Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Problematika Layanan Bimbingan dan Konseling di SDN 01 V Koto Timur Mulyana, Fitri; Neviyarni, Neviyarni
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i3.1933

Abstract

Kegiatan bimbingan dan konseling mencakup semua siswa dan meikutsertakan semua antar staf maupun profesi dalam satuan Pendidikan terhadap pelaksanaannya. Kegiatan bimbingan dan konseling di SDN 01 V Koto Timur, tidak hanyalah berada pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang-undangan) atau ketentuan dari atas, akan tetapu yang lebih penting yaitu terkait upaya memfasilitasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan Penelitian deskriptif dimana menuturkan dan memaknai data yang terjadi pada saat penelitian ini berlangsung dan berlangsung dan menyajikan apa adanya, penelitian ini dilaksanakan dengan mengadakan survei langsung ke SDN 01 V Koto Timur. Selanjutnya Teknik pengumpulan data dalam penelitan ini yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan layanan konseling di SDN 01 V Koto Timur masih terdapat banyak problematika hingga saat ini. Problematika yang ada terdata baik problem internal maupun eksternal.
Social Studies Learning Problematics in MtsN 1 Pariaman City Mulyana, Fitri; Ananda, Azwar; Fatimah, Siti
International Journal of Educational Dynamics Vol. 6 No. 1 (2023): International Journal of Educational Dynamics (IJEDs)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijeds.v6i1.444

Abstract

Social studies is one of the subjects that is taught in an integrated manner at the Junior High School (JHS) level. This integrated learning raises problems in social studies learning. The purpose of this study is to identify problems in social studies learning. The method used is the qualitative method. The informants used were teachers and students from seven JHS/MTsN. Data collection methods were interviews, observation, and documentation. Data analysis using descriptive analysis. Based on the results of the study, two problems can be identified, namely 1) Lack of Learning Facilities and Infrastructure, where in social studies learning in class VII MTsN 1 Pariaman City there is a lack of existing learning support facilities. This makes it an obstacle when the teacher explains material that requires learning support media such as pictures and videos. The lack of media in the classroom, such as Liquid Crystal Display (LCD) Projectors that are often used are only teaching materials or books and student worksheets, so learning is not interesting; and 2) Less Varied Learning Methods, where the method most often used by social studies teachers in MTsN 1 Pariaman City in social studies learning is the lecture method. due to a lack of books. If you use other methods such as discussion, students must have books to read so that there is material for discussion.
Analisis Problematika Layanan Bimbingan dan Konseling di SDN 01 V Koto Timur Mulyana, Fitri; Neviyarni, Neviyarni
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i3.1933

Abstract

Kegiatan bimbingan dan konseling mencakup semua siswa dan meikutsertakan semua antar staf maupun profesi dalam satuan Pendidikan terhadap pelaksanaannya. Kegiatan bimbingan dan konseling di SDN 01 V Koto Timur, tidak hanyalah berada pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang-undangan) atau ketentuan dari atas, akan tetapu yang lebih penting yaitu terkait upaya memfasilitasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan Penelitian deskriptif dimana menuturkan dan memaknai data yang terjadi pada saat penelitian ini berlangsung dan berlangsung dan menyajikan apa adanya, penelitian ini dilaksanakan dengan mengadakan survei langsung ke SDN 01 V Koto Timur. Selanjutnya Teknik pengumpulan data dalam penelitan ini yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan layanan konseling di SDN 01 V Koto Timur masih terdapat banyak problematika hingga saat ini. Problematika yang ada terdata baik problem internal maupun eksternal.
LNG as Marine Fuel under LGF Code: A Meta-Analysis of Emission Reduction, Economic Viability and Safety Performance Utama, Yusuf Pria; Setiyawati, Rini; Rochmansyah, Rizal; Wahyuni H., Nurul; Mulyana, Fitri
Dinasti International Journal of Digital Business Management Vol. 7 No. 2 (2026): Dinasti International Journal of Digital Business Management (February - March
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijdbm.v7i2.6344

Abstract

The International Maritime Organization's (IMO) decarbonization targets necessitate adopting alternative fuels. Liquefied Natural Gas (LNG), regulated by the International Code of Safety for Ships Using Gases or Other Low-Flashpoint Fuels (IGF Code), offers potential emission reductions but faces debates regarding methane slip and cost-effectiveness. This meta-analysis synthesized 48 peer-reviewed studies (2015–2024) following PRISMA guidelines. Random- effects models quantified LNG’s performance versus conventional fuels (HFO/MDO) in emissions (CO₂eq, SOₓ, NOₓ, PM), economics (CAPEX/OPEX), and safety. Heterogeneity was assessed via I² statistics. LNG reduces SOₓ by 98% (95% CI: 96–99), NOₓ by 25% (18–32), and PM by 93% (88–97). Net CO₂eq reduction is 12% (5–19) after methane slip adjustment (0.2–5%). CAPEX is 25% higher (SMD = 1.8; 1.5–2.1), but OPEX is 22% lower (SMD = -1.2; -1.8 to -0.6). Safety incidents are 1.8× more likely (OR = 1.8; 1.2–2.7), mitigated by IGF-compliant training (OR = 0.6; 0.4–0.9). LNG achieves immediate air quality benefits but requires methane slip abatement for climate goals. Policy priorities include bio-LNG blending and global bunkering standardization