Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

WORKSHOP PENGENALAN IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL (IKD) DI DESA POJOK KABUPATEN KARANGANYAR Merlin Swantamalo Magna; Ulfah Sulistyowati; Yuliana Ristantya Ningsih
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 11: Nopember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya Program Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang diperkenalkan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri mengakibatkan masyarakat Indonesia harus mengikuti perubahan tersebut, termasuk masyarakat Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk mengenalkan program IKD tersebut, sehingga masyarakat ikut serta dalam kepemilikan IKD. Metode yang digunakan adalah dengan mengadakan workshop yang dilakukan kepada Karang Taruna dan Perangkat Desa Pojok. Hasil dari pengabdian adalah masyarakat Desa Pojok memiliki pemahaman lebih banyak terkait IKD, sehingga membuat mereka terdorong untuk mangaktifkan IKD di smartphone masing-masing. Sehingga kepemilikan IKD di Kabupaten Karanganyar ikut meningkat dan masyarakat Desa Pojok mendapatkan kemudahan pelayanan publik.
Pengenalan Inovasi PELITA Sebagai Upaya Percepatan Cakupan Dokumen Akta Kematian di Desa Plumbungan Kabupaten Sragen Merlin Swantamalo Magna; Ulfah Sulistyowati; Yuliana Ristantya Ningsih
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i1.2076

Abstract

Although death certificates are indispensable for a myriad of legal and administrative processes, public cognizance of their significance remains limited. To rectify this, the Sragen Regency's Population and Civil Registration Office has introduced PELITA (Pelaporan Kematian Langsung Terbit Akta), a groundbreaking initiative designed to streamline and expedite the issuance of death certificates. The Diploma IV Program in Demography and Civil Registration Studies at Sebelas Maret University facilitated a socialization campaign in Plumbungan Village to disseminate information about PELITA. A comprehensive approach involving planning, implementation, and evaluation was adopted to foster public comprehension of the procedures and advantages associated with death certificates. The campaign yielded positive results, evincing a heightened public awareness of the importance of death certificates and appreciation for PELITA's user-friendly services. These findings underscore PELITA's potential to augment the coverage of death certificate ownership and, consequently, enhance the overall quality of civil registration services at the village level.
ANALISIS RASIO KEUANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2019-2023 Reza Febrianto Kasim; Ghani Candra Murti; Julita Elnisa Putri Nur Aisyah; Nadia Azzaira Azmarani; Yuliana Ristantya Ningsih
EVOKASI: Jurnal Kajian Administrasi dan Sosial Terapan Vol. 4 No. 1 (2025): EVOKASI
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/evokasi.v4i1.2420

Abstract

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan instrumen utama dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan pembangunan ekonomi daerah. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan rasio APBD dalam meningkatkan perekonomian di Kabupaten Kebumen pada tahun 2019-2023 dengan menggunakan enam rasio keuangan: pertumbuhan pendapatan, kemandirian daerah, derajat desentralisasi fiskal, efektivitas PAD, efisiensi, dan keserasian belanja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang mengandalkan data laporan realisasi APBD. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh dari Peraturan Bupati Kebumen dan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis rasio APBD Kabupaten Kebumen 2019–2023 menunjukkan efektivitas PAD yang baik. Namun, masih terdapat tantangan berupa rendahnya pertumbuhan pendapatan, kemandirian fiskal, dan alokasi belanja pembangunan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai efektivitas alokasi anggaran daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kebumen. Selain itu, mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam pengelolaan APBD untuk pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kebumen, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang relevan bagi pemerintah daerah. 
ANALISIS PENGARUH ALOKASI ANGGARAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DI KOTA SURAKARTA TAHUN 2020-2024 Gayuh Marvellin; Dina Asmarlina; Alifa Fiorenza Danita Putri; Atila Natalia Widiya Kencana; Yuliana Ristantya Ningsih
EVOKASI: Jurnal Kajian Administrasi dan Sosial Terapan Vol. 4 No. 1 (2025): EVOKASI
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/evokasi.v4i1.2430

Abstract

Alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Surakarta pada periode 2020–2024. IPM merupakan indikator penting dalam mengukur kualitas pembangunan manusia, yang dipengaruhi oleh faktor pendidikan, kesehatan, dan pendapatan. Dalam konteks ini, pemerintah daerah memegang peran strategis dalam mengalokasikan anggaran secara efektif untuk sektor-sektor tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda terhadap data sekunder dari BPS dan laporan APBD Kota Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun nilai R Square tinggi (0,886), baik anggaran pendidikan maupun anggaran kesehatan tidak berpengaruh signifikan secara parsial maupun simultan terhadap IPM. Ketidaksignifikanan ini diduga dipengaruhi oleh keterbatasan jumlah data tahunan, kompleksitas faktor-faktor eksternal yang memengaruhi IPM, serta efektivitas pengelolaan anggaran yang belum optimal. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan manusia tidak hanya ditentukan oleh besaran alokasi anggaran, tetapi juga oleh kualitas implementasi program dan sinergi antar sektor. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh dan pendekatan lintas sektoral dalam penyusunan kebijakan anggaran daerah.