Primasatya, Rieswandha Dio
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan, Titel, dan Pengalaman Kerja pada Kemampuan Deteksi Kecurangan Auditor BPKP Provinsi Jawa Timur Primasatya, Rieswandha Dio; Hady, Aufar Fadlul
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v6i2.15964

Abstract

Latar Belakang: Di dalam lingkungan pemerintah, kecurangan atau fraud dan miss-management kerap kali terjadi di Indonesia. Adanya dual system pemeriksaan (audit) dalam pemerintahan tidak menjamin bahwa kasus korupsi atau fraud di Indonesia akan berakhir. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagaimana kesanggupan BPKP dalam mendeteksi fraud di dalam tubuh pemerintah. Apakah dengan kebijakan pelatihan, sertifikasi, dan jam pengawasan (pengalaman) mampu meningkatkan kesanggupan deteksi Fraud.Tujuan: Pembuatan penelitian memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh dari pelatihan, titel, dan pengalaman bekerja dalam mendeteksi fraud. Penelitian ini memberikan sebuah ukuran yang jelas dan sistematis mengenai dampak variabel terkait pada kualitas auditor BPKP dalam mendeteksi fraud.Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan mengumpulkan kuisioner dari beberapa instansi BPKP. Selanjutnya dilakukan analisis data dengan menggunakan teknik Partial Least Square (PLS).Hasil Penelitian: Hasil penelitian menjelaskan terdapat hubungan positif antara Pelatihan (training), gelar (title), dan juga pengalaman kerja (experience) pada kesanggupan auditor Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur dalam mendeteksi adanya kecurangan (Fraud Detection). Pelatihan kepada auditor BPKP dapat meningkatkan kesanggupan mendeteksi kecurangan sebesar 27,1%. Titel dapat meningkatkan kesanggupan auditor BPKP dalam mendeteksi kecurangan sebesar 42,2%. Sedangkan pengalaman kerja dapat meningkatkan kesanggupan deteksi fraud sebesar 34,8%.Keterbatasan Penelitian: Keterbatasan yang dijumpai dalam penelitian ini adalah scope penelitian yang hanya dalam ruang lingkup Provinsi Jawa Timur. Penelitian selanjutnya dapat menguji kesanggupan deteksi fraud dalam aspek yang lain seperti suku, kapasitas pengetahuan, dan personality auditor. Hal ini dilandasi oleh kecenderungan temuan hasil audit sesuai dengan personality auditor di lingkungan BPKP.Keaslian/Novelty Penelitian: Penelitian ini membuktikan bahwa pelatihan, titel dan pengalaman kerja mampu meningkatkan kesanggupan mendeteksi kecurangan (fraud). Oleh karena itu kebijakan beasiswa pelatihan dan sertifikasi harus tetap dilanjutkan.
Profesi Akuntan Perempuan di Era Digitalisasi dalam Sudut Pandang Kesetaraan Gender dan Kemampuan Memimpin Primasatya, Rieswandha Dio; Sudaryati, Erina; Putri, Tanti Sasongko
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v7i1.16956

Abstract

Latar Belakang: Keberadaan akuntan perempuan dalam kegiatan akuntansi yang identik dengan sifat maskulin serta kebutuhan terkait cara adaptasi dengan jenis akuntansi baru yang dapat bekerja selaras serta mengendalikan teknologi di era digitalisasi menjadi sebuah poin penting untuk menilai kesetaraan gender dan kemampuan memimpin yang dimiliki oleh akuntan perempuan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk kembali melihat dan menjawab pertanyaan apakah profesi akuntan perempuan masih menjanjikan di saat isu global menjadikan profesi akuntan sebagai salah satu profesi yang mungkin akan digantikan oleh teknologi terbaru. Melihat dalam sudut pandang kesetaraan gender Apakah akuntan perempuan lebih baik dari pada akuntan pria ataukah keduanya memiliki peluang yang sama? Serta peluang apa yang dimiliki akuntan perempuan di era globalisasi dalam sudut pandang kemampuan dalam memimpin.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode literature review atau studi literasi untuk mengetahui peran akuntan perempuan di era digitalisasi dari berbagai sudut pandang. Terdapat beberapa pokok yang diidentifikasi dalam penelitian ini, yaitu tentang: (1) Melakukan identifikasi tentang persepsi gender terhadap profesi akuntan yang terancam terkena destruksi di tengah isu global digitalisasi. (2) Mereview teori kepemimpinan yang dikaitkan dengan profesi akuntan di perusahaan maupun instansi. (3) Melihat relevansi Gaya kepemimpinan perempuan dalam profesi akuntan dalam mengambil keputusan etis. Melalui studi literasi tersebut, dapat memberikan cukup gambaran yang divergen.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menjelaskan bahwa profesi akuntan perempuan masih banyak dibutuhkan meskipun telah muncul berbagai teknologi tentang akuntansi. Menurut peneliti, profesi akuntan dapat berjalan beriringan dengan teknologi untuk mencapai tujuan bersama. Kemudian ditinjau dari sudut pandang kesetaraan gender dan kemampuan dalam memimpin hasil penelitian menemukan bahwa tidak ada pembatas antara perempuan atau laki-laki dalam menjadi seorang akuntan atau menjadi seorang pemimpin. Baik akuntan perempuan maupun akuntan laki-laki mereka dapat berkolaborasi dalam suatu bidang pekerjaan apapun untuk kesuksesan karir mereka.Keterbatasan Penelitian: Keterbatasan penelitian ini peneliti hanya menggunakan dua sudut pandang dalam penilaian. Diharapkan penelitian dimasa depan dapat menambahkan sudut pandang agama dalam penilaian profesi akuntan perempuan.Keaslian/Novelty Penelitian: Penelitian ini menggunakan berbagai sudut pandang untuk menilai profesi akuntansi perempuan di era digitalisasi.