p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal El-Iqtishady Borobudur
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSERVASI ARTEFAK MATA UANG CINA BERBAHAN PERUNGGU DARI DESA KEPATIHAN, TULANGAN, SIDOARJO DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN KONSERVAN JERUK NIPIS DAN ALKALI GLISEROL Malino, Gabriela Virginia; Erwin Mansyur Ugu Saraka; Khadijah Thahir Muda; Ira Fatmawati
Jurnal Konservasi Cagar Budaya Vol. 17 No. 2 (2023): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur
Publisher : Balai Konservasi Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v17i2.323

Abstract

Penelitian ini berfokus untuk mengetahui efektivitas penggunaan bahan konservan pada artefak koin berbahan perunggu yang merupakan hasil kegiatan peninjauan di Desa Kepatihan, Tulangan, Sidoarjo yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur Tahun 2008 dan saat ini tersimpan di Laboratorium Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI. Dalam penelitian ini, bahan konservan yang digunakan adalah jeruk nipis dan alkali gliserol. Metode yang digunakan terbagi menjadi dua, yaitu penggosokan dan perendaman. Pembersihan menggunakan jeruk nipis untuk menghilangkan korosi dilakukan melalui penggosokan dan perendaman, sedangkan pembersihan menggunakan alkali gliserol dilakukan melalui perendaman yang dilakukan dua kali selama 5 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jeruk nipis lebih efektif daripada penggunaan alkali gliserol dengan metode penggosokan. Hal ini disebabkan oleh kontak langsung antara metode penggosokan dengan artefak serta kandungan asam yang terkandung dalam jeruk nipis.
Identifikasi Kerusakan Nisan Kayu Pada Kompleks Makam La Tenri Ruwa di Kabupaten Bantaeng isnu, kasnia; Erwin Mansyur Ugu Saraka; Khadijah Thahir Muda
Jurnal Konservasi Cagar Budaya Vol. 18 No. 1 (2024): Jurnal Konservasi Cagar Budaya
Publisher : Balai Konservasi Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v18i1.327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kerusakan nisan kayu dan faktor yang menjadi penyebab kerusakannya pada Situs Kompleks Makam La Tenri Ruwa, Kabupaten Bantaeng. Untuk mengetahui kondisi nisan kayu tersebut, pengambilan data dilakukan dengan metode studi pustaka, survei lapangan, serta klasifikasi bentuk kerusakan yang kemudian digambarkan dalam peta sebaran kerusakan. Hasil identifikasi terhadap kerusakan pada nisan kayu menunjukkan bahwa bentuk kerusakan yang terjadi meliputi kerusakan mekanis terdapat 3 nisan, pelapukan khemis terdapat 6 nisan, pelapukan biotis terdapat 13 nisan, dan pelapukan fisis terdapat 10 nisan. Dari kerusakan-kerusakan tersebut terdapat nisan yang memiliki 1 sampai 3 kerusakan sekaligus. Faktor terjadinya pemicu kerusakan pada nisan kayu adalah faktor internal (sifat kayu dan letak geografi) dan faktor eksternal (biotik dan abiotik). Faktor biotik yang mempengaruhi berupa pertumbuhan lumut dan aktifitas rayap. Sedangkan faktor abiotik yang mempengaruhi berupa kondisi klimatologi wilayah tersebut.
IMPLEMENTATION ASPECT OF LAW NUMBER 11 OF 2010 IN EFFORTS TO IMPROVE THE ECONOMIC WELFARE OF THE COMMUNITY IN RELATION TO THE CONSERVATION OF CULTURAL HERITAGE Erwin Mansyur Ugu Saraka; Muhammad Yaasiin Raya; Syarifuddin
El-Iqthisadi Vol 7 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/el-iqthisady.vi.54533

Abstract

Abstract The transition from Law Number 5 of 1992 on cultural heritage to Law Number 11 of 2010 occurred because the previous law was deemed no longer aligned with the developments, demands, and legal needs of society. Therefore, a replacement was necessary. Moreover, Law Number 11 of 2010 is more focused on the involvement of the community in the management of cultural heritage. This aspect forms the basis of this research, which aims to examine the implementation of the law in relation to the preservation of cultural heritage for the enhancement of the economy and the well-being of society, as outlined in the articles of the law. Literature studies, legal analysis, and case studies are the methods employed in this research. Data analysis is conducted qualitatively with an inductive approach, alongside explanatory analysis to draw conclusions. As a result, several explanations within the articles of Law Number 11 of 2010 prioritise the enhancement of the economy and the well-being of society, both in terms of the paradigm of cultural heritage preservation and its management as an integrated effort to protect, develop spatial planning (zones), and utilise cultural heritage effectively. Furthermore, efforts to improve the welfare of the community through the management and utilisation of cultural heritage must be proportionate to the efforts made for its preservation. Keywords: Cultural Heritage, Law, Preservation, Community Welfare