Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERSEPSI PETANI TERHADAP PERAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (STUDI KASUS PETANI PADI SAWAH DI DESA LANJUT KECAMATAN SINGKEP PESISIR KABUPATEN LINGGA) *, Mulyadi; Yanis, Muhammad Nazarul; Triandini, Puja; Putra, Adityo Azana; Wildani, Rizka; Karyati, Elva Dwi
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v4i1.190

Abstract

Kegiatan penyuluhan merupakan salah satu cara yang diharapkan dapat membantu petani dalam menyelesaikan permasalahan mereka dan juga penyuluh juga diharapkan mampu untuk meningkatkan pengetahuan petani padi sawah guna lebih meningkatkan jumlah produksi padi sawah. Di desa lanjut kegiatan penyuluhan kepada petani padi sawah biasanya dilakukan seminggu sekali. Penyuluh merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan petani yang diharapkan mampu untuk mengatasi segala permasalahan yang dihadapi oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani padi terhadap peran penyuluh pertanian lapangan di desa lanjut kecamatan singkep pesisir kabupaten lingga. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi petani padi terhadap peran penyuluh di desa lanjut kecamatan singkep pesisir kabupaten lingga provinsi kepulauan riau sebagai pembimbing, organisator , pelatih dan fasilitator dinilai sangat baik, meskipun demikian terdapat beberapa pernyataan yang terkait
ANALISIS SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH PADA LAHAN SAWAH DI DESA LANJUT, KECAMATAN SINGKEP PESISIR Yanis, Muhammad Nazarul; *, Mulyadi; Putra, Adityo Azana; Triandini, Puja; Wildani, Rizka; *, Rehandi; *, Suroto
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v4i1.191

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui data sifat fisik dan kimia tanah pada lahan sawah di Desa Lanjut, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2024. Metode yang digunakan yaitu metode survei eksplorasi menggunakan teknik Purposive Random Sampling, Wawancara dan Analisis Sampel di laboratorium. Parameter yang diamati adalah Warna Tanah (Munsell Color Charts), Tekstur Tanah (Texture by Feel), Struktur Tanah, Kemiringan Lereng (Slope), Ketinggian Tempat (Altitude) dan pH Tanah (pH Meter). Data hasil penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tekstur Tanah yang dominan di lokasi penelitian adalah Lempung Berliat dan Liat Berdebu. Warna Tanah yang dominan adalah Dark Brown dan Brown, Struktur Tanah yang dominan adalah bergumpal (blocky), Kemiringan Lerengnya bergelombang dan agak melandai, Ketinggian Tempat berkisar 5-10 mdpl, dan pH Tanah rata-rata adalah 6,9 (Netral). Pada umumnya sifat fisika dan kimia tanah pada lahan sawah di Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir masuk dalam kriteria sesuai untuk pertumbuhan tanaman padi.
The Challenges of Agricultural Extension Workers in Coastal Area (Case Study at Lingga Regency) Triandini, Puja; Putra, Adityo Azana; Wildani, Rizka; Yanis, Muhammad Nazarul; -, Sarlinda; Putri, Nova Anisa
Jurnal KIRANA Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Kirana Volume 6 Nomor 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The community of Lingga Regency are still unfamiliar to agriculture because the majority of their livelihood comes from the sea, so that agricultural commodities are imported from other provinces. To fulfill their own agriculture need, the knowledge and skills of agricultural sector are required that assisted by extension workers. The fact is agricultural extension workers in Lingga Regency is only seven people that should handle 75 villages. This research aims to analyze the challenges that faced by agricultural extension workers in carrying out their activities. The mixed methods is used for this reseacrh with a sequential explanatory strategy. Methods of sampling done using census method. Data was collected through in-depth interview, moderate participant observation, recording and documentation. Data analyze was carried out by data reduction, data interpretation and made conclusions. The result shows 1) challenge of facilities and infrastructure is the most felt by extension workers is the wide of working areas; 2) challenge of farmers as agriculture subject is the age of the farmers, the higher of farmer’s age it will increase the challenge to extension workers; and 3) challenge of support and resources is the most felt by extension workers is personal capital. The agricultural extension workers in Lingga Regency hope that the government will add the extension worker, provide moral and material support and establish an Agricultural Extension Center (BPP) so that the information and extension activities in Lingga Regency will be organized very well.
Peran Strategis Wanita dalam Keluarga dan Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga pada Agroindustri Ikan Asin di Kabupaten Tulang Bawang Abdurrokhim, Muhammad; Setiawati, S. Bherliana Maharani; Triandini, Puja; Sigiro, Yudika Ester Kejutini; Safitri, Yuli
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.21639

Abstract

This study aims to analyze the role of women in family activities and family financial management within households engaged in the salted fish agroindustry in Tulang Bawang Regency. The research employed a descriptive method with a quantitative approach, utilizing primary data collected through interviews and questionnaires with women involved in salted fish processing. The results indicate that women play a significant role in family activities, encompassing domestic, social, and production aspects. In family financial management, women’s involvement is more dominant than that of men, with an average contribution of 15.44% independently and 25.73% in joint activities dominated by women, while activities conducted jointly without dominance reached 48.12%. Male involvement remains relatively low, at 9.65% in joint activities dominated by men and 1.07% independently. These findings highlight that women hold a central position in planning, organizing, implementing, and evaluating family finances, which supports household economic stability and the sustainability of home-based agroindustrial enterprises.
Peran Strategis Akses Pasar dalam Memediasi Pengaruh Kebijakan Pemerintah dan Luas Lahan terhadap Pendapatan Petani Kelapa Sawit Swadaya di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi Sigiro, Yudika Ester Kejutini; Akbar, M. Farandika; Abdurrokhim, Muhammad; Triandini, Puja; Setiawati, S. Bherliana Maharani
JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Vol 10, No 1 (2026): "JASc" JOURNAL OF AGRIBUSINESS SCIENCES
Publisher : JASc (Journal of Agribusiness Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jasc.v10i1.29804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis akses pasar dalam memediasi pengaruh kebijakan pemerintah dan luas lahan terhadap pendapatan petani kelapa sawit swadaya di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 100 responden, data dianalisis menggunakan Partial Least Square - Structural Equation Modeling (PLS-SEM).Hasil evaluasi model menunjukkan daya prediksi yang sangat kuat terhadap pendapatan (R2 = 0,884). Secara langsung, luas lahan ditemukan sebagai faktor paling dominan yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan (f2 = 5,420), diikuti oleh akses pasar yang juga berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan. Namun, kebijakan pemerintah, partisipasi keluarga, pendidikan, dan pengalaman tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap pendapatan petani. Secara tidak langsung, kebijakan pemerintah dan luas lahan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan melalui mediasi akses pasar. Kebijakan pemerintah menjadi variabel paling berpengaruh dalam membentuk akses pasar (f2 = 0,680), yang mengindikasikan fungsinya sebagai fasilitator struktural daripada pemberi pendapatan langsung. Sebaliknya, pendidikan formal dan pengalaman berusahatani menunjukkan pengaruh negatif terhadap akses pasar, yang mencerminkan adanya resistensi terhadap inovasi pemasaran modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan akses pasar merupakan prasyarat mutlak untuk mentransformasikan kebijakan pemerintah menjadi peningkatan kesejahteraan nyata bagi petani swadaya.