Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pemanfaatan Media Vidio Edukasi Sebagai Upaya Pencegahan Kejadian Stunting Pada Balita Di Posyandu Flamboyan Suryati, Suryati; Anisa, Noor; Masdiputri, Rr, Nuriaty; Fithriyani, Ida; Wulanda Sari, Gita
Health Media Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : UrbanGreen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55756/hm.v5i1.164

Abstract

Video is a type of audio-visual based learning media that stimulates the functioning of the sense of hearing and sight. Videos can be used to provide education to pregnant and breastfeeding mothers to prevent stunting in toddlers. The results of the study showed that there was a difference in the average knowledge about efforts to prevent stunting in toddlers before and after being given education using videos about efforts to prevent stunting in toddlers. In conclusion, providing health education using videos about efforts to prevent stunting in toddlers can increase the knowledge of pregnant and breastfeeding mothers about efforts to prevent stunting in toddlers
Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Dengan Baby Massage di PMB Hj. Saidatunnisa, S.Si.T., Bdn., M.Kes Suryati, Suryati; Anisa, Noor
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024930

Abstract

Baby massage atau pijat bayi merupakan stimulus touch atau terapi sentuh yang sangat populer dikalangan masyarakat. Dikatakan terapi sentuh karena melalui pijat bayi inilah akan terjadi komunikasi yang nyaman dan dapat meningkatkan Bounding Attachment antara ibu dan bayi. Baby massage ini salah satu bentuk stimulasi dini yang sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang anak. Pengabdian masyarakat ini bertjuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemahaman dan praktek tentang pijat bayi kepada masyarakat terkhususnya ibu yang memiliki bayi agar dapat melakukan secara mandiri pijat bayi kepada anaknya. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah dengan menggunakan metode penyuluhan, ceramah untuk memberikan teori tentang pijat bayi dan demonstrasi cara menstimulasi perkembangan dengan melakukan pijat bayi dengan sasaran ibu yang memiliki anak umur 3 bulan – 1 tahun yang berjumlah 15 orang. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah didapatkan adanya peningkatan pengetahuan pada peserta. Terlihat dari nilai pre test (sebelum dilakukan penyuluhan) paling rendah 8 dan paling tinggi 10 sedangkan nilai post test (setelah dilakukan penyuluhan) paling rendah 14 dan paling tinggi 15. Nilai rata-rata pengetahuan ibu stimulasi tumbuh kembang anak dengan baby massage saat dilakukan pretes didapatkan rerata skor 9,33. Setelah peserta diberikan penyuluhan tentang stimulasi tumbuh kembang anak dengan baby massage, didapatkan skor postest 14,67 sehingga terdapat kenaikan skor sebesar 5,33 point. Dari hasil rerata ini terlihat kenaikan nilai pengetahuan pretest dan posttes yang cukup signifikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan adanya edukasi tentang stimulasi tumbuh kembang anak dengan baby massage diharapkan dapat lebih meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu untuk secara aktif memberikan stimulasi kepada anaknya agar tumbuh kembangnya dapat optimal.
Systematic Review: Impact of Prenatal Exercise on Anxiety Levels and Childbirth Readiness: Systematic Review: Dampak Senam Hamil Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kesiapan Persalinan Purwitasari Handayani, Titi; Juwita, Noormah; Sari Dewi, Ratna; Mariati, Nelly; Anisa, Noor
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2597

Abstract

Kehamilan merupakan tahap penting dalam kehidupan seorang perempuan yang sering kali disertai dengan kecemasan, terutama menjelang persalinan. Kecemasan yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak negatif pada kondisi fisik dan mental ibu hamil, serta meningkatkan risiko komplikasi persalinan. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesiapan persalinan adalah senam hamil. Penelitian ini menggunakan metode systematic review untuk mengevaluasi dampak senam hamil terhadap kecemasan dan kesiapan persalinan dengan menganalisis studi yang relevan dari tahun 2020 hingga 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa senam hamil, termasuk prenatal yoga dan senam tera, berkontribusi dalam menurunkan tingkat kecemasan melalui mekanisme fisiologis, seperti peningkatan produksi endorfin dan pengurangan kadar kortisol. Selain itu, senam hamil juga meningkatkan kesiapan mental dan fisik ibu hamil dengan memperbaiki kualitas tidur, meningkatkan rasa percaya diri, serta memberikan dukungan sosial. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar senam hamil diintegrasikan ke dalam program perawatan antenatal sebagai strategi efektif dalam mempersiapkan ibu menghadapi persalinan secara optimal.
UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF MENINGKATNYA PERKAWINAN ANAK MELALUI PENYULUHAN DAN MEDIA BOOKLET DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANTUIL Amalia, Rizki; Anisa, Noor; Lestari, Pratiwi Puji; Fathony, Zaiyidah; Ristanti, Ida; Rini, Dwi Puspita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30831

Abstract

Abstrak: Perkawinan anak/pernikahan dini di Indonesia masih sangat tinggi. Faktor penyebabnya yaitu pendidikan dan ekonomi keluarga, pekerjaan orang tua, wilayah tempat tinggal, suku bangsa, dan agama, tingkat sosial. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sehingga mampu memberikan motivasi dan meningkakan komitemen masyarakat dalam pencegahan perkawinan anak. Metode kegiatan penyuluhan ini diawali dengan pemberian kuesioner tentang perkawinan anak/pernikahan dini kepada 19 orang tua siswa di SD Wilayah Kerja Puskesmas Mantuil. Edukasi diberikan melalui penyuluhan selama 30 menit dan pemberian booklet sebagai media penyuluhan. Evaluasi dilakukan dengan memberikan soal post-test. Hasil kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan orangtua yang signifikan setelah diberikan edukasi. Hasil pre-test menunjukkan 47% pengetahuan baik dan 53% pengetahuan kurang. Sedangkan hasil post-test menunjukkan 84% pengetahuan baik dan 16% pengetahuan kurang. Perlu optimalisasi upaya promotiv dan preventif sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mantui tentang pentingnya pencegahan perkawinan anak/pernikahan dini.Abstract: Child marriage is still very high in Indonesia. The causes are family education and economics, parents' occupation, area of residence, ethnicity and religion, social level. The aim of this community service activity is to increase public knowledge and awareness so that it can provide motivation and increase community commitment in preventing child marriage. This activity method begins with giving a questionnaire about child marriage. Education is provided through 30-minute counseling and the provision of booklets as counseling media. Evaluation is carried out by providing post-test questions. The results of this activity showed a significant increase in parental knowledge after being given education. The pre-test results showed 47% good knowledge and 53% poor knowledge. Meanwhile, the post-test results showed that 84% had good knowledge and 16% had poor knowledge. It is necessary to optimize promotive and preventive efforts as an effort to increase the knowledge and understanding of the community in the Mantui Health Center work area regarding the importance of preventing child marriage.
STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN FIKIH ANTARA SANTRI PENGHAFAL AL-QUR’AN DAN SANTRI UMUM DI PONDOK PESANTREN AL-FALAH PUTERI Anisa, Noor; Huda, Nuril
Jurnal Dedikasi Pendidikan Vol 9, No 2 (2025): JULI 2025
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/dedikasi.v9i2.6670

Abstract

This study aims to determine the comparison of learning outcomes of fiqh subjects between students who memorize the Koran and general students in class VIII at al-falah puteri Islamic boarding school. The population of this research is the VIII grade students at Al-Falah Islamic Boarding School, totaling 280 people. Which consists of 260 general students and 20 Quran memorization students. Because the number is not balanced, the Quran memorization students are taken as a whole, while the general students are taken by random sampling, namely by lottery, so the sample of this study was 40 people, consisting of 20 Quran memorization students and general students. The results of this study indicate that the learning outcomes of Jurisprudence subjects of students who memorize the Quran, from the categorization that has been done, it is known that the learning outcomes of fiqh subjects in the good category are 1 student with a percentage of 5%, in the sufficient category are 17 students with a percentage of 85%, and in the insufficient category are 2 students with a percentage of 10%. Based on the data analysis that has been carried out, the average value of the learning outcomes of fiqh subjects of Quran memorization students is 91.10. As for the analysis of the learning outcomes of general santri fiqh subjects, from the categorization that has been done, it is known that the learning outcomes of fiqh subjects in the good category are 3 students with a percentage of 15%, in the sufficient category are 12 students with a percentage of 60%, and in the insufficient category are 5 students with a percentage of 25%. Based on the data analysis that has been carried out, the average value of the learning outcomes of fiqh subjects for general students is 86.25. The results of data processing with SPSS show that the Sig. value of <0.01 is smaller than 0.05 so that the conclusion is that there is a significant difference in the two sample means. by comparing the magnitude of the two samples above, the Quran memorization students are significantly different (in this case better) when compared to general students.
Correlation between Mean Arterial Pressure Examination Values and the Incidence of Pre-eclampsia in Pregnant Women at Sultan Suriansyah Hospital, Banjarmasin Harni, Putri; Ruslinawati; Masdiputri, Sri Nuriaty; Okvitasari, Yenny; Anisa, Noor
Papua Medicine and Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (Juni 2025) : Papua Medicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64141/pmhs.v2i1.45

Abstract

Pre-eclampsia is one of the pregnancy complications that contributes to maternal and fetal morbidity and mortality. Early detection of this condition is crucial to prevent more severe complications. Mean Arterial Pressure (MAP) is one of the screening methods that can be used to assess the risk of pre-eclampsia in pregnant women. This study aimed to analyze the correlation between MAP examination values and the incidence of pre-eclampsia in pregnant women at Sultan Suriansyah Hospital, Banjarmasin. This research employed a correlational study design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 187 pregnant women selected through purposive sampling. Data were collected from medical records and observation sheets. Data analysis was performed using the Chi-Square statistical test. The results showed that among the 187 respondents, 131 pregnant women (70.1%) had MAP values >90 mmHg, categorized as being at risk of developing pre-eclampsia, and 56 pregnant women (29.9%) were diagnosed with pre-eclampsia. The statistical analysis revealed a significant correlation between MAP values and the incidence of pre-eclampsia (p-value = 0.000; p < 0.05). The study concludes that there is a significant correlation between MAP examination values and the incidence of pre-eclampsia in pregnant women at Sultan Suriansyah Hospital, Banjarmasin. Therefore, MAP can be utilized as a screening method for early detection of pre-eclampsia risk. Health workers are expected to enhance MAP monitoring in pregnant women to reduce the incidence of pre-eclampsia and its related complications.
Systematic Review: Impact of Prenatal Exercise on Anxiety Levels and Childbirth Readiness: Systematic Review: Dampak Senam Hamil Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kesiapan Persalinan Purwitasari Handayani, Titi; Juwita, Noormah; Sari Dewi, Ratna; Mariati, Nelly; Anisa, Noor
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2597

Abstract

Kehamilan merupakan tahap penting dalam kehidupan seorang perempuan yang sering kali disertai dengan kecemasan, terutama menjelang persalinan. Kecemasan yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak negatif pada kondisi fisik dan mental ibu hamil, serta meningkatkan risiko komplikasi persalinan. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesiapan persalinan adalah senam hamil. Penelitian ini menggunakan metode systematic review untuk mengevaluasi dampak senam hamil terhadap kecemasan dan kesiapan persalinan dengan menganalisis studi yang relevan dari tahun 2020 hingga 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa senam hamil, termasuk prenatal yoga dan senam tera, berkontribusi dalam menurunkan tingkat kecemasan melalui mekanisme fisiologis, seperti peningkatan produksi endorfin dan pengurangan kadar kortisol. Selain itu, senam hamil juga meningkatkan kesiapan mental dan fisik ibu hamil dengan memperbaiki kualitas tidur, meningkatkan rasa percaya diri, serta memberikan dukungan sosial. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar senam hamil diintegrasikan ke dalam program perawatan antenatal sebagai strategi efektif dalam mempersiapkan ibu menghadapi persalinan secara optimal.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER POSYANDU MELALUI PELATIHAN PIJAT BAYI DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Anisa, Noor; Masdiputri, Rr. Sri Nuriaty; Suryati, Suryati; Yuliarti, Yayu; Jannah, Nur; Dewi, Septiana Arma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33942

Abstract

Abstrak: Fenomena balita pendek atau yang dikenal dengan Stunting merupakan masalah terbesar di dunia. Stunting adalah masalah kesehatan pada anak balita yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan, pendidikan serta mengganggu produktifitas dikemudian hari. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi stunting salah satunya adalah melakukan stimulasi tumbuh kembang melalui pijat bayi. Terbatasnya tenaga kesehatan menyebabkan perlunya kegiatan partisipatif oleh kader posyandu untuk membantu melatih pijat bayi kepada masyarakat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan pijat bayi kepada kader posyandu. Metode yang digunakan adalah memberikan pelatihan dengan tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bekerja sama dengan Bidan Koordinator Wilayah Kerja Puskemas Sungai Tabuk 3 dengan melibatkan sebanyak 20 orang Kader Posyandu Balita dan lokasi pengabdian ini berada di wilayah kerja puskesmas sungai Tabuk 3 Kabupaten Banjarmasin. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa setelah diberikan pelatihan pijat bayi terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pijat bayi dengan hasil ukur pre-post, terdapat peningkatan skor pengetahuan dengan rata-rata sebesar 38,36 dan peningkatan keterampilan sebesar 76,02. Perlu adanya dilakukan kegiatan sejenis pada desa lain di Kalimantan Selatan sehingga posyandu bisa menjadi tempat yang membantu meningkatkan derajat Kesehatan bagi bayi dan balita.Abstract: The phenomenon of short toddlers, also known as stunting, is a major global problem. Stunting is a health problem in toddlers that can lead to health problems, educational issues, and disrupt productivity in the future. Various efforts have been made to address stunting, one of which is stimulating growth and development through infant massage. The limited number of health workers necessitates participatory activities by Posyandu cadres to help train infant massage in the community. The purpose of this community service is to provide knowledge and skills in infant massage to Posyandu cadres. The method used is to provide training with stages of preparation, implementation, and evaluation. This Community Service is in collaboration with the Midwife Coordinator of the Sungai Tabuk 3 Community Health Center Working Area, involving 20 Posyandu Toddler Cadres and the location of this service is in the Sungai Tabuk 3 Community Health Center working area, Banjarmasin Regency. The results of this community service activity show that after being given infant massage training, there is an increase in knowledge and skills of cadres in infant massage with pre-post measurement results, there is an increase in knowledge scores with an average of 38.36 and an increase in skills of 76.02. Similar activities need to be carried out in other villages in South Kalimantan so that integrated health posts can become places that help improve the health status of infants and toddlers.
OPTIMALISASI KUNJUNGAN KE POSYANDU BALITA DENGAN ANAK SEHAT IBU PINTAR Ulfah, Bardiati; Anisa, Noor; Agustina, Yaolanda Rizqi; Rosyad, Shelly Rodliah; Amalia, Amalia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29327

Abstract

Abstrak: Posyandu sebagai tempat penjaringan awal bagi tenaga kesehatan dan kader memiliki peran penting, dimana berbagai permasalahan kesehatan terutama pada ibu hamil dan anak balita dapat dideteksi lebih dini. Data balita bahwa masih banyaknya ibu-ibu yang memiliki balita tidak membawa anaknya ke posyandu, dengan capaian D/S tahun 2023 sebesar 78,8% dari target 98,53%. Perilaku ibu untuk membawa anaknya ke posyandu akan lebih mudah jika mengetahui semua kemanfaatan posyandu. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu balita guna meningkatkan kunjungan balita ke posyandu. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang terbagi menjadi tiga yakni tahap pra pelaksanan; pelaksanaan; dan evaluasi. pengukuran pengetahuan dilakukan melalui pre test dan pos test. Mitra kegiatan yaitu ibu balita dengan jumlah 20 orang. Hasil yang diperoleh dari evaluasi pre test dan post test setelah diberikan penyuluhan, pengetahuan ibu balita meningkat dari 55% menjadi 73,5%. Para peserta menyatakan mempunyai ilmu pengetahuan yang baru, namun kendala yang mendasari seperti pekerjaan ibu, dukungan dari keluarga/tokoh masyarakat, serta jarak tempuh ke posyandu perlu dipertimbangkan. Abstract: Integrated service posts as initial screening places for health workers and cadres have an important role, where various health problems, especially for pregnant women and children under five, can be detected early. Data on toddlers shows that many mothers with toddlers do not take their children to integrated service posts, with the D/S achievement in 2023 amounting to 78.8% of the target of 98.53%. A mother's behaviour in bringing her child to an integrated service post will be easier if she knows all the benefits of an integrated service post. The aim of this community service activity is to increase the knowledge of mothers of toddlers in order to increase visits by toddlers to integrated service posts. The method used is counselling, which is divided into three stages, namely: pre-test, providing material, post-test and evaluation stage. The activity partners are mothers of toddlers, with a total of 20 people. The results obtained from the pre-test and post-test evaluation after being given counselling, the knowledge of mothers of toddlers increased from 55% to 73.5%. The participants stated that they had new knowledge, but underlying obstacles such as mother's job, support from family/community figures, and distance to the posyandu needed to be considered.