Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit Di Desa Kartika Bhakti Kecamatan Seruyan Hilir Timur Sella, Marsela123; *, Suroto; bandrang, Tirsa Neyatri
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 4 No. 2 (2025): Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v4i2.199

Abstract

Desa Kartika Bhakti berada di Kecamatan Seruyan Hilir Timur yang mengusahakan tanaman Kelapa Sawit.  Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menganalisis gambaran usahatani kelapa sawit di Desa Kartika Bhakti Kecamatan Seruyan Hilir Timur 2) Menganalisis besarnya pendapatan usahatani kelapa sawit di Desa Kartika Bhakti Kecamatan Seruyan Hilir Timur. Waktu penelitian adalah dari bulan Mei – Juli 2024. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel petani kelapa sawit yaitu 22 petani sampel ditentukan menggunakan proportionate stratified random sampling. Gambaran usahatani menggunakan analisis deskriptif sedangkan analisis pendapatan menggunakan rumus total biaya, penerimaan, dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukan keadaaan usahatani kelapa sawit dengan mayoritas petani memiliki luas lahan kelapa sawit terbanyak yaitu pada rentang 1 – 3 hektar dengan umur tanaman 8 – 15 tahun dan menjadi umur produktif untuk menghasilkan Tandan Buah Segar, selain itu proses usahatani kelapa sawit yang dijalankan oleh petani menggunakan teknik budidaya yang hampir sama pada umumya hingga tahap produksi. Penerimaan yang diperoleh petani kelapa sawit Rp. 2.426.580.000/Ha/Tahun dengan jumlah produksi 1.249.200 kg/Tahun dan total biaya produksi yang dikeluaran Rp.1.203.429.375/Ha/Tahun dari total keseluruhan sampel, sehingga pendapatan petani yang diperoleh dalam periode setahun adalah Rp. 1.251.866.875/Ha/Tahun, Jadi usahatani kelapa sawit menguntungkan bagi petani. Kata Kunci: Kelapa Sawit, Usahatani, Gambaran Usahatani, Analisis Pendapatan
PENGARUH KEKERINGAN DAN KEBAKARAN LAHAN TERHADAP BIAYA USAHATANI PETANI KELAPA SAWIT DESA KARTIKA BAKTI *, Suroto; Rahim, Fathur; Pratama, Jhossy; Rahmadhani, Farah
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v3i2.161

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh faktor kekeringan dan kebakaran lahan terhadap Biaya Usahatani petani kelapa sawit di Desa Kartika Bakti Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kabupaten Seruyan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriptif, penentuan samplingnya menggunakan sampling pupossive, dengan metode pengambilan sampelnya dengan menggunakan teknik insindental. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dan uji t. Deskripsi jawaban variable kekeringan lahan nilai jawaban rerata tertinggi pernyataan bahwa kekeringan menyebabkan mudah terjadi kebakaran lahan nilainya sebesar 4,6 dan pernyataan bahwa kekeringan menyurutkan motivasi petani untuk berkebun nilai reratanya rendah yaitu 3,1. Deskripsi hasil varibel kebakaran hutan nilai rerata tertinggi pernyataan kebakaran lahan menyebabkan hangusnya tajuk- tajuk daun kelapa sawit dan pernyataan kebakaran menyebabkan rusaknya vegetasi dan polusi asap yang mengganggu pernafasaan warga mendapatkan nilai rerata 4,3. kemudian rerata dengan nilai 3,7 antara lain pernyataan kebakaran mematikan pohon sawit, merusak tekstur dan kesuburan tanah serta infrastruktur. Deskripsi jawaban responden variable biaya usahatani reratanya 3,8 terkait dengan pernyataannya bahwa dengan terjadinya kekeringan dan kebakaran meyebabkan pendapatan menurun pada kebun tanaman menghasilkan dan manaikkan biaya usahatani baik kebun kondisi tanaman menghasilkan ataupun tidak menghasilkan. Dari uji t nilai signifikansi variable kekeringan lahan 0,092, nilai ini lebih besar dari  (0,05), disimpulkan bahwa hipotesis Ho diterima dan Ha ditolak, artinya variable kekeringan lahan tidak berpengaruh sifnifikan terhadap biaya usahatani. Kemudian nilai signifikansi variabel kebakaran lahan adalah 0,015, nilai ini lebih kecil dari α (0,05) sehingga disimpulkan bahwa hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima, artinya variabel kebakaran lahan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel biaya usahatani. Hasil uji regresi linier berganda nilai adjust R2 adalah 0,540 atau 54 %. Artinya bahwa, variasi variabel kekeringan lahan dan variabel kebakaran lahan mampu menjelaskan variasi variabel biaya usahatani sebesar 54 %, sedangkan sisanya sebesar 46 % dijelaskan oleh variabel lain diluar model.
ANALISIS SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH PADA LAHAN SAWAH DI DESA LANJUT, KECAMATAN SINGKEP PESISIR Yanis, Muhammad Nazarul; *, Mulyadi; Putra, Adityo Azana; Triandini, Puja; Wildani, Rizka; *, Rehandi; *, Suroto
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v4i1.191

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui data sifat fisik dan kimia tanah pada lahan sawah di Desa Lanjut, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2024. Metode yang digunakan yaitu metode survei eksplorasi menggunakan teknik Purposive Random Sampling, Wawancara dan Analisis Sampel di laboratorium. Parameter yang diamati adalah Warna Tanah (Munsell Color Charts), Tekstur Tanah (Texture by Feel), Struktur Tanah, Kemiringan Lereng (Slope), Ketinggian Tempat (Altitude) dan pH Tanah (pH Meter). Data hasil penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tekstur Tanah yang dominan di lokasi penelitian adalah Lempung Berliat dan Liat Berdebu. Warna Tanah yang dominan adalah Dark Brown dan Brown, Struktur Tanah yang dominan adalah bergumpal (blocky), Kemiringan Lerengnya bergelombang dan agak melandai, Ketinggian Tempat berkisar 5-10 mdpl, dan pH Tanah rata-rata adalah 6,9 (Netral). Pada umumnya sifat fisika dan kimia tanah pada lahan sawah di Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir masuk dalam kriteria sesuai untuk pertumbuhan tanaman padi.
DAMPAK KEBERADAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT SWADAYA TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA BANGUN HARJA KECAMATAN SERUYAN HILIR TIMUR Meilani, Gina; *, Suroto; Triwandoyo, Denny
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 4 No. 2 (2025): Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v4i2.201

Abstract

Desa Bangun Harja merupakan salah satu dari 5 (lima) desa yang ada di KecamatanSeruyan Hilir Timur Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah:1 ) Untuk menganalisis dampak Perkebunan Kelapa Sawit swadaya terhadap kesempatan kerja bagi masyarakat di Desa Bangun Harja 2 ) Untuk menganalisis dampak Perkebunan Kelapa Sawit swadaya terhadap perekonomian di Desa Bangun Harja . Waktu penelitian ini dari bulan febuari hingga bulan juni  2024. Penentuan Lokasi ini di lakukan secara sengaja (purposive). Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif dengan jumlah subjek  petani kelapa sawit swadaya yaitu  17 petani subjek . subjek di tentukan menggunakan  reduksi data (reduktion), penyajian data ( display), penarikan Kesimpulan (verifikasi ).Hasil penelitian ini menunjukan Perkebunan kelapa sawit memberikan dampak terhadap kesempatan kerja bagi petani kelapa sawit yang dapat dilihat dari adanya luas lahan yang dimiliki oleh petani kelapa sawit di Desa Bangun Harja yang semakin luas, dengan adanya pertambahan luas lahan, maka pendapatan petani semakin bertambah sehingga peluang kerja semakin meningkat karena adanya produksi dari perkebunan tersebut yang akan memerlukan tenaga kerja dalam menjalankan proses usahataninya Perkebunan kelapa sawit memiliki dampak terhadap perekonomian Desa Bangun Harja, secara positif perkebunan menghasilkan lapangan kerja bagi penduduk setempat, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong perekonomian lokal. Dampak perkebuanan kelapa sawit terhadap perekonomian dapat dilihat dari tingkat pendidikan dari anak petani yang sudah menempuh pendidikan tinggi lebih tinggi dari orang tuannya hingga ke universitas, begitupun dengan tingkat perekonomian lainnya Kata kunci : Dampak keberadaan perkebunan kelapa sawit swadaya terhadap perekonomian masyarakat
Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Koperasi Karya Maju Bersama Sekunder (KKMB SKD) Studi Kasus Masyarakat Desa Sungai Bakau Jiyah, Rahmajiyah; Triwandoyo, Denny; *, Suroto
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 4 No. 2 (2025): Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v4i2.195

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi persepsi masyarakat Desa Sungai Bakau terhadap keberadaan Koperasi Karya Maju Bersama Skunder (KKMB SKD) dalam pengelolaan kebun plasma PT. Sumur Pandanwangi Kartika. Koperasi ini dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 26 Tahun 2007, yang menetapkanbahwa perusahaan Perkebunan yang memiliki Izin Usaha Perkebunan Budidaya (IUP-B) atau Izin Usaha Pengolahan (IUP) wajib membangun kebun masyarakat seluas minimal 20% dari total area kebun perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 23 anggota koperasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada anggota koperasi Desa Sungai Bakau untuk mengukur persepsi mereka. Hasil analisis menunjukkan persepsi positif terhadap keberadaan KKMB SKD, dengan persentase rata-rata hasil kuesioner sebesar 70%, yang termasuk dalam kategori “Setuju” (Kisaran 60%-79.99%). Temuan ini mengindikasikan bahwa koperasi berperan positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan kebunplasma
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMANFAATAN SAMPAH BOTOL PLASTIK SEBAGAI MEDIA HIDROPONIK DI DESA SUNGAI UNDANG *, Suroto; Andriani, Selvi; Safitri, Ahsana Nadia; Adizah, Futri Nur
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v3i2.165

Abstract

Kegiatan Program Pengabdian Masyarakat dengan tema “Pemanfaatan Sampah Botol Plastik Sebagai Media Hidroponik di Desa Sungai Undang” dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah botol plastik. Kegiatan ini juga diharapakan dapat membangkitkan ide kreatif dalam pemanfaatan botol plastik menjadi produk yang lebih bermanfaat, salah satunya adalah sebagai pot atau wadah untuk budidaya tanaman dengan sistem hidroponik. Desa Sungai Undang adalah salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Seruyan Hilir yang memiliki masalah sampah organik dan anorganik. Selain sampah dari lautan sampah organik dan anorganik yang dihasikan warga masyarakatpun menambah daftar panjang permasalahan sampah di Desa Sungai Undang yang pada akhirnya selain menjadikan pemandangan yang kurang sedap juga menjadikan permasalahan serius jika dibiarkan dalam jangka panjang. Apalagi kepedulian lingkungan warga yang masih kurang terhadap permasalahan sampah tersebut semakin memperburuk dampak yang dirasakan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan dari sampah tersebut adalah dengan memberikan edukasi dan pendampingan langsung kepada masyarakat tentang teknik pengelolaan sampah khususnya anorganik botol bekas menjadi produk yang lebih bermanfaat dengan pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan pembuatan hidroponik dari bahan botol bekas. Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak SDN I Sungai Undang kelas V, para remaja dan ibu-ibu di Desa Sungai Undang dengan cara turun langsung ke lapangan untuk target remaja dan ibu-ibu sedangkan anak sekolah SD didatangi langusng di sekolahannya. Antusiasme peserta terlihat dari keingintahuannya khususnya anak- anak SD yang mengikuti sosialisasi dan pelatihan dengan cukup serius. Keseluruhan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan sampah botol plastik menjadi media tanam hidroponik berjalan dengan lancar tanpa kendala.
PENYULUHAN URBAN FARMING PONDOK PESANTREN NURUDH DHOLAM, DESA PEMATANG PANJANG *, Suroto; Yanis, Muhammad Nazarul; Sari, Tina Purnama; Al Hikmah, Devi Muja
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal PKM Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v2i2.100

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membuka wawasan urban farming kepada anak- anak santri Pondok Pesantren Nurudh Dholam Desa Pematang Panjang Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kabupaten Seruyan. Santri di pesantren berasal dari lingkungan sekitar dan luar kecamatan Seruyan Hilir Timur bahkan dari kabupaten dan Propinsi lain di Kalimantan Tengah. Latar belakang orang tua anak santri sebagai pedagang, PNS dan mayoritasnya petani sehingga menjadikan perlu untuk diberikan salah satu wawasan penting perihal urban farming . Urban farming merupakan teknik pertanian modern yang mudah dilakukan dimana saja dan dengan biaya yang murah. Beberapa jenis urban farming yang popular antara lain hidroponik, aquaponik, vertikultur, budidamber, wall garden. Dengan memahami prinsip- prinsip dalam melaksanakan urban farming akan menjadikan insan yang lebih kreatif dalam memanfaatkan area di sekitarnya yang tidak produktif menjadi lebih produktif dengan menghasilkan berbagai produk pertanian setidaknya untuk membantu skala pemenuhan kebutuhan keluarga sendiri. Oleh karenanya penting untuk diperkenalkan dunia pertanian modern yang simple, praktis dan berbiaya murah untuk dapat dilakukan oleh generasi Z yang inginnya serba instan.. Hasil kegiatan menunjukkan antusisme yang tinggi dari para santri saat mengikuti presentasi paparan tentang urban farming dan terjadi umpan balik yang epik antara pemateri dan para peserta dalam menggali lebih dalam tentang ketertarikan tentang urban farming . Hasil evaluasi peningkatanpengetahuan dan pemahaman santri tentang urban farming sebesar 70% dan diprediksi akan meningkat lagi setelah diberikan pelatihan secara langsung. Para peserta berkeinginan melaksanakan kegiatan urban farming diawali dari lingkungan pesantren sebagai tempat bermukim saat ini.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN SILASE KELOMPOK PETERNAK KAMBING PKK DESA PERSIL RAYA, KECAMATAN SERUYAN HILIR *, Suroto; Fadilah, Nor; Hidayat, Roni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v3i1.148

Abstract

Tujuan dari Pelatihan pembuatan silase Kelompok PKK Desa Persil Raya untuk menambah pengetahuan dan memberikan solusi permasalahan penyediaan pakan segar bagi ternak kambing. Silase adalah pakan dari hijauan segar yang diawetkan dengan cara fermentasi anaerob dalam kondisi kadar air tinggi (40-70%), sehingga hasilnya bisa disimpan tanpa merusak zat gizi yang ada di dalamnya. Tujuan utama dalam pembuatan silase untuk mengawetkan dan mengurangi kehilangan zat makanan suatu hijauan untuk dimanfaatkan pada musim kemarau. Prinsip dasar pembuatan silase adalah memacu terciptanya kondisi anaerob dan asam dalam waktu yang singkat. Proses pembuatan silase memerlukan bahan tambahan yang sering digunakan yaitu dedak padi dengan tujuan untuk meningkatkan atau mempertahankan kualitas silase. Metode pendekatan dibagi menjadi tiga tahapan pendekatan yaitu survei, pencananganan dan sosialisasi sekaligus pelatihan pembuatannya. Survei lapangan dilakukan dengan mengamati kondisi lingkungan dan pertanian masyarakat di Desa Persil Raya terkait fenomena yang terjadi dan melakukan wawancara terhadap peternak. Pencanangan dengan melakukan koordinasi terkait permasalahan yang ditemukan dan solusi yang bisa diberikan, dan mengatur waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan. Sosialisasi dan pelatihan pada waktu yang disepakati dengan para peternak. Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi tentang silase telah menambah pengetahuan dan pemahaman peternak Kelompok Peternak PKK Desa Persil Raya terkait metode pengawetan pakan yang selama ini belum mereka ketahui dan menjadi solusi permasalahan cara penyediaan pakan ternak dalam kondisi segar. Pelatihan pengawetan pakan hijauan atau silase dengan memanfaatkan ketersediaan rerumputan segar dilingkungan pertanian Desa Persil Raya dengan bahan tambahan aditiv urea dan dedak yang juga sangat mudah mendapatkannya dapat diterima, dipahami dan diadopsi oleh peternak.
ANALISIS PENGARUH MODAL DAN HARGA TERHADAP PENDAPATAN PETANI KELAPA SAWIT DI DESA KARTIKA BAKTI KECAMATAN SERUYAN HILIR TIMUR *, Suroto
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v2i2.78

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh modal dan harga terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Kartika Bakti Kecamatan Seruyan Hilir Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei dengan observasi, kuesioner dan wawancara. Variabel yang diukur adalah variabel modal dan variabel harga terhadap pendapatan petani kelapa sawit. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda dan uji t. Interpretasi hasil analisis menggunakan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para petani kelapa sawit di Desa Kartika Bakti memiliki usia kisaran usia 40 tahunanan, hal ini menunjukkan bahwa para petani pada umumnya berada pada usia dengan produktifitas tinggi. Dari segi pendidikan, didominasi tamatan SD sekitar 75%, kemampuan pengambilan keputusan yang baik, didukung oleh kemudahan akses informasi dunia pertanian khususnya terkait kelapa sawit. Dari hasil skor kuesioner kita ketahui rerata untuk variabel modal, harga dan pendapatan mendapatkan angka diatas 4,0 sehingga dapat disimpulkan dalam kategori sangat baik. Hal tersebut menandakan bahwa para petani sudah memiliki kesiapan yang baik ketika memulai untuk masuk pada kegiatan budidaya tanaman kelapa sawit, para petani meyaqini akan prospek yang bagus untuk bisnis kelapa sawit kedepannya. Hasil uji regresi linier berganda diketahui bahwa nilai signifikansi variabel modal 0,002 dan nilai signifikansi variable harga 0,000, sehingga variabel modal dan variable harga dinyatakan berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Kartika Bakti. Kemudian berdasarkan hasil regresi tersebut disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak, artinya variabel modal berpengaruh sifnifikan terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Kartika Bakti Kecamatan Seruyan Hilir Timur.
ANALISIS FAKTOR INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL PETANI KELAPA SAWIT DI DESA RUNGAU RAYA KECAMATAN DANAU SELULUK *, Suroto
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v3i1.145

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi masyarakat Desa Rungau Raya Kecamatan Danau seluluk dalam memilih usaha pertanian kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriptif dan teknik pengumpulan datanya dengan kuesioner. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan frekuensi. Hasil penelitian bahwa skor jawaban kuesioner yang didapat dari faktor eksternal yaitu variabel lingkungan memberikan pernyataan tentang kondisi fisik lingkungan Desa Rungau Raya mendapatkan dominasi skor yang tinggi, yaitu skor 5 sebanyak 113 frekuensi pilihan jawaban responden atau 75,3%. Dominasi frekuensi respon pilihan jawaban skor yang tinggi menunjukan penilaian petani kelapa sawit terhadap kondisi alam sesuai sebagai lahan budidaya kelapa sawit. Kemudian skor jawaban dari variabel kelompok acuan dengan pernyataan tentang acuan para petani memilih usaha budidaya kelapa sawit memperoleh respon jawaban skor 5 sebanyak 85 frekuensi pilihan jawaban atau 56,7%, hal ini menunjukkan bahwa petani kelapa sawit Desa Rungau Raya memiliki cukup pertimbangan sebagai acuan sebelum mengambil keputusan untuk berusaha kelapa sawit khususnya dari keluarga. Sedangkan penyataan alih fungsi lahan mendapatkan frekuensi respon jawaban skor 2 yang cukup banyak atau 21,3% disebabkan pada kenyataannya lahan yang digunakan untuk bertanam kelapa sawit bukan alih fungsi lahan melainkan lahan hutan yang sengaja dibuka untuk perkebunan kelapa sawit. Lalu skor jawaban yang didapat dari faktor internal yaitu variabel persepsi mendapatkan frekuensi respon jawaban tinggi, yaitu skor 5 mendapatkan frekuensi respon jawaban 143 atau 68,4%, hasil tersebut menjelaskan bahwa mayoritas petani kelapa sawit terpengaruh oleh persepsi yang dibangun terhadap usaha kelapa sawit. Skor jawaban dari variabel motivasi mendapatkan skor jawaban yang sangat tinggi dengan skor 5 frekuensi respon jawabannya sebanyak 217 kali atau 90,8%. Tingginya frekuensi skor 5 mencapai 90,8% membuktikan bahwa usaha dibidang kelapa sawit sangat menjanjikan sehingga petani memiliki harapan besar untuk mendapatkan kesejahteraan bagi diri dan keluarganya dalam jangka panjang. Kata kunci ; Lingkungan, Kelompok Acuan, Persepsi, Motivasi.