Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas untuk Lingkungan yang Lebih Bersih dan Sehat Sirajuddin, Nur Tasmiah; Ruslan, Dyah Auliah Rachma
ABDIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): ABDIMAS JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Research and Community Service INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS KALBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53008/abdimas.v6i1.4517

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema "Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas untuk Lingkungan yang Lebih Bersih dan Sehat" dilaksanakan pada 21 Februari 2025 di Kecamatan Maros Baru, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pemilahan sampah serta pengolahan sampah organik menjadi kompos. Sebanyak 43 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta terkait jenis-jenis sampah, dengan 85% peserta dapat membedakan sampah organik dan anorganik setelah kegiatan. Selain itu, 75% peserta mulai memisahkan sampah di rumah. Meskipun demikian, terdapat tantangan terkait fasilitas pemilahan sampah dan keterbatasan ruang di rumah tangga. Ke depan, pengembangan infrastruktur pengelolaan sampah dan sosialisasi berkelanjutan perlu menjadi perhatian untuk mencapai dampak yang lebih besar.
Proporsional alih fungsi lahan mangrove untuk kawasan budidaya dalam perspektif mitigasi perubahan iklim Rahman, Rahman; Fendjalang, Sophia N. M; Krisye, Krisye; Sirajuddin, Nur Tasmiah
Grouper Vol. 14 No. 2 (2023): Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v14i2.158

Abstract

Pengelolaan ekosistem mangrove umumnya terdiri dari pengelolaan konservatif dan pengelolaan destruktif. Salah satu pengelolaan destruktif yang paling berpengaruh terhadap degradasi mangrove adalah alih fungsi lahan menjadi tambak. Penyerapan karbon mangrove menurun dan emisi gas rumah kaca meningkat seiring dengan konversi mangrove. Disisi lain, manfaat ekonomi dari kegiatan tambak sangat menjanjikan bagi pelaku usaha. Perdebatan antara mempertahankan ekologi atau mengutamakan keuntungan ekonomi terus bergulir. Analisis ini bertujuan untuk menentukan proporsional alih fungsi lahan mangrove menjadi tambak dalam perspektif mitigasi perubahan iklim. Hasil analisis menunjukkan bahwa alih fungsi lahan mangrove menjadi tambak pada proporsi tersebut dapat dilakukan pertimbangan keuntungan ekonomi dengan tetap menjaga optimasi fungsi penyerapan karbon. Stok karbon yang hilang akibat konversi dapat diperoleh melalui budidaya tambak udang. Kegiatan budidaya mampu menyerap CO2 hingga 25% dari serapan karbon mangrove melalui penyerapan fitoplankton. Selain itu, emisi gas CH4 yang dihasilkan tambak tradisional, semi intensif, dan intensif juga relatif rendah yaitu berkisar 0.0009 – 0.0264 mg m2 ha-1. Stok karbon mangrove yang dapat dikonversi menjadi tambak yang memiliki nilai karbon awal sebesar 261.9-490.12 Mg C ha-1 adalah 99.82-227.03 Mg C ha-1. Konversi tersebut dapat dilakukan untuk pembukaan lahan atau pengembangan kawasan budidaya. Namun apabila nilai stok karbon pada suatu ekosistem lebih rendah dari nilai stok karbon minimal (<261,9 Mg C ha-1) maka kegiatan budidaya dapat dilakukan pada lahan eksisting dan tidak melakukan konversi mangrove, sebaliknya harus dilakukan rehabilitasi mangrove sehingga stok karbon dapat meningkat. Jenis spesies mangrove yang direkomendasikan untuk direhabilitasi adalah R. stylosa, R. apiculata. dan R. mucronata. 
Analisis Total Bakteri Coliform di Perairan Pantai Liang Kabupaten Maluku Tengah Sirajuddin, Nur Tasmiah; Mamesah, Juliaeta A. B.
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/biocaster.v6i2.1182

Abstract

Coastal waters are widely used for various human activities, including tourism. Liang Beach in Central Maluku Regency is one of the coastal tourist destinations experiencing environmental pressure due to increased population activity that has the potential to cause nutrient enrichment that can increase the number of coliform bacteria as an indicator of microbiological pollution. This study aims to analyze the number of coliform bacteria in the waters of Liang Beach and compare it with the applicable water quality threshold. This study used a purposive sampling method divided into 3 sampling points with 3 replications each, the distance of each point from the coastline is 5 meters, 7 meters, and 10 meters. Analysis of the number of coliform bacteria was carried out using standard microbiological methods and expressed in units of CFU/100 ml. The results showed that the average total coliform bacteria at point 1 was 100 CFU/100 ml, point 2 was 128.7 CFU/100 ml, and point 3 was 94.7 CFU/100 ml. These results indicate that Liang Beach still meets microbiological quality standards and is relatively safe for tourism activities. This research is expected to provide baseline data for microbiological research and sustainable management in the waters of Liang Beach.