawang ditumbuhioleh berbagai jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat terutama tumbuhan buahbuahanseperti durian, langsat, kemayau, lahong dan sebagainya.Penelitian dilaksanakan di arealTembawang Desa Batu Onap, Kabupaten Melawi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuipengelolaan tembawang oleh masyarakat Desa Batu Onap Kabupaten Melawi KalimantanBarat.Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif.Data dianalisis menggunakan analisis Strength,Weakness, Opportunity, Threat.(SWOT). Maka hasil dari penelitian ini faktor internal kekuatan dankelemahan memiliki nilai sebesar 0,1358,sedangkan faktor eksternal (peluang dan ancaman sebesar -0,0181. Dari hasil SWOT tersebut, maka penggelolaan tembawang berada pada kondisi defensif(kuadranIV) strategi yang harus dilakukan adalah meminimalkan kelemahan dan ancaman.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN KERUING (Dipterocarpus spp) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING DI PERSEMAIAN H.M.Kurniawan Candra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis pupuk kandang kotoran ayamyang terbaik dalam memberikan pengaruh pertumbuhan anakan Keruing di persemaian.Metode yangdigunakan dalam Penelitian ini adalah pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dalampenelitian ini adalah pemberian Pupuk Kandang Kotoran Ayam yang terdiri dari 5 taraf yaitu : TanahPodsolik Merah Kuning (A1) sebagai control, Tanah Podsolik Merah Kuning dan Pupuk KandangKotoran Ayam dengan dosis 150 gram per anakan (A1), Tanah Podsolik Merah Kuning dan PupukKandang Kotoran Ayam dengan dosis 250 gram per anakan (A2), Tanah Podsolik Merah Kuning danPupuk Kandang Kotoran Ayam dengan dosis 350 gram per anakan (A3), Tanah Podsolik MerahKuning dan Pupuk Kandang Kotoran Ayam dengan dosis 450 gram per anakan (A4).Hasil penelitianmenunjukan bahwa pupuk kandang kotoran ayam yang di gunakan tidak memberikan berpengaruhsecara signifikan terhadap pertumbuhan jumlah daun pertambahan tinggi anakan Keruing di persemaian.Walaupun melalui hasil analisis sidik ragam tidak ada pengaruh yang signifikan, namun hasil pengukurandan penghitungan diketahui bahwa perlakuan yang terbaik dalam memicu pertambahan jumlah daundan tinggi anakan Keruingadalah A4 (Pupuk Kandang Kotoran Ayam dengan dosis 450 gram peranakan) dengan rerata pertambahan tinggi 15 cm dan rerata pertambahan jumlah daun 17,4 helai.
STUDI POTENSI TUMBUHAN OBAT DI TEMBAWANG DUSUN BINGKULUI DESA TAUK KECAMATAN DEDAI KABUPATEN SINTANG Aspita, Surya; Apriani, Neni; Candra, Muhammad Kurniawan
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19 No 2 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i2.930

Abstract

Tembawang adalah suatu hamparan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi yang ditumbuhi oleh bermacam-macam jenis tumbuhan obat yang sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat suku Dayak Lebang bertempat di Dusun Bingkului Desa Tauk Kecamatan Dedai Kabupaten Sintang. Potensi tumbuhan obat yang ada di hutan Tembawang Patah Tanggok dengan luasan 5 Ha, dimanfaatkannya sebagai penyedia bahan baku obat. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan potensi tumbuhan obat di hutan tembawang. Metode eksplorasi yaitu metode jelajah menentukan letak jalur pengamatan disekitar tempat penelitian sedangkan wawancara untuk mengumpulkan informasi mengenai jenis tumbuhan obat. Informasi didapatkan dari masyarakat yang menggunakan tumbuhan obat mencakup nama lokal, nama indonesia, nama ilmiah, nama famili, bagian serta kegunaan dan habitus tumbuhan obat. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat di Hutan Tembawang Dusun Bingkului ada 19 (sembilan belas) jenis tumbuhan obat. Jenis tumbuhan obat yang teridentifikasi 3 (tiga) jenis termasuk kedalam tumbuhan herba, 2 (dua) jenis termasuk kedalam tumbuhan liana, 4 (empat) jenis termasuk kedalam tumbuhan perdu, 3 (tiga) jenis termasuk kedalam tumbuhan pohon dan 7 (tujuh) jenis termasuk kedalam tumbuhan semak.
PENGARUH PUPUK ORGANIK TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN CEMPEDAK (Artocarpus integer) DI PERSEMAIAN Aspita, Surya; Candra, Muhammad Kurniawan; Kusnadi, Tri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 1 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i1.1106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis pemberian pupuk organik tandan kosong Kelapa Sawit yang terbaik dalam pertumbuhan anakan Cempedak (Artocarpus integer) di persemaian. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian pupuk organik Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), yang terdiri atas 4 (empat) perlakuan. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah Tanpa Pupuk Organik Tandan Kosong Kelapa Sawit (S0), Pupuk Organik Tandan Kosong Kelapa Sawit 100 gram per anakan (S1), Pupuk Organik Tandan Kososng Kelapa Sawit 200 gram per anakan (S2) dan Pupuk Organik Tandan Kosong Kelapa Sawit 300 gram per anakan (S3). Rancangan Acak Kelompok digunakan karena tinggi anakan Cempedak yang tidak seragam. Kelompok I (pertama) tinggi anakan 45-52 cm, Kelompok II (kedua) tinggi anakan 53-60 cm, Kelompok III (ketiga) tinggi anakan 61-68 cm dan Kelompok IV (keempat) tinggi anakan 69-76 cm. Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian pupuk organik tandan kosong Kelapa Sawit memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan anakan Cempedak di persemaianPerlakuan S3 (Pupuk organik tandan kosong Kelapa Sawit 300 gram per anakan) adalah perlakuan terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan anakan Cempedak di persemaian dengan rerata pertambahan tinggi sebesar 2,38 cm dan rerata pertambahan jumlah daun sebanyak 2,75 helai.
UJI PERTUMBUHAN ANAKAN POHON KEMANTAN (Mangifera torquenda Kosterm) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR HORMON TANAMAN UNGGUL Aspita, Surya; Candra, Muhammad Kurniawan; Novean, Novean
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 1 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i1.1551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dan dosis terbaik pupuk organik cair hormon tanaman unggul terhadap pertumbuhan anakan pohon Kemantan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dalam penelitian ini adalah Tanpa Pupuk Organik Cair  Hormon Tanaman Unggul (H0), Pupuk Organik Cair  Hormon Tanaman Unggul 5 cc per liter air per 24 tanaman (H1), Pupuk Organik Cair  Hormon Tanaman Unggul 6 cc per liter air per 24 tanaman (H2) dan Pupuk Organik Cair  Hormon Tanaman Unggul 7 cc per liter air per 24 tanaman (H3). Rancangan ini dipilih karena anakan pohon Kemantan dan alat penelitian yang digunakan relatif seragam (homogen). Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian pupuk organik cair Hormon Tanaman Unggul memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan anakan Kemantan (Mangifera torquenda  Kosterm). Perlakuan dengan dosis pemberian 7 cc per liter air per 24 anakan Kemantan (H3) adalah perlakuan yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan anakan Kemantan di persemaian dengan rerata pertambahan jumlah daun Rata-rata jumlah daun tercatat sebesar 3,67 helai. Karena daun tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan, maka nilai tersebut dibulatkan menjadi 4 helai. dan pertambahan tinggi sebesar 3,17 cm. Perlakuan dengan dosis pemberian 7 cc per liter air per 24 anakan dapat dijadikan sebagai acuan untuk upaya budidaya anakan Kemantan dan dapat menjadi landasan penelitian tanaman pohon hutan lainnya.
UJI PERTUMBUHAN ANAKAN KERANTIK (Lepisanthes alata) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK NPK MUTIARA Candra, Muhammad Kurniawan; Syukur, Muhammad
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): PIPER, in progress
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i2.1728

Abstract

Pohon Kerantik (Lepisanthes alata) salah satu buah hutan tropis Kalimantan, mulai sulit ditemukan, buahnya dapat dikonsumsi dan juga berkhasiat untuk pengobatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan dosis pupuk NPK Mutiara yang terbaik dalam memacu pertumbuhan anakan Kerantik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan tunggal pupuk NPK Mutiara, terdiri atas 6 taraf perlakuan yaitu, Tanpa pupuk NPK Mutiara (N0), NPK Mutiara 30 gram per anakan (N1), NPK Mutiara 40 gram per anakan (N2), NPK Mutiara 50 gram per anakan (N3), NPK Mutiara 60 gram per anakan (N4), dan NPK Mutiara 70 gram per anakan (N5). Pengelompokkan didasarkan atas tinggi anakan, kelompok I tinggi anakan 15-<20 cm, kelompok II tinggi anakan 20-<25 cm dan kelompok III tinggi anakan 25-<30 cm. Hasil penelitian diketahui bahwa (1) Pemberian pupuk NPK Mutiara berpengaruh sangat signifikan terhadap pertambahan tinggi dan pertambahan jumlah daun anakan Kerantik. (2) Dosis pupuk NPK Mutiara sebanyak 30 gram per anakan (N2) adalah yang terbaik, yaitu mampu meningkatkan pertambahan tinggi anakan Kerantik rerata sebesar 2,75 cm dan pertambahan jumlah daun rerata sebanyak 3,25 helai. Perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam untuk melihat pengaruh pemberian pupuk NPK Mutiara terhadap pertumbuhan anakan Kerantik yaitu dengan dosis yang lebih kecil dari 30 gram per anakan dan menambah lamanya waktu penelitian, sehingga didapatkan kesimpulan yang lebih komfrehensip