Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dua Sisi Proses Penyelesaian Sengketa: Upaya Mewujudkan Keadilan Pemilu (Studi Kasus di Bawaslu Kabupaten Purwakarta) Abidin, Ujang; Dulnasir, Dulnasir
Muttaqien Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies
Publisher : Muttaqien Publishing, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KH.EZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593/mtq.03.2.04

Abstract

In accordance with the mandate of the regulation, the dispute resolution of the regional election and election processes is delegated by the supervisory and election justice enforcement agency, namely Bawaslu. The role of Bawaslu which is so central is the hope in maintaining the fairness of the regional and general elections. The writing of this article will focus on the comparison of the dispute resolution process in the 2018 Purwakarta Regional Elections and the 2019 Simultaneous Elections. The two dispute cases in different momentum make the process of seeking legal justice in political contestation worthy of attention. The type of research in this article is normative juridical law research with a case study conducted at Bawaslu, Purwakarta Regency, West Java Province. The results of the study can be concluded that the dispute resolution process in the regional elections and elections that occurred in the Bawaslu of Purwakarta Regency was guided by the regulations and legal facts in the trial. The pair of Rustandi and Dikdik as candidates for regent whose application was rejected by the KPU and Angga and Lukmanul Hakim as candidates for DPRD members who were removed from DCT by the KPU were also a legal process that was taken up by Bawaslu to make a decision that upholds a sense of justice. Keywords: Dispute Resolution, Bawaslu Purwakarta, DCT Strike
Problematikadalampenerapan Hukum Waris Islam Di Desa Sirnamanah Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta Najib, Moch Najib Wasi'a Mubarok; Erfiansyah, Erfiansyah; Dulnasir, Dulnasir
Bhumiputra: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Global Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63142/bhumiputra.v2i1.139

Abstract

This study aims to determine the implementation and constraints thataffect the application of Islamic inheritance law.This research is afield research, using descriptive, sociology, normative theology, historicalapproach, and presented qualitatively. The result shows that the implementation of Islamic inheritance law is carried out in kinshipprinciple. Special sections are provided for the heirs who take care of their parents and thepurabage inheritance as absolute power. The application of the law to the distribution of assets is done by dividing the heirs in kinship principle without seeing the provisions of God's law. Problems in the application of Islamic inheritance law include the customary law and poor understanding of Islamic inheritance law.
PENYULUHAN TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI DI DESA WANAWALI KECAMATAN CIBATU KABUPATEN PURWAKARTA Ramdhani, Muhammad Ally; Affandi, Khoir; Dulnasir, Dulnasir
AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini merupakan suatu hal yang masih dianggap wajar, bahkan di Indonesia pernikahan dini telah menjadi fenomena sosial budaya yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia terutama di daerah pedesaan. Beberapa desa di Indonesia masih memberikan respon positif terhadap pernikahan dini. Salah satunya di Desa Wanawali Kecamatan Cibatu Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat pernikahan dini yang cukup tinggi. Padahal kita semua tahu bahwa banyak akibat negatif dari pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak negatif dan positif pernikahan dini di Desa Wanawali dan memberikan penyuluhan hukum tentang pentingnya memahami dampak-dampak tersebut. Metode penyelesaian yang digunakan untuk mengatasi fenomena tersebut adalah dengan menggunakan metode pendidikan masyarakat. Faktor penyebab pernikahan dini adalah faktor diri sendiri, dimana karena mereka sudah saling mengenal dan mencintai akhirnya mereka sepakat untuk melanjutkan hubungan kejenjang pernikahan dan juga disebabkan faktor lingkungan yang masih menganggap pernikahan dini sebagai hal biasa. Serta berdampak pada putusnya sekolah, perceraian rumah tangga dan terjadinya kekerasan rumah tangga. Namun, pernikahan dini juga memiliki dampak positif seperti meningkatkan kesadaran sosial dan memperkuat ikatan keluarga. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyuluhan hukum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memahami dampak-dampak pernikahan dini.