Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Budaya Organisasi Sekolah dan Motivasi Kerja Pendidik terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik (Studi Kasus di SMP Negeri 1 Adiwerna) Adi, Teguh Setia; Maufur, Maufur; Nasukha, Muntoha
Journal of Education Research Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i3.366

Abstract

Prestasi belajar peserta didik merupakan hal penting dalam dunia pendidikan. Namun, terdapat permasalahan terkait rendahnya prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh faktor budaya organisasi sekolah dan motivasi kerja pendidik. Tujuan penelitian in adalah untuk mengetahu: pengaruh budaya organisasi sekolah terhadap prestasi belajar, pengaruh motivasi kerja pendidik terhadap prestasi belajar, pengaruh budaya organisasi sekolah dan motivasi kerja pendidik terhadap prestasi belajar peserta didik di SMP Negeri satu Adiwerna Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, populasi dalam penelitian ini sejumlah sembilan ratus peserta didik. Sampel diambil sepuluh persen dari populasi yaitu sembilan puluh peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik dan regresi berganda. Hasil temuan dalam penelitian ini diketahui bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan budaya organisasi sekolah terhadap prestasi belajar peserta didik, Kesimpulannya adalah baik secara parsial dan simultan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara budaya organisasi sekolah dan motivasi kerja pendidik terhadap prestasi belajar peserta didik.
Peran Kepala Sekolah terhadap Peningkatan Kompetensi Pedagogi Guru dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri Se Bumijawa Riyanto, Slamet; Maufur, Maufur; Nasukha, Muntoha
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.863

Abstract

Tujuan penelitian penelitian adalah Untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri se Bumijawa, Untuk mengetahui Seberapa besar peran kepala sekolah terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri se Bumijawa dan Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Kurikulum Merdeka di  SMP Negeri se Bumijawa. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang data-datanya berhubungan dengan angka. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru SMP Negeri se Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal yang berjumlah seratus delapan belas orang guru. Hasil penelitian antara lain:  Kompetensi pedagogik guru dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri se Bumijawa adalah: kemampuan memahami karakteristik peserta didik; kemampuan menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran; kemampuan menguasai kegiatan pembelajaran yang mendidik; kemampuan menguasai pengembangan kurikulum; dan kemampuan mengevaluasi hasil belajar, peran kepala sekolah sebagai educator memperoleh kategori Sangat baik, peran kepala sekolah sebagai manajer, memperoleh kategori Baik, peran kepala sekolah sebagai supervisior memperoleh kategori Sangat baik, peran kepala sekolah sebagai administrator memperoleh kategori Baik, peran kepala sekolah sebagai pemimpin memperoleh kategori Sangat baik, peran kepala sekolah sebagai inovator memperoleh kategori Sangat baik, perankepala sekolah sebagai motivator memperoleh kategori Baik, dan peran kepala sekolah sebagai entrepreneur memperoleh  kategori Baik, faktor pendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka kebijakan pemerintah yang mendukung, kesiapan sekolah, dan  keterlibatan stakeholders. Sedangkan faktor-faktor penghambat pelaksanaan kurikulum merdeka di SMP Negeri se Bumijawa: kurangnya pemahaman guru, keterbatasan sarana dan prasarana, tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran
Pengaruh Metode Fokus Group Discussion dan Perilaku Inovatif Guru PAUD terhadap Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Alfiyah, Alfiyah; Kusrina, Tity; Nasukha, Muntoha
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1393

Abstract

Salah satu contoh perilaku inovatif guru dalam penyusunan modul ajar adalah desain kegiatan yang mendorong kolaborasi antar siswa, melatih keterampilan komunikasi dan kerja sama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode Fokus Group Discussion  terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka, perilaku inovatif guru terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka, dan interaksi antara metode Fokus Group Discussion (FGD) dan perilaku inovatif guru terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka PAUD di Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang meneliti populasi atau sampel tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Metode survei adalah proses yang mengambil sampel dari populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Berdasarkan pemaparan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa: Metode Fokus Group Discussion berpengaruh terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka di Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Dari enam puluh responden yang menjawab kuesioner Sangat Tidak Setuju sebesar dua orang. Tidak Setuju sebesar tiga orang atau sebesar. Netral sebesar delapan orang, dan Setuju sebesar empat puluh tujuh orang. Perilaku inovatif guru berpengaruh terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka di Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Dari enam puluh tujuh responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju sebanyak dua orang. Tidak Setuju sebanyak tiga orang. Netral sebanyak enam orang . Setuju sebanyak empat puluh dua orang. Sangat Setuju sebanyak tujuh orang. Total enam puluh orang. (3) Interaksi antara metode Fokus Group Discussion (FGD) dan perilaku inovatif guru terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka antara lain FGD memicu perilaku inovatif guru, mendukung implementasi perilaku inovatif guru, memfasilitasi kolaborasi dan kerjasama, dan FGD sebagai alat evaluasi dan pengembangan.
The Effect of Implementing Merdeka Curriculum on Teachers' Pedagogical Literacy Skills in Learning and Evaluation at Elementary Schools Ma’muni, Sugeng; Suriswo, Suriswo; Nasukha, Muntoha
Journal of English Language and Education Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v10i1.619

Abstract

The objectives of the study were (1) to find out the success of the implementation of the independent curriculum, (2) to find out how much influence it has in improving teachers' pedagogical literacy in learning and (3) how much influence it has in improving teachers' pedagogical literacy in evaluation in public elementary schools in Margasari sub-district. The approach in this study uses a quantitative approach whose data relate to numbers. The design in this study aims to describe the extent of the influence of the implementation of the Merdeka curriculum in improving teachers' pedagogical literacy in learning and evaluation in elementary schools in Margasari Subdistrict.The population in this study were all public elementary school teachers in Margasari Subdistrict, Tegal Regency, totaling 43 teachers. Based on the results of data analysis and the results of hypothesis testing that have been revealed in the previous section, the results of the study include: (1) The effect of the implementation of the Merdeka Curriculum of State Elementary Schools in Margasari District, on this variable obtained an average of 3.20 with a good category (2) The effect on teacher literacy skills on a) Learning obtained an average of 3.25 with a good category b) Evaluation obtained an average score of 3.23 with a good category. (3) supporting factors for the implementation of the Independent Curriculum (a) supportive government policies, (b) school readiness, and (c) stakeholder involvement. Meanwhile, the inhibiting factors for the implementation of the independent curriculum in public elementary schools in Margasari Subdistrict: (a) lack of teacher understanding, (b) limited facilities and infrastructure, (c) challenges in implementing learning.
Pengaruh Budaya Organisasi Sekolah dan Motivasi Kerja Pendidik terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik (Studi Kasus di SMP Negeri 1 Adiwerna) Adi, Teguh Setia; Maufur, Maufur; Nasukha, Muntoha
Journal of Education Research Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i3.366

Abstract

Prestasi belajar peserta didik merupakan hal penting dalam dunia pendidikan. Namun, terdapat permasalahan terkait rendahnya prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh faktor budaya organisasi sekolah dan motivasi kerja pendidik. Tujuan penelitian in adalah untuk mengetahu: pengaruh budaya organisasi sekolah terhadap prestasi belajar, pengaruh motivasi kerja pendidik terhadap prestasi belajar, pengaruh budaya organisasi sekolah dan motivasi kerja pendidik terhadap prestasi belajar peserta didik di SMP Negeri satu Adiwerna Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, populasi dalam penelitian ini sejumlah sembilan ratus peserta didik. Sampel diambil sepuluh persen dari populasi yaitu sembilan puluh peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik dan regresi berganda. Hasil temuan dalam penelitian ini diketahui bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan budaya organisasi sekolah terhadap prestasi belajar peserta didik, Kesimpulannya adalah baik secara parsial dan simultan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara budaya organisasi sekolah dan motivasi kerja pendidik terhadap prestasi belajar peserta didik.
Peran Kepala Sekolah terhadap Peningkatan Kompetensi Pedagogi Guru dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri Se Bumijawa Riyanto, Slamet; Maufur, Maufur; Nasukha, Muntoha
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.863

Abstract

Tujuan penelitian penelitian adalah Untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri se Bumijawa, Untuk mengetahui Seberapa besar peran kepala sekolah terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri se Bumijawa dan Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Kurikulum Merdeka di  SMP Negeri se Bumijawa. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang data-datanya berhubungan dengan angka. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru SMP Negeri se Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal yang berjumlah seratus delapan belas orang guru. Hasil penelitian antara lain:  Kompetensi pedagogik guru dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri se Bumijawa adalah: kemampuan memahami karakteristik peserta didik; kemampuan menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran; kemampuan menguasai kegiatan pembelajaran yang mendidik; kemampuan menguasai pengembangan kurikulum; dan kemampuan mengevaluasi hasil belajar, peran kepala sekolah sebagai educator memperoleh kategori Sangat baik, peran kepala sekolah sebagai manajer, memperoleh kategori Baik, peran kepala sekolah sebagai supervisior memperoleh kategori Sangat baik, peran kepala sekolah sebagai administrator memperoleh kategori Baik, peran kepala sekolah sebagai pemimpin memperoleh kategori Sangat baik, peran kepala sekolah sebagai inovator memperoleh kategori Sangat baik, perankepala sekolah sebagai motivator memperoleh kategori Baik, dan peran kepala sekolah sebagai entrepreneur memperoleh  kategori Baik, faktor pendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka kebijakan pemerintah yang mendukung, kesiapan sekolah, dan  keterlibatan stakeholders. Sedangkan faktor-faktor penghambat pelaksanaan kurikulum merdeka di SMP Negeri se Bumijawa: kurangnya pemahaman guru, keterbatasan sarana dan prasarana, tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran
Pengaruh Metode Fokus Group Discussion dan Perilaku Inovatif Guru PAUD terhadap Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Alfiyah, Alfiyah; Kusrina, Tity; Nasukha, Muntoha
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1393

Abstract

Salah satu contoh perilaku inovatif guru dalam penyusunan modul ajar adalah desain kegiatan yang mendorong kolaborasi antar siswa, melatih keterampilan komunikasi dan kerja sama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode Fokus Group Discussion  terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka, perilaku inovatif guru terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka, dan interaksi antara metode Fokus Group Discussion (FGD) dan perilaku inovatif guru terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka PAUD di Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang meneliti populasi atau sampel tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Metode survei adalah proses yang mengambil sampel dari populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Berdasarkan pemaparan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa: Metode Fokus Group Discussion berpengaruh terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka di Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Dari enam puluh responden yang menjawab kuesioner Sangat Tidak Setuju sebesar dua orang. Tidak Setuju sebesar tiga orang atau sebesar. Netral sebesar delapan orang, dan Setuju sebesar empat puluh tujuh orang. Perilaku inovatif guru berpengaruh terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka di Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Dari enam puluh tujuh responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju sebanyak dua orang. Tidak Setuju sebanyak tiga orang. Netral sebanyak enam orang . Setuju sebanyak empat puluh dua orang. Sangat Setuju sebanyak tujuh orang. Total enam puluh orang. (3) Interaksi antara metode Fokus Group Discussion (FGD) dan perilaku inovatif guru terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka antara lain FGD memicu perilaku inovatif guru, mendukung implementasi perilaku inovatif guru, memfasilitasi kolaborasi dan kerjasama, dan FGD sebagai alat evaluasi dan pengembangan.