Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pendampingan Goal Setting Atlet Pencak Silat Jawa Tengah PON 2024 Rony Syaifullah; Baskoro Nugroho Putro; Hanik Liskustyawati; Sri Santoso Sabarini; Agus Mukholid; Djoko Nugroho; Waluyo, Waluyo; Aulia Maris Syahputri; Putri Indah Nazareta
INSAN CENDEKIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): INSAN CENDEKIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/ic.v2i2.618

Abstract

Pendampingan goal setting membantu atlet Pencak Silat Jawa Tengah menetapkan tujuan spesifik, meningkatkan motivasi, dan mengelola emosi untuk prestasi optimal di PON 2024. Neuro-linguistic programming (NLP) membantu atlet pencak silat menetapkan dan mencapai tujuan dengan menggali potensi mental optimal. NLP mencakup strategi seperti visualisasi yang kuat, mengubah bahasa internal menjadi positif, membangun keyakinan diri, dan mengelola emosi melalui teknik grounding. Teknik anchoring dan mindfulness meningkatkan fokus dan konsentrasi, membantu atlet meraih prestasi tinggi dan mental juara berkelanjutan. Atlet Pencak Silat Jawa Tengah kini menggunakan visualisasi, bahasa positif, dan teknik NLP untuk mengenali dan mengelola emosi, meningkatkan fokus dan performa, serta mengganti keyakinan negatif, membantu mereka meraih prestasi di PON 2024.
Exploring Problem-Based Learning within Physical Education in Indonesia: A Content Analysis Rozi, Fatkhur; Wulansari, Dasih Ayu; Daryanto, Daryanto; Sukmana, Muhammad Endra; Syahputri, Aulia Maris; Hasan, Siti Nur Syahiirah; Hasan, Siti Nur Syafiqah; Ramadhan, Fathurrohman Syahrul; Zuhri, Syarifuddin
Berkala Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Berkala Ilmiah Pendidikan
Publisher : Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/bip.v5i1.1395

Abstract

The Problem-Based Learning (PBL) model plays a crucial role in developing critical thinking and problem-solving skills, which are essential for 21st-century education. This study aims to analyze the content of field research focusing on the application of the PBL model in physical education (PE) in Indonesia. Although numerous articles have been published on PBL, few have conducted content analyses on this topic. Therefore, this study explores the implementation of PBL in Indonesian physical education using a content analysis approach. The research employed a content analysis design, with the primary data source consisting of articles from SINTA-indexed PE journals. A total of 13 articles published between 2006 and 2023 met the criteria for analysis. The findings highlight significant opportunities for further PBL research in Indonesian PE, particularly using qualitative methods. Notably, there is a lack of studies involving grade 9 or 12 students. Most existing research focuses on learning outcomes, uses a variety of intervention types, and frequently relies on questionnaires and test sheets. Additionally, some quasi-experimental studies were found to use inappropriate data analysis techniques. This review provides critical baseline evidence to guide future research and pedagogical innovation in PE by identifying current gaps and methodological limitations in how PBL is applied and studied in Indonesia.
Training and Socialization of Creative Gymnastics as a Medium for Strengthening Movement Literacy and Expression in Physical Education Learning for Teachers across Solo Raya Aulia Maris; Baskoro Nugroho Putro; Putri Indah Nazareta; Agus Mukholid; Djoko Nugroho; Waluyo
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v6i2.5833

Abstract

Physical Education, Sports, and Health activities in the era of the Merdeka Curriculum require contextual, expressive, and movement literacy-based learning. However, Physical Education, Sports, and Health teachers' understanding of meaningful and creative learning approaches remains limited, particularly in implementing creative gymnastics. This program aimed to enhance Physical Education, Sports, and Health teachers’ knowledge, skills, and attitudes through hands-on, reflective training. The method employed a participatory-practice approach involving 70 teachers from various education levels across Solo Raya. Over two days, participants engaged in theoretical sessions, demonstrations, individual and group practice, as well as educational competition simulations. Evaluation results indicated a significant improvement in movement application aspects such as coordination, expression, and confidence in performing, with an average score increase of over 30%. Additionally, 91% of participants reported the activity as enjoyable and meaningful, while 90% expressed interest in further developing creative gymnastics. These findings suggest that the creative gymnastics-based approach is not only technically effective but also fosters value internalization and transforms teachers’ attitudes toward more reflective, participatory, and meaningful Physical Education, Sports, and Health learning. Therefore, creative gymnastics deserves to be positioned as a strategic pedagogical approach in contemporary Physical Education, Sports, and Health.
Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Guru dalam Menerapkan SAI Melalui Pendekatan Workshop Partisipatif Waluyo; Syahputri, Aulia Maris; Syaifullah, Rony; Sabarini, Sri Santoso; Liskustyawati, Hanik; Nugroho, Djoko
INSAN CENDEKIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): INSAN CENDEKIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/ic.v3i2.796

Abstract

Senam Anak Indonesia (SAI) merupakan program gerak nasional berbasis budaya lokal yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan motorik dasar, kebugaran jasmani, serta ekspresi diri anak usia sekolah dasar. Namun, implementasi SAI di sekolah masih menghadapi kendala, terutama minimnya pelatihan bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman, sikap, dan motivasi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) terhadap SAI melalui workshop partisipatif. Sebanyak 70 guru PJOK dari tujuh Karesidenan Surakarta mengikuti pelatihan selama dua hari yang mencakup sesi teori, praktik terbimbing, serta praktik mandiri dan refleksi. Evaluasi menggunakan angket skala Likert yang dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukan terdapat peningkatan signifikan terhadap skor kesenangan pada respon sangat setuju dari 4.3% menjadi 67.1%,  keyakinan pada respon sangat setuju dari 0% menjadi 72.9%, minat pada respon sangat tertarik dari 0% menjadi 72.9%, kreativitas pada respon sangat setuju dari 5.7% menjadi 68.6%, dan motivasi pada respon sangat termotivasi dari 8.6% menjadi 71.4%. Temuan ini menunjukan bahwa workshop partisipatif efektif meningkatkan kompetensi konseptual dan afektif guru, sekaligus menempatkan mereka sebagai calon early adopters inovasi pembelajaran jasmani berbasis budaya.
Penerapan Pendekatan Taktis Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Terhadap Kemampuan Motorik Aulia Maris Syahputri; Wulan Azva Diana; Fiki Sa'adah; Duaji Rahadyan Nursantiko
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i4.4600

Abstract

Pendekatan taktis dalam pembelajaran pendidikan jasmani semakin mendapat perhatian karena kemampuannya mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam situasi permainan yang autentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pendekatan taktis terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar siswa sekolah dasar. Dengan desain quasi-eksperimental nonequivalent pretest-posttest control group, penelitian ini melibatkan 40 siswa kelas V dari satu sekolah dasar, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mendapatkan pembelajaran berbasis pendekatan taktis, sementara kelompok kontrol menggunakan pendekatan konvensional berbasis latihan drill. Instrumen pengukuran terdiri atas lima tes kemampuan motorik kasar: child ball, lari 40 meter, standing board jump, wall toss test, dan one leg stand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan taktis secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan seluruh aspek kemampuan motorik kasar dibandingkan pendekatan konvensional. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan substansial pada koordinasi mata-tangan (+9,50 poin), kecepatan (-0,60 detik), kekuatan eksplosif (+9,00 cm), ketangkasan (+6,90 repetisi), dan keseimbangan statis (+3,97 detik). Peningkatan ini mencerminkan adaptasi neuromotor yang lebih optimal melalui representasi tugas yang kontekstual dan menantang secara kognitif. Diskusi mendalam menunjukkan bahwa pendekatan taktis mendukung pembentukan motor schema yang bermakna dan mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan pentingnya transformasi pedagogi pendidikan jasmani menuju model yang lebih adaptif, kontekstual, dan berbasis permainan. Implikasi praktisnya meliputi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan integrasi teknologi pembelajaran untuk memperkuat implementasi pendekatan taktis di berbagai jenjang pendidikan.
Pembelajaran Berbasis Permainan dalam Pendidikan Jasmani: Tinjauan Kepustakaan Sistematis Tren Dan Tantangan Rozi, Fatkhur; Daryanto, Daryanto; Wulansari, Dasih Ayu; Syahputri, Aulia Maris; Hermawan, Henry
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 6 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i6.803

Abstract

Integrasi Game-Based Learning (GBL) dalam Pendidikan Jasmani (PJOK) telah menjadi fokus inovasi global untuk meningkatkan partisipasi aktif dan keterlibatan emosional siswa. Fokus inovasi tersebut melandasi penelitian ini untuk memetakan tren metodologi, distribusi jenjang pendidikan, dan tantangan implementasi GBL melalui tinjauan kepustakaan sistematis (SLR). Protokol SLR dijalankan mengikuti pedoman PRISMA terhadap 66 artikel pilihan yang bersumber dari database Scopus pada periode 2015-2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya dominasi implementasi GBL pada tingkat pendidikan dasar (39%) dengan pemanfaatan teknologi berbasis mobile (56%) sebagai tren utama yang paling banyak dikaji. Tren teknologi ini secara konsisten terbukti mampu meningkatkan motivasi intrinsik serta keterampilan motorik peserta didik secara signifikan melalui pengalaman belajar yang imersif. Namun, efektivitas pembelajaran tersebut masih sering dibatasi oleh hambatan desain pedagogis, keterbatasan infrastruktur teknis, serta rendahnya literasi digital pendidik di lapangan. Sebagai simpulan, penelitian ini merumuskan Integrated GBL-PE Success Framework untuk menyelaraskan mekanisme permainan dengan tujuan kurikuler guna menjamin keberlanjutan inovasi olahraga di masa depan.
Peningkatan Kebugaran Jasmani Siswa Melalui Program Pembelajaran Intervensif Berbasis Pendekatan Taktis di SD Negeri Palur 2 Syahputri, Aulia Maris; Nazareta, Putri Indah; Mukholid, Agus; Sabarini, Sri Santoso; Liskustyawati, Hanik; Syaifullah, Rony
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7149

Abstract

Pendidikan jasmani memiliki peran penting dalam meningkatkan kebugaran jasmani, keterampilan motorik, dan motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi efektivitas program pembelajaran intervensif berbasis pendekatan taktis dalam meningkatkan kebugaran jasmani siswa sekolah dasar. Pendekatan taktis dipilih karena menekankan pembelajaran berbasis permainan, pengambilan keputusan, dan keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-komparatif dengan melibatkan 40 siswa kelas V di SD Negeri Palur 2 Sukoharjo yang dibagi menjadi Kelas Mitra dan Kelas Pembanding. Instrumen penelitian berupa Tes Kebugaran Siswa Indonesia yang meliputi koordinasi, kelincahan, daya tahan kardiorespirasi, dan kecepatan gerak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelas Mitra yang mendapatkan intervensi berbasis pendekatan taktis mengalami peningkatan signifikan pada semua indikator kebugaran dibandingkan dengan Kelas Pembanding, dengan perbedaan gain score yang konsisten pada setiap komponen. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan taktis efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, meningkatkan motivasi, serta mengoptimalkan keterampilan motorik siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran pendidikan jasmani berbasis bukti dan menawarkan alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Implikasi praktisnya, guru PJOK dapat mengintegrasikan pendekatan taktis dalam kurikulum untuk menciptakan lingkungan belajar yang aktif, adaptif, dan lebih bermakna.