Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan Kawasan Wisata Alam Danau Biru di Desa Tewang Rangkang, Kabupaten Katingan Yufri, Yufri Andika; Rahayu, Elis Sri; Adji, Fredyantoni F.
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 19 No. 1 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v19i1.12499

Abstract

Sektor pariwisata berperan cukup penting dalam menunjang pembangunan wilayah karena salah satu yang menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Kabupaten Katingan memiliki beberapa destinasi wisata, salah satunya yaitu wisata Danau Biru yang ada di desa Tewang Rangkang. Danau Biru yang ada di Desa Tewang Rangkang merupakan danau yang terbentuk bukan karena hasil aktivitas alam, melainkan karena aktivitas penggalian tanah. Wisata alam Danau Biru ini menyuguhkan pemandangan danau dengan kondisi air yang jernih dan biru. Minimnya sarana rekreasi, sarana dan prasarana, dan kurangnya pemanfaatan potensi alam menyebabkan kurangnya minat pengunjung. Tujuan rancangan wisata alam danau biru untuk menjadikannya tempat rekreasi, wisata edukasi, dan menikmati suasana alam yang sejuk serta udara yang bersih dengan memanfaatkan potensi alam yang ada disekitar. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, berupa pengumpulan data, analisis, dan sintesis. Kawasan wisata dirancang dengan mengutamakan kelestarian lingkungan alam, menghasilkan keharmonisan antara manusia dan lingkungan alam, dan pemanfaatan potensi alam sekitar. Berdasarkan masalah tersebut prinsip desain yang memenuhi yaitu Prinsip Arsitektur Ekologis. Prinsip Arsitektur Ekologis yaitu memperhatikan keselarasan dan keharmonisan antara manusia dan lingkungan alam. Arsitektur Ekologis diharapkan mampu menjadi jawaban untuk menciptakan tempat wisata dengan fasilitas yang dapat menunjang kegiatan wisata dengan konsep ramah terhadap lingkungan, dengan tetap meperhatikan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung yang datang. Hasil perancangan adalah menciptakan tempat wisata yang tetap dapat dinikmati keindahan alamnya, dengan memperhatikan aspek desain yang berkesinambungan dengan alam, menjadi tempat reakreasi, tempat kuliner, oleh-oleh, tempat menginap dengan nuasa alam, dan dapat menampilkan budaya lokal setempat.
A Variabel & Kriteria Pusat Inkubator Bisnis Universitas Palangka Raya: Variabel & Kriteria Gantin, Adhitya; Adji, Fredyantoni F.; Wijanarka; Syahrozi; Ngini, Giris
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 20 No. 02 (2025): Menjaga Identitas, Menggagas Inovasi dalam Rupa Gagasan Perancangan dan Riset
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v20i02.20809

Abstract

The University of Palangka Raya (UPR) plays a strategic role in fostering innovation and entrepreneurship based on the local potential of Central Kalimantan through the development of a business incubator center. However, the absence of purposedesigned and contextresponsive incubation facilities has become a major constraint in accelerating startup growth and the downstream commercialization of research outputs. This study aims to formulate a design concept for the University of Palangka Raya Business Incubator Center through a green architecture approach that is adaptive, sustainable, and responsive to user needs and the local environment. The research adopts a qualitative descriptive approach using a literature review and conceptual analysis to establish design variables and criteria for the business incubator. The design framework is developed through the integration of green architecture principles, tropical climatic characteristics, and the local potential of Central Kalimantan, including sustainable forestry, tropical agriculture and agroindustry, and culturebased creative economy sectors.The findings indicate that the application of conceptual variables and design criteriacomprising spatial functions and programs, hybrid incubator typology, spatial flexibility, indoor environmental comfort, tropical climate responsiveness, local cultural context, and environmental sustainabilitycan serve as a foundation for designing an adaptive and contextsensitive business incubator center. The integration of local potential into spatial strategies and architectural form strengthens the building’s identity while supporting sustainable development principles. Thus, the business incubator functions not only as an economic facility but also as a medium for learning, innovation, and the reinforcement of the university’s role in regional development.