Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Eksplorasi Cerita Rakyat Bengkulu Dalam Format Video 3d Berbantuan Artificial Intelligence Untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun Lyna Sari, Dwi
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v3i2.1081

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kemampuan sosial emosional anak usia dini, khususnya anak usia 5-6 tahun, melalui media yang efektif seperti cerita rakyat. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI), penelitian ini bertujuan mengembangkan cerita rakyat Bengkulu dalam format video 3D dan mengukur efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional anak. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall yang terdiri dari sepuluh langkah: pencarian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba lapangan awal, revisi hasil uji coba lapangan awal, uji coba lapangan utama, revisi produk operasional, uji coba lapangan operasional, penyempurnaan produk akhir, dan diseminasi serta implementasi. Subjek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun di Kota Bengkulu, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada guru dan orang tua sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Video 3D berbantuan AI yang mengangkat cerita rakyat Bengkulu telah dinilai layak oleh ahli materi dan ahli media dengan tingkat validitas mencapai 90% dan 95%. Integrasi ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar anak-anak tetapi juga membuka potensi baru untuk meningkatkan pelestarian budaya lokal dan pengembangan karakter anak usia dini di Bengkulu. Langkah-langkah selanjutnya termasuk diseminasi produk ini ke lembaga PAUD di wilayah tersebut dan evaluasi lanjutan terhadap dampaknya terhadap pembelajaran dan pengembangan sosial emosional anak usia dini.
PELATIHAN PENERAPAN PROSES SAINS ANAK USIA DINI Eka Daryati, Melia; Suryadi, Didik; Lyna Sari, Dwi
Jurnal ABDI PAUD Vol. 3 No. 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/abdipaud.v3i2.25662

Abstract

Penguasaan proses sains untuk anak usia dini bila tidak dilakukan secara berulang-ulang dengan langkah-langkah yang ada dalam kegiatan sains memiliki kendala dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis anak dan proses pembelajaran menjadi tidak menyenangkan. Pentingkan kegiatan pengabdian masyarakat ini agar memberikan edukasi dan praktik langsung penerapan proses sains untuk anak usia dini. Adapun tujuan kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk mengedukasi guru PAUD dalam kegiatan: a) Kemampuan mengamati (observasi), b) Mengklasifikasikan atau melakukan pengelompokkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah a) Pelatihan yang disertai dengan demonstrasi proses sains, b) Percontohan untuk menghasilkan keterampilan guru menpraktikkan proses sains, c) Praktik langsung yang dilakukan oleh anak dalam menjalankan semua tahapan pengimplimentasian proses sains. Hasil kegiatan pengabdian ini berupa proses sains diantaranya adalah: a) Kemampuan mengamati (observasi) dapat disimulasi melalui kegiatan: 1) Menunjukkan gambar bahan dan alat yang digunakan, 2) Menyebutkan bahan dan alat yang digunakan, 3) Menghitung bahan dan alat yang digunakan. b) Mengklasifikasikan (menggolongkan) dapat disimulasi melalui kegiatan: 1) Menyebutkan jenis benda, 2) Menyebutkan penyebab terjadinya sesuatu, 3) Menyebutkan faktor-faktor penyebab terjadinya suatu peristiwa
Penerapan Kegiatan STEAM untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini dalam Konteks Kesiapan Belajar Lyna Sari, Dwi; Agustriana, Nesna; Daryati, Melia Eka
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v4i1.1537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan kegiatan STEAM dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak kelompok B di TKIT Auladuna, Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 anak, dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama dua siklus. Pada tahap pra-siklus, skor rata-rata keterampilan motorik halus anak adalah 34,7. Setelah intervensi pada Siklus I, rata-rata skor meningkat menjadi 39,65, dan pada Siklus II, rata-rata skor mencapai 44,65. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan kegiatan STEAM secara signifikan meningkatkan keterampilan motorik halus anak kelompok B di TKIT Auladuna. Peningkatan keterampilan motorik halus ini dipengaruhi oleh penerapan kegiatan STEAM yang mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika untuk merangsang keterampilan motorik anak. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan STEAM efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus pada anak kelompok B di TKIT Auladuna 1, Kota Bengkulu.
Integrating Local Culture-Based STEAM-PJBL to Enhance Competence in Fine Motor Skill Learning Design: A Development Study Lyna Sari, Dwi; Wembrayarli, Wembrayarli; Nasution, Siyyella Tika; Agustriana, Nesna; Daryati, Melia Eka
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v15i1.2056

Abstract

The limited availability of learning media that integrate local cultural contexts within STEAM-based instruction remains a challenge in optimizing fine motor skill development in childhood education. This study aims to develop a Local Culture Oriented STEAM–Project-Based Learning (STEAM-PJBL) module and examine its feasibility, practicality, and effectiveness in enhancing fine motor skills among children aged 4–5 years. The study employed a Research and Development approach by adapting the Borg and Gall model into six stages: needs analysis, instructional design, prototype development, expert validation, product revision, and limited field testing. Participants included one content expert, one media expert, early childhood teachers, and eight children aged 4–5 years. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and pre- and post-tests of fine motor skills. The findings show high feasibility, with content validity of 91.6% and media validity of 89%. Teacher responses indicated high practicality at 92%. The module effectively improved children's fine motor skills, as shown by a significant increase in mean scores from 67.0 to 80.75 (p < 0.05). The novelty of this study lies in integrating local cultural contexts across all stages of STEAM-PJBL design, positioning fine motor development as a core learning outcome in early childhood education.