Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS INDEKS KEPENUHAN LAMBUNG DAN KOMPOSISI MAKANAN IKAN KURISI (Nemipterus japonicus) DI LABUHAN MARINGGAI, LAMPUNG TIMUR Azizah, Savira Nur; Utami, Endang Sri; Qulubi, M. Hadziq; Febriyanti, Titin Liana
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v7i1.1088

Abstract

Perairan Pantai Timur Lampung memiliki kekayaan alam hayati berupa sumberdaya ikan yang potensial dan prospektif. Ikan kurisi (Nemipterus japonicus) merupakan salah satu komoditas unggulan lokal yang cukup penting di perairan pesisir timur Lampung. Pada 2021 jumlah produksi total tangkapan ikan yang didaratkan di Pelabuhan Labuhan Maringgai mencapai 21.100 ton dengan jumlah tangkapan per unit usaha 5,67 ton/trip. Kajian terkait ikan kurisi di perairan Lampung masih relatif sedikit dan masih terbatas pada jumlah tangkapan serta area penangkapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran frekuensi panjang, indeks kepenuhan lambung, dan komposisi makanan ikan kurisi yang ada di Pelabuhan Labuhan Maringgai. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif kemudian hasil yang diperoleh dijelaskan secara deskriptif. Ikan kurisi didaratkan di Pelabuhan Labuhan Maringgai memiliki panjang total dengan kisaran 115-242 mm dengan jumlah tangkapan tertinggi terdapat pada selang ukuran 146-162 mm. Nilai rata-rata ISC ikan kurisi yang tertangkap berkisar antara 1,59-5,68 %, dengan rata-rata ISC terbesar terdapat pada selang ukuran 179-194 mm (5,68%) dan terkecil pada selang kelas 227-242 mm (1,59%). Hal ini menjelaskan bahwa ukuran hasil tangkapan ikan kurisi di Pelabuhan Labuhan Maringgai berada pada ukuran yang layak tangkap karena tidak berada pada selang ukuran panjang total kelompok ikan yang matang gonad ataupun kelompok ikan yang masih kecil. Komposisi makanan ikan kurisi didominasi oleh kelompok ikan kecil (67,9%), krustasea (21,7%), dan cephalopoda (10,4%). Pertumbuhan populasi ikan kurisi didukung dengan kualitas perairan yang cukup baik yang digambarkan dari nilai kecerahan 6,5 m, suhu 32oC, dan pH 6,5.
Pelaksanaan edukasi anemia, skrining hemoglobin, dan suplementasi tablet tambah darah pada remaja putri di Desa Kemasan sebagai upaya preventif anemia dan risiko stunting Azizah, Savira Nur; Werdani, Kusuma Estu; Maheswari, Gayatri; Khasanah, Khotim Nur; Olga, Chintya Putri Dunami; Nisa, Rahma Dian; Anjani, Dinny Putri; Pramudya, Muhammad; Yolanda, Ade; Fadillah, Abdur Rasyid; Muwakhidah, Muwakhidah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32258

Abstract

Abstrak Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko stunting pada generasi berikutnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini anemia dan memberikan edukasi serta intervensi awal melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya pencegahan stunting. Metode kegiatan yang digunakan mencakup ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Metode kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan di Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, pada 30 Agustus–3 September 2024 dengan sasaran 64 remaja putri anggota karang taruna. Kegiatan ini mencakup edukasi tentang anemia, skrining hemoglobin (Hb), serta suplementasi TTD. Dari 32 peserta yang menjalani skrining Hb, sebanyak 30 orang (93,8%) memiliki kadar hemoglobin normal, sementara dua peserta mengalami anemia ringan. Antusiasme peserta tercermin dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan kemauan sebagian besar remaja mengonsumsi TTD secara langsung. Meskipun belum dilakukan pemantauan lanjutan, kegiatan edukasi dan intervensi awal ini dinilai mampu membangun kesadaran awal dan respon positif remaja terhadap pencegahan anemia, meskipun diperlukan evaluasi lanjutan untuk mengukur dampak jangka panjangnya. Kata kunci: anemia; edukasi; remaja putri; stunting; tablet tambah darah. Abstract Anemia in adolescent girls is a health problem that can increase the risk of stunting in the next generation. This activity aims to detect anemia early and provide education and early intervention through the provision of Iron Tablets (TTD) as an effort to prevent stunting. The activity methods used include lectures, discussions, and demonstrations. The activity method consists of three stages, namely planning, implementation, and evaluation. The activity was carried out in Kemasan Village, Polokarto District, Sukoharjo Regency, on August 30–September 3, 2024 targeting 64 adolescent girls who are members of Karang Taruna. This activity includes education about anemia, hemoglobin (Hb) screening, and TTD supplementation. Of the 32 participants who underwent Hb screening, 30 people (93.8%) had normal hemoglobin levels, while two participants had mild anemia. The enthusiasm of the participants was reflected in their active involvement in the discussion and the willingness of most adolescents to consume TTD directly. Although further monitoring has not been carried out, this education and early intervention activity is considered capable of building initial awareness and a positive response from adolescen. Keywords: anemia; adolescent girls; education; iron supplement tablets; stunting.
Exploring EFL Students In Think Pair And Share Practice In Reading Classroom: A Case Study Azizah, Savira Nur; Pahlevi, Muhammad Reza; Ridwan, Iwan
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10499275

Abstract

A good understanding can be a bridge for students to have exemplary learning achievements in their learning process. The introduction of practical learning methods in developing reading skills in English is a challenge that educators continue to face. to explore students' experiences in applying the Think-Pair-Share method in the context of learning to read in EFL classes. This research will focus on students' behavior of the Think-Pair-Share process, their responses to interactions in pairs, and the impact of using this method on their reading skills. The researcher used case study design to conduct this research. To analyze the data, the researcher adopted the thematic analysis. The participants in this study consisted of 7th-grade students at a junior high school in Karawang. The results indicated that students actively participated in discussions, asked questions, and paid attention to the teacher. This positive attitude was also evident in the improved quality of learning assignment outcomes. In learning to read English, the involvement of students in interactions and discussions illustrated the significance of this method.