Meldi, Nadia Amanda
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Psychocentrum Review

Resilience, Stress and Subjective Well-Being among Medical Co-Assistants during COVID-19 Pandemic Anggreini, Risa; Meldi, Nadia Amanda; Rachmawati, Arini; Nabila, Syaikha; Iskandarsyah, Aulia
Psychocentrum Review Vol 5, No 3 (2023): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.532132

Abstract

Medical co-assistants are at significant risk during the COVID-19 pandemic due to exposure to more substantial stressors, including handling patients, academic pressure, and reduced rest times. Moreover, their continuous exposure to disease during the COVID-19 pandemic places them in significant psychological distress. These challenges can potentially affect their subjective well-being. Effective stress management strategies are imperative to reduce susceptibility to adverse consequences. Resilience has been identified as a key protective factor against the detrimental impact of stress. A study involving 102 medical students who became co-assistants during the COVID-19 pandemic investigated the relationship between resilience, stress, and subjective well-being among medical co-assistants. The study found that resilience among medical co-assistants in Indonesia was negatively correlated with stress and negative affect, and positively correlated with life satisfaction, positive affect, and affective balance in subjective well-being. Resilience plays a crucial role in helping individuals recover from challenges and failures, viewing these setbacks as opportunities for growth and learning. This positive outlook contributes to increased positive affect and enhances their subjective well-being. Ultimately, this lowers their stress levels and reduces negative aspects that may impede their performance as medical co-assistants.
Self-Efficacy sebagai Mediator Hubungan antara Mindfulness dan Compassion Satisfaction pada Psikolog Klinis Meldi, Nadia Amanda; Abidin, Zainal; Wardhani, Nurul
Psychocentrum Review Vol 7, No 3 (2025): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.733893

Abstract

Psikolog klinis rentan mengalami kelelahan dalam melakukan proses pekerjaan menolong klien. Namun, pada psikolog klinis kerap ditemukan perasaan puas yang muncul dari proses membantu klien yang dapat melindungi psikolog klinis dari dampak negatif akan kelelahan tersebut. Perasaan puas yang didapatkan dari proses menolong klien atau compassion satisfaction pada psikolog klinis perlu ditumbuhkan karena dapat membantu psikolog untuk melakukan proses terapeutik dengan klien secara lebih efektif. Salah satu faktor yang membantu meningkatkan compassion satisfaction adalah mindfulness atau kesadaran penuh akan momen yang sedang berlangsung dengan sikap ingin tahu, terbuka, dan tanpa penghakiman. Beberapa penelitian terdahulu menemukan bahwa mindfulness dan compassion satisfaction berhubungan secara positif pada tenaga kesehatan mental. Namun, terdapat sedikit penelitian yang meneliti tentang mekanisme yang memediasi hubungan antara kedua variabel ini. Salah satu kemungkinan variabel yang dapat menjembatani hubungan antara mindfulness dan compassion satisfaction pada adalah self-efficacy akan pekerjaannya, atau keyakinan individu akan kemampuannya dalam melakukan pekerjaan sebagai psikolog klinis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran mediasi self-efficacy terhadap hubungan antara mindfulness dan compassion satisfaction pada psikolog klinis. Berdasarkan data yang diambil yang diambil dengan metode convenience sampling (n = 280) dengan kuesioner self-report, hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness dan compassion satisfaction  memiliki hubungan positif yang signifikan, dan hubungan tersebut dimediasi secara parsial oleh self-efficacy, dengan lama masa kerja dan jam kerja per minggu sebagai variabel kovariat. Hal ini mengindikasikan bahwa walaupun mindfulness tetap berhubungan positif secara signifikan dengan compassion satisfaction tanpa peran mediasi self-efficacy, hubungannya lebih kuat jika melalui mekanisme self-efficacy.