Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Impact Of Family Support On Increasing Muscle Strength Rehabilitation Post-Stroke Adults In Bukittinggi City 2023 Rinawati Kasrin; Faridah Mohd Said; Tukimin Sansuwito; Yendrizal Jafri; Rully Fadillah
International Journal of Medicine and Health Vol. 2 No. 4 (2023): December : International Journal of Medicine and Health (IJMH)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijmh.v2i4.2709

Abstract

Stroke is still the main cause of disability in the world. The impact of a stroke relies heavily on the location and extent of damage, and age. Post-stroke is the most difficult period for patients in they personal care. Family support is essential to increase confidence for rehabilitation in post-stroke patients. Rehabilitation in post-stroke patients is done so that post-stroke patients are able to perform daily activities independently. The aims of this study to determine the relationship family support with increasing muscle strength rehabilitation in post-stroke adult. The Method : This research was an analytical observational and was conducted in Bukittinggi City on July, 2023. The variables studied family support with muscle strength. This research is a quantitative research with Cross-sectional design. The population in this study were post-stroke patients 50 people and the sample amounted to 42 respondent. Results : The result of this research shows that there is a strong relationship between family support and increasing muscle strength in rehabilitation p-value 0.006<0.05. The conclusion is family support has impact to inceasing muscle strength rehabilitation of post-stroke adult patients. It is recommended for health workers to provide counseling to improve family support in curing stroke patients. The study confirms the importance of family support in terms of information support and awards support to the quality of life of patients with post-stroke.
MANAJEMEN NYERI NON PHARMACOLOGI DENGAN TEHNIK RELAKSASI DAN KOMPRES AIR HANGAT Rinawati Kasrin; Yendrizal Jafri; Ismail Hamdi; Sitti Afifah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 01 (2024): JANUARI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen nyeri non-farmakologi merupakan pendekatan holistik untuk mengurangi atau mengatasi nyeri tanpa menggunakan obat-obatan. Pendekatan ini melibatkan berbagai teknik dan intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengurangi dampak negatif nyeri. Metode-metode non-farmakologi yang dibahas meliputi terapi fisik, seperti terapi fisik dan latihan, yang dapat meningkatkan pembentukan dan kekuatan otot, serta merangsang pelepasan endorfin sebagai penangkal alami nyeri. Teknik relaksasi, seperti meditasi dan biofeedback, juga menjadi fokus dalam mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan tingkat kenyamanan. Terapi panas dan dingin digunakan untuk mengurangi peradangan dan meredakan nyeri lokal. Selain itu, pendekatan psikososial, termasuk dukungan sosial dan konseling, memainkan peran penting dalam manajemen nyeri non-farmakologi. Dengan memahami dan menerapkan pendekatan ini, tenaga kesehatan dapat berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien yang mengalami nyeri kronis atau akut.Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pada pasien dan keluarga yang sedang di rawat di ruangan Ambun Suri Lantai 3 RSAM Bukittinggi, Sumatera Barat. metode kegiatan diberikan dalam bentuk penyuluhan edukasi dan demonstrasi langsung kepada pasien atau keluarga pasien yang merawat di rumah sakit tentang teknik manajemen nyeri. Secara umum Hasil yang didapatkan dalam kegiatan pengabmas pada bulan November tahun 2023 yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pasien dan keluarga dalam melaksanakan manajemen nyeri dan pasien serta keluarga mengerti teknik-teknik yang dapat mereka gunakan sendiri untuk mengatasi nyeri sehari-hari dimanapun berada.
EDUKASI KELUARGA DALAM SKRINING TUMBUH KEMBANG ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK KASIH IBU SUNGAI SARIAK BASO KABUPATEN AGAM Yendrizal Jafri; Kasrin, Rinawati; Ahmad Fauzi; Mila Rahmatu Lisa; Faqih Nur’alya; Febri Uchi Arianty
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): BALAREA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/balarea.v5i1.7625

Abstract

Masa prasekolah merupakan periode kritis dalam proses tumbuh kembang anak yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pada tahap ini anak membutuhkan stimulasi optimal, deteksi dini, dan intervensi segera saat ditemukan penyimpangan tumbuh kembang. Namun kondisi di masyarakat terutama di TK Kasih Ibu, Desa Sungai Sariak Nagari Koto Tinggi Kecamatan Baso Kabupaten Agam, menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua belum memahami pentingnya pemantauan tumbuh kembang secara berkala. Minimnya pengetahuan mengenai Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dan stimulasi dini menyebabkan keterlambatan deteksi gangguan perkembangan pada anak usia prasekolah. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya kemampuan orang tua dan guru dalam melakukan skrining tumbuh kembang anak, serta belum adanya kegiatan edukatif sistematis yang melibatkan keluarga sebagai mitra utama dalam pemantauan perkembangan anak yang berdampak pada masalah seperti gangguan bicara, motorik, atau perilaku yang seharusnya dapat diintervensi sejak dini. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga serta guru TK dalam melakukan skrining tumbuh kembang anak usia prasekolah menggunakan KPSP, serta membangun kesadaran pentingnya peran keluarga dalam stimulasi dan pemantauan tumbuh kembang anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan Family Empowerment through Education dengan kegiatan berupa penyuluhan, pelatihan praktik penggunaan KPSP, stimulasi anak, pendampingan, serta evaluasi melalui pre–post test. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan (Oktober-Desember 2025) di TK Kasih Ibu yang melibatkan dosen, mahasiswa, 2 guru TK, 2 orang kader posyandu, dan 9 orang tua siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga tentang konsep tumbuh kembang, tanda penyimpangan tumbuh kembang, serta kemampuan keluarga dalam melakukan skrining awal secara mandiri. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan peran keluarga sebagai mitra tenaga kesehatan dalam deteksi dini masalah tumbuh kembang anak.