Fiki Sa'adah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR BLENDED LEARNING GURU PJOK TINGKAT SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN SEYEGAN SLEMAN Nurhadi Santoso; Soni Nopembri; Putri Prastiwi Wulandari; Fiki Sa'adah
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan PkM ini adalah penyengaran kembali pengetahuan dan pemahaman yang telah dimiliki oleh guru PJOK sekolah dasar se-Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman tentang pembuatan bahan ajar blended learning berbasis internet untuk guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan tingkat Sekolah Dasar se-kecamatan Seyegan Sleman. Khalayak sasaran dari kegiatan PkM ini adalah seluruh guru pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) tingkat Sekolah Dasar di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman.Kegiatan PPM dengan Judul “Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Blended Learning Berbasis Internet untuk Guru PJOK Tingkat Sekolah Dasar se-kecamatan Seyegan Sleman” pelaksanaan PkM ini dapat berjalan dengan baik sesuai rencana. Tingkat pemahaman pembuatan bahan ajar blended learning berbasis internet berdasarkan selisih rerata Pretest dan Postest sebesar 3,7878 berarti ada peningkatan. Berdasarkan uji statistik dengan SPSS teknik analisis Paired Samples T Test atau uji t sampel berpasangan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000. Jika, signifikansi (2-tailed) kurang dari 0,05 maka kesimpulannya ada perbedaan nilai tes antara pretest dan postest. Kata kunci: Pelatihan; Bahan Ajar; Blended learning
Penerapan Pendekatan Taktis Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Terhadap Kemampuan Motorik Aulia Maris Syahputri; Wulan Azva Diana; Fiki Sa'adah; Duaji Rahadyan Nursantiko
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i4.4600

Abstract

Pendekatan taktis dalam pembelajaran pendidikan jasmani semakin mendapat perhatian karena kemampuannya mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam situasi permainan yang autentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pendekatan taktis terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar siswa sekolah dasar. Dengan desain quasi-eksperimental nonequivalent pretest-posttest control group, penelitian ini melibatkan 40 siswa kelas V dari satu sekolah dasar, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mendapatkan pembelajaran berbasis pendekatan taktis, sementara kelompok kontrol menggunakan pendekatan konvensional berbasis latihan drill. Instrumen pengukuran terdiri atas lima tes kemampuan motorik kasar: child ball, lari 40 meter, standing board jump, wall toss test, dan one leg stand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan taktis secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan seluruh aspek kemampuan motorik kasar dibandingkan pendekatan konvensional. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan substansial pada koordinasi mata-tangan (+9,50 poin), kecepatan (-0,60 detik), kekuatan eksplosif (+9,00 cm), ketangkasan (+6,90 repetisi), dan keseimbangan statis (+3,97 detik). Peningkatan ini mencerminkan adaptasi neuromotor yang lebih optimal melalui representasi tugas yang kontekstual dan menantang secara kognitif. Diskusi mendalam menunjukkan bahwa pendekatan taktis mendukung pembentukan motor schema yang bermakna dan mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan pentingnya transformasi pedagogi pendidikan jasmani menuju model yang lebih adaptif, kontekstual, dan berbasis permainan. Implikasi praktisnya meliputi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan integrasi teknologi pembelajaran untuk memperkuat implementasi pendekatan taktis di berbagai jenjang pendidikan.