Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Exploring The Gradual Islamization of Tana Toraja in South Sulawesi: History, Development, and Challenges Michael, Anthonius; Masruri, Siswanto; Husein, Fatimah
ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/esensia.v24i2.4450

Abstract

The profound journey of Islam's expansion in South Sulawesi during the 15th century resulted in a gradual uptake of Islam within the Toraja region. This delayed acceptance, compared to other areas in South Sulawesi, is frequently attributed to the use of force during Islam's expansion. This perception highlights the challenge of promoting tolerance between the Muslim minority and Christian majority in the region. To understand the complexities of this phenomenon, this study seeks to explore factors beyond violence that contributed to the slow pace of Islamization. Employing a qualitative approach based in anthropology, the research delves into historical and cultural contexts. It finds that forceful Islamization efforts by figures like the Bone Kingdom, Kahar Muzakkar, and Andi Sose, actually hampered the spread of Islam due to the negative cultural impacts they created. Instead, it was the migration of Muslims to Toraja for trade that played a key role in introducing Islam to the region. Intermarriages further altered the dynamics, shifting Islamization from a conversion-focused approach to one based on family connections.  This had consequences for how Islamic communities developed, depending on the choices of second-generation Muslims. The slow pace of Islamization also influenced various aspects of social and religious life, leading the Toraja people to develop nuanced responses.  They managed change by emphasizing positive aspects of Islam while minimizing negative ones, aiming to maintain peace within their religiously diverse society.  Thus, the Toraja actively engaged in managing the evolving religious landscape, adapting their practices to maintain communal harmony.
Peningkatan Kemampuan Patoral bagi Calon Imam Kams melalui Pelatihan Akademik di Keuskupan Agung Makassar Tandiangga, Patrio; Patampang, Carolus; Michael, Anthonius; Sasmita, Tresya; Dama, Arwin
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.594

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik dan reflektif para calon imam Keuskupan Agung Makassar (KAMS) melalui pelatihan penulisan karya ilmiah. Secara khusus, kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis dalam menulis akademik, memahami dasar-dasar metodologi penelitian, serta mengembangkan kemampuan menyusun argumen teologis dan pastoral secara sistematis dan kontekstual. Karya ilmiah dipandang sebagai sarana penting dalam membangun refleksi teologis, menyampaikan gagasan pastoral secara tertulis, serta memperkuat kapasitas komunikasi intelektual para calon imam. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta, termasuk fasilitator, yang merupakan lulusan sekolah menengah atas dan sedang menjalani masa formasi sebagai calon imam KAMS. Program disusun dengan pendekatan teoritis dan praktis melalui ceramah interaktif, workshop penulisan, studi kasus pastoral, dan bimbingan individual. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam menyusun tulisan ilmiah yang terstruktur, argumentatif, dan relevan dengan konteks pelayanan pastoral. Selain memperkuat dimensi akademik, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran kritis dan reflektif dalam memahami realitas umat. Ke depan, program ini diharapkan menjadi bagian integral dan berkelanjutan dalam proses pembinaan calon imam di lingkungan Keuskupan Agung Makassar.
Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi Seminaris Tahun Orientasi Rohani Toraja Michael, Anthonius; Arnoltus, Cornelius; Tandiangga, Patrio; Palinoan, Frans Fandy; Ursuli Wulan, Octaviany
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.602

Abstract

Pembinaan para seminaris sebagai calon imam merupakan aspek krusial dalam kehidupan Gereja Katolik. Untuk menjadi gembala yang setia dan berkualitas, mereka memerlukan pembinaan yang menyeluruh dan terpadu. Atas dasar kebutuhan tersebut, Keuskupan Agung Makassar menyelenggarakan Program Pelatihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi para seminaris. Program ini dirancang untuk membekali mereka dengan keterampilan kepemimpinan yang integral dan kontekstual. Pelatihan ini mencakup berbagai metode, seperti asesmen kebutuhan, penyusunan materi, pemaparan konsep, dinamika kelompok, refleksi pribadi, hingga evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan perubahan positif di kalangan peserta. Para seminaris memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang kepemimpinan visioner yang berakar pada spiritualitas dan pelayanan. Mereka juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi dan melakukan refleksi. Dengan demikian, Pelatihan Dasar Kepemimpinan terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, keterampilan, dan komitmen para seminaris sebagai calon pemimpin rohani yang siap melayani dengan kasih dan tanggung jawab di tengah tantangan masyarakat modern.
Presence of Catholics People in Kendari amid Religious Plurality Michael, Anthonius; Tandiangga, Patrio; Palinoan, Frans Fandy; Tandiarrang, Yulianti; Liling, Natalia Putri
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 11 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v11i1.3926

Abstract

The plurality of religions and beliefs is a reality of social life in Indonesia. Dealing with this reality requires an openness among adherents of religions and beliefs. It must be recognized that differences are like a double-edged sword. On the one hand, sometimes the differences can be a source of conflict, especially when dealing with conflicting interests. But on the other hand, plurality has positive potential, especially if the existing diversity can be managed properly so that it has the power to build public welfare. On this basis, the author tries to understand how Catholics continue to exist in Kendari's social life. The research method used in this study is a descriptive qualitative method, namely, participatory observation and interviews. This research shows that Catholics in Kendari, in addition to building a strong presence, also actively contribute to the social order, emphasizing unity, service, and collaboration in the context of the larger society. In addition, the research revealed obstacles to Catholic presence, such as new methods of evangelization, the reluctance of young people to get involved, and the growing shortage of Catholic educators. Therefore, there is a need for cooperation by embracing influential figures to maintain the presence and influence of the Catholic Church in society
Upaya Inkulturasi Gereja Katolik di Toraja Michael, Anthonius; Kalembang, Herman; Tandiangga, Patrio
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.8089

Abstract

Indonesia adalah negara multikultural karena terdiri dari berbagai suku, budaya, agama, dan ras. Namun demikian, Indonesia memiliki semboyan untuk menyatukan perbedaan tersebut yaitu “Bhineka Tunggal Ika”. Salah satu suku bangsa Indonesia adalah suku Toraja. Suku Toraja mendiami Provinsi Sulawesi Selatan dan sebagian besar berdomisili di Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara. Toraja merupakan salah satu tujuan wisata di Indonesia. Saat ini kawasan Toraja sudah banyak dihuni oleh masyarakat dari berbagai daerah di luar Toraja. Namun masyarakat Toraja masih memegang teguh semboyan yaitu "Misa' Kada Dipotou, Pantan Kada Dipomate" (Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode literature review. Kesimpulan dari penelitian ini adalah moderasi beragama sangat penting untuk ditanamkan di tempat yang multikultural atau heterogen, khususnya pada masyarakat suku Toraja. Moderasi bukanlah hal baru dalam masyarakat Toraja, namun sudah dipraktikkan sejak lama. Hal ini terlihat dari semboyan “Misa’ Kada Dipotuo Pantan Kada Dipomate” (Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh). Padahal semboyan ini merupakan bagian dari moderasi beragama yang dapat dihayati oleh masyarakat Toraja secara turun temurun untuk menjaga kerukunan antar umat beragama yang diwarnai oleh banyak perbedaan namun semuanya menjadi satu.