Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Gejala Klinis dan Aspek Psikologi Premenopause dan Menopause di Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta Hidayatullah, Hidayatullah; Tahir, Mardiah; Mappaware, Nasrudin; T. Chalid, St Maisuri; Rakhmah, Nur; Fujiko, Masita; Syahril, Erlin; Mujihad, Andi
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 4 No 2 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jpki.v4i2.263

Abstract

Kegiatan ini diadakan dengan tujuan menambah pengetahuan tentang gejala klinis dan aspek psikologi premenopause dan menopause perempuan di Desa Mulusan Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta yang sesuai dengan perkembangan zaman. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan meliputi; menyampaikan materi dan tanya jawab. Melalui penyuluhan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengetahui gejala klinis dan aspek psikologi sebagai bekal dalam menghadapi proses premenopause dan menopause. Peserta didorong untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi dan tanya jawab guna mendalami pemahaman tentang materi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil meningkatkan pengetahuannya yang dievaluasi menggunakan pretest dan posttest dengan peningkatan nilai lebih dari 50%. Selain itu, melalui penyuluhan ini, peserta semakin memahami pentingnya faktor-faktor yang berperan pada proses menopause dalam aspek medis dan kehidupan mereka. Kesimpulannya, metode penyuluhan dan diskusi berhasil menambah pengetahuan tentang gejala klinis dan aspek psikologi perimenopause dan menopause pada perempuan Desa Mulusan.
Faktor Sosial yang Mempengaruhi Seorang Menjadi Pekerja Seks Komersial di Makassar Sulawesi Selatan Rakhmah, Nur; Putra, Bayu Pratama
UMI Medical Journal Vol 9 No 1 (2024): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v9i1.305

Abstract

Latar belakang: Faktor sosial, terutama kemiskinan, kerawanan pangan, pengucilan, dan diskriminasi, sangat memengaruhi seseorang dalam memilih profesi sebagai pekerja seks komersial (PSK). Krisis ekonomi, urbanisasi, dan perubahan sosial turut menyumbang pada peningkatan jumlah PSK. Dampaknya tidak hanya terbatas pada individu PSK, melainkan juga melibatkan keluarga, anak-anak, dan masyarakat secara luas, termasuk risiko tinggi terhadap penyakit menular seksual dan HIV/AIDS. Prevalensi PSK di Indonesia, terutama di SulSel, menunjukkan peningkatan yang berpotensi meningkatkan jumlah penderita HIV/AIDS, dengan pelanggan PSK sebagai kelompok risiko tertinggi. Metode: Penelitian ini, bersifat kualitatif, dilakukan di Kota Makassar sejak Desember 2014 dengan menggunakan Responden Driven Sampling (RDS) untuk populasi tersembunyi seperti PSK. Hasil: Faktor-faktor sosial yang memengaruhi keputusan menjadi PSK melibatkan aspek personal, dukungan sosial, dan perilaku seksual, sementara kesadaran terhadap penyakit menular seksual masih rendah. Kesimpulan: Kendala untuk beralih profesi termasuk wawasan yang terbatas, lapangan pekerjaan yang terbatas, rendahnya upah, dan kurangnya pengetahuan tentang penyakit menular seksual.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI BAHAYA PAPARAN ASAP ROKOK SELAMA KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH HAJI DAN PUSKESMAS DAHLIA, KOTA MAKASSAR: Improvement of Knowledge About Hazards of Cigarette Smoke Exposure During Pregnancy at Hajj Regional General Hospital and Dahlia Community Health Center, Makassar City Jusuf, Elizabet Catherine; Syahrir, Syahruni; Rahman, Abdul; Ajardiana; Mappaware, Nasrudin Andi; Malinta, Umar; Amiruddin, Rina Previana; Rakhmah, Nur; Halija, Andi Sitti; Ramdhani, Andi Nurrissa; Muthmainnah; Patabang, Jimmy
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v10i4.44292

Abstract

Paparan asap rokok tidak hanya membahayakan kesehatan perokok aktif, tetapi juga memberikan dampak buruk bagi orang-orang yang berada di sekitarnya, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil. Ibu hamil sangat berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan zat beracun dalam asap rokok, baik secara langsung sebagai perokok aktif maupun secara tidak langsung sebagai perokok pasif. Masa kehamilan merupakan periode krusial yang menentukan kualitas hidup ibu dan bayi di masa mendatang. Paparan zat berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, dan berbagai senyawa kimia toksik lainnya dalam asap rokok dapat merusak fungsi plasenta, mengganggu suplai oksigen serta nutrisi ke janin, dan menghambat perkembangan organ-organ vital. Oleh karena itu, kami melakukan penyuluhan kepada ibu hamil di wilayah Puskesmas Dahlia dan RSUD Haji, Makassar sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya paparan asap rokok selama kehamilan. Terdapat 55 responden yang ikut dalam kegiatan penyuluhan ini Evaluasi dilakukan dengan pre-test, ceramah, sesi tanya jawab dan diskusi kemudian dengan post-test. Analisis data hasil penyuluhan menunjukkan nilai rata-rata hasil pre-test yaitu 7,2 ± 1,00 dan nilai rata-rata hasil post-test yaitu 8,6 ± 0,69 dengan nilai maksimal yaitu 10. Dari kegiatan penyuluhan ini, terdapat peningkatan pengetahuan yang bermakna mengenai bahaya paparan asap rokok selama kehamilan pada ibu hamil dengan nilai p<0,05. Kata kunci: Penyuluhan, asap rokok, kehamilan. ABSTRACT Exposure to cigarette smoke not only endangers the health of active smokers, but also adversely affects those around them, especially vulnerable groups such as pregnant women. Pregnant women are at high risk of health problems due to exposure to toxic substances in cigarette smoke, both directly as active smokers and indirectly as passive smokers. Pregnancy is a critical period that determines the future quality of life for both mother and baby. Exposure to harmful substances such as nicotine, carbon monoxide, and various other toxic chemical compounds in cigarette smoke can damage the function of the placenta, disrupt the supply of oxygen and nutrients to the fetus, and inhibit the development of vital organs. Therefore, we conducted counseling to pregnant women in the area of Puskesmas Dahlia and RSUD Haji, Makassar, so that it is expected to increase public knowledge about the dangers of exposure to cigarette smoke during pregnancy. 55 respondents participated in this education activity. Evaluation was conducted with a pre-test, lecture, question and answer session, and discussion, then by post-test. The education activity data analysis results showed that the mean value of the pre-test results was 7.2 ± 1.00, and the mean value of the post-test results was 8.6 ± 0.69, with a maximum value of 10. From this education activity, there was a significant increase in knowledge regarding the dangers of cigarette smoke exposure during pregnancy among pregnant women, with a p-value < 0.05 (p<0.05). Keywords: Counseling, cigarette smoke, pregnancy.
Literature review: Prinsip dasar anestesi pada pasien eklampsia Hidayat, Lujna Adharani; Sommeng, Faisal; Aman, Abadi; Rakhmah, Nur; Hasir, Julia
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2862

Abstract

Background: Eclampsia is a life-threatening obstetric complication associated with high maternal and perinatal morbidity and mortality. Anesthetic management in eclampsia is challenging due to endothelial dysfunction, severe hypertension, seizure risk, and systemic complications affecting maternal and fetal outcomes. Objective: To review and summarize the basic principles of anesthetic management in patients with eclampsia based on current scientific evidence. Methods: This study employed a narrative literature review approach. Data were obtained from electronic databases including PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, and Cochrane Library. Included studies were published in English and Indonesian, focusing on eclampsia and anesthetic management, with study designs such as systematic reviews, meta-analyses, cohort studies, and case reports. Literature selection followed inclusion–exclusion criteria and PRISMA guidelines. Results: The main principles of anesthetic management in eclampsia include initial stabilization (ABCDE), seizure control with magnesium sulfate, gradual blood pressure control, and restrictive fluid management. The choice of anesthetic technique should be individualized; regional anesthesia is preferred in stable patients without coagulopathy, while general anesthesia is indicated in emergency situations or when regional anesthesia is contraindicated. Close intraoperative monitoring and intensive postoperative care are essential to prevent complications. Conclusion: Anesthetic management in eclampsia requires a comprehensive and individualized approach.   Keywords: Eclampsia; Obstetric Anesthesia; Magnesium Sulfate; Hypertensive Disorders Of Pregnancy; Perioperative Management.   Pendahuluan: Eklampsia merupakan komplikasi obstetri yang mengancam jiwa dengan morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal yang tinggi. Penatalaksanaan anestesi pada pasien eklampsia menjadi tantangan karena adanya disfungsi endotel, hipertensi berat, risiko kejang, serta komplikasi sistemik yang dapat memengaruhi outcome ibu dan janin. Tujuan: Meninjau dan merangkum prinsip dasar manajemen anestesi pada pasien eklampsia berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan naratif. Data diperoleh dari berbagai basis data elektronik seperti PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Cochrane Library. Artikel yang disertakan adalah penelitian dalam bahasa Inggris dan Indonesia yang membahas eklampsia dan manajemen anestesi, dengan desain studi seperti systematic review, meta-analisis, cohort, dan laporan kasus. Seleksi literatur dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi serta mengikuti pedoman PRISMA. Hasil: Prinsip utama manajemen anestesi pada eklampsia meliputi stabilisasi awal (ABCDE), kontrol kejang menggunakan magnesium sulfat, pengendalian tekanan darah secara bertahap, serta manajemen cairan yang restriktif. Pemilihan teknik anestesi harus individual; anestesi regional lebih disarankan pada pasien stabil tanpa gangguan koagulasi, sedangkan anestesi umum digunakan pada kondisi emergensi atau kontraindikasi regional. Monitoring intraoperatif dan perawatan pascaoperatif yang ketat berperan penting dalam mencegah komplikasi. Simpulan: Manajemen anestesi pada pasien eklampsia memerlukan pendekatan komprehensif dan individualisasi berdasarkan kondisi klinis pasien.   Kata Kunci: Anestesi Obstetri; Eklampsia; Magnesium Sulfat; Hipertensi Kehamilan; Manajemen Perioperatif.