Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Struktur Aset, dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Sektor Consumer Goods Industry yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2022 Buana, David Imam; Karmawan; Anggita, Wenni
Jurnal EMT KITA Vol 8 No 1 (2024): JANUARY 2024
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET) - Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/emt.v8i1.2070

Abstract

This research aims to test and analyze the influence of profitability, liquidity, asset structure, and sales growth on capital structure in companies in the consumer goods industry sector. This type of research is quantitative research with a sample of companies in the consumer goods industry sector. The independent variables used in this research are profitability, liquidity, asset structure, and sales growth, while the dependent variable in this research is capital structure. The sample in this study was 32 companies using the purposive sampling technique. The data analysis method used is multiple regression analysis. Based on the results of research conducted with a sample of 32 companies, it can be concluded as follows: (1) The profitability variable has a significant positive influence on capital structure because the company is carrying out expansion which requires a lot of funds to encourage increased profits in the future. (2) The liquidity variable has a significant negative influence on capital structure because sector companies that have high liquidity means they can pay short-term debt, so they tend to reduce total debt, which ultimately will make the capital structure smaller. (3) The asset structure variable does not have an influence on the capital structure because most of the company's fixed assets are financed with the company's internal funds. An increase in fixed assets is not always followed by an increase in long-term debt. (4) The sales growth variable does not influence the capital structure because sales tend not to be supported by an efficient increase in the company's capital, resulting in operational costs that are too high
Pengaruh Kesadaran Membayar Pajak, Pengetahuan dan Pemahaman Tentang Peraturan Perpajakan Serta Persepsi Yang Baik Atas Efektivitas Sistem Perpajakan Terhadap Kemauan Membayar Pajak (studi kasus Wajib Pajak Orang Pribadi pada KPP Pratama Pangkalpinang) Bagus. P, M. Khalifah; Karmawan; Julia
Indonesian Journal of Accounting and Business Vol 5 No 2 (2024): Indonesian Journal of Accounting and Business
Publisher : Jurusan Akuntansi, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ijab.v5i2.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh kesadaran membayar pajak, pengetahuan dan pemahaman tentang peraturan perpajakan serta persepsi yang baik atas efektivitas sistem perpajakan terhadap kemauan membayar pajak. Popukasi pada penelitian ini adalah seluruh Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Pangkalpinang. Data pada penelitian ini diperoleh menggunakan kuesioner dengan memakai teknik purposive sample dengan sampel yang digunakan yaitu sebanyak 98 responden. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS versi 21.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel kesadaran membayar pajak, pengetahuan dan pemahaman tentang peraturan perpajakan serta persepsi yang baik atas efektivitas sistem perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemauan membayar pajak. Kesimpulannya adalah dalam objek penelitian ini di KPP Pratama Pangkalpinang pada ketiga variabel tersebut mempengaruhi variabel kemauan membayar pajak.
Pengaruh Exchange Rate, Harga, dan Fitur Layanan Terhadap Minat Beli Produk Pada Aplikasi Weverse Shop Pada Komunitas Moa Indonesia di Twitter Gusviarti, Era Putri; Karmawan; Vebtasvili
Indonesian Journal of Accounting and Business Vol 6 No 1 (2024): Indonesian Journal of Accounting and Business
Publisher : Jurusan Akuntansi, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ijab.v6i1.87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh exchange rate, harga, dan fitur layanan terhadap minat beli produk pada aplikasi Weverse Shop pada Komunitas MOA Indonesia di Twitter. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan MOA Indonesia di Twitter sebagai sampel. Variabel independen pada penelitian ini adalah exchange rate, harga, dan fitur layanan, sedangkan variabel dependen pada penelitian ini adalah minat beli. Sampel pada penelitian ini berjumlah 77 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif statistik, uji instrument, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan sampel yang berjumlah 77 orang maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) Exchange rate tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli produk pada aplikasi Weverse Shop pada Komunitas MOA Indonesia di Twitter yang ditunjukkan dengan nilai signifikasi lebih besar dari 0,05. Jenis exchange rate yang digunakan maupun tinggi rendahnya exchange rate yang berlaku saat melakukan transaksi pembelian tidak mempengaruhi minat beli. (2) Harga memiliki pengaruh atau berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli produk pada aplikasi Weverse Shop pada Komunitas MOA Indonesia di Twitter yang ditunjukkan dengan nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05. Individu cendrung mempertimbangkan apakah harga sesuai dengan kualitas dan manfaat yang diberikan, membandingkan harga serta keterjangkauan harga dari produk tersebut. (3) Fitur layanan memiliki pengaruh atau berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli produk pada aplikasi Weverse Shop pada Komunitas MOA Indonesia di Twitter yang ditunjukkan dengan nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05. Fitur layanan yang tersedia dapat mempengaruhi individu untuk menggunakan sebuah aplikasi. Fitur layanan yang lengkap dan memadai dapat meningkatkan minat beli pada sebuah aplikasi.
Reconstruction of Islamic-Based Marriage Law Politics: A Comparison between Legal Traditions in the Middle East and Southeast Asia Abbas Sofwan Matlail Fajar; Karmawan; Nur Rohim Yunus
Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 8 No. 1 (2025): Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/legitima.v8i1.8356

Abstract

Purpose - This article aims to analyze the reconstruction of Islamic-based marriage law politics through a comparative approach between the legal traditions of the Middle East and Southeast Asia. The study examines how legal politics shapes the codification of family law and the extent to which reconstruction is needed to address the challenges of justice and modernity. Method - This study employs a normative-comparative method, drawing on a legal politics approach and comparative Islamic law. The data are drawn from primary legal materials (marriage laws, Islamic legal compilations, and family regulations in Muslim-majority countries) and secondary legal materials, including academic literature. The analysis is conducted through content analysis and comparison of legal systems. Findings - The findings indicate that legal politics plays a dominant role in shaping Islamic-based marriage regulations. The legal tradition in the Middle East tends to preserve classical fiqh with a high degree of conservatism. In contrast, Southeast Asia is more adaptive through codification and harmonization with national legal systems. A reconstruction of legal politics is necessary to integrate the principles of maqāṣid al-sharīʿah with the demands of universal justice. Research Implications - This study contributes to the development of Islamic legal politics theory and serves as a reference for policymakers in formulating marriage regulations that are responsive to social dynamics. Originality/Value - This study offers a new perspective on the reconstruction of Islamic-based marriage law politics through a cross-regional comparative analysis, a subject rarely examined in depth in contemporary Islamic legal literature.
The Legal Policy of Marriage Registration: A Dogmatic Review of the New Criminal Code Between Administrative and Criminal Law Nur Rohim Yunus; Abbas Sofwan Matlail Fajar; Karmawan
Al Fuadiy Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 7 No. 2 (2025): July-December, Al Fuadiy : Journal of Islamic Family Law
Publisher : Nurul Qarnain College of Sharia Studies, Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/af.v7i2.1422

Abstract

Marriage registration holds a crucial position as a guarantee of certainty regarding the status of spouses and children, as well as a foundation for the integrity of population data. However, failure to register intersects with the criminal realm in the new Criminal Code. This article aims to examine whether the reporting obligation is solely administrative or, under certain circumstances, is subject to criminal sanctions under the political law of the Criminal Code. The method used is normative-dogmatic legal research with an empathetic approach: legislation to map the relationship between the Criminal Code, the Marriage Law, and population administration; the socio-juridical context to assess the barriers to access and pluralism; cases to examine the elements of action, wrongdoing, and harm; and a limited comparison with several announcements. The main findings indicate that registration is essentially an administrative obligation addressed through gradual sanctions, the obligation to verify the validity of the marriage certificate, and service integration/digitalization. Criminalization is only permitted as an ultimum remedium in cases of deception, forgery, exploitation, or actual societal harm.
The Interaction of State, Customary, and Religious Law in the Regulation of Marriage in Indonesia's New Criminal Code Nur Rohim Yunus; Abbas Sofwan Matlail Fajar; Karmawan
Al Fuadiy Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 8 No. 1 (2026): January-June, Al Fuadiy : Journal of Islamic Family Law (in Press)
Publisher : Nurul Qarnain College of Sharia Studies, Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/af.v8i1.1829

Abstract

Pemberlakuan KUHP 2023 menandai perubahan penting dalam pengaturan kehidupan privat dan keluarga dengan memperluas norma pidana ke ranah yang selama ini diatur oleh hukum agama dan adat. Dalam konteks pluralisme hukum Indonesia, perkawinan berada pada persimpangan antara hukum negara, hukum agama, dan norma adat yang saling berinteraksi sekaligus berpotensi berkonflik. Kajian sebelumnya umumnya membahas pluralisme hukum secara deskriptif atau sebelum reformasi KUHP, sehingga belum banyak mengulas dampak konkret kriminalisasi baru terhadap praktik perkawinan. Dengan pendekatan sosio-legal kualitatif yang mengombinasikan analisis doktrinal, wawancara, dan pengamatan lintas wilayah, artikel ini menunjukkan bahwa KUHP tidak menentukan keabsahan perkawinan, tetapi memperkenalkan delik aduan—khususnya perzinahan dan kohabitasi—yang secara tidak langsung mendisiplinkan perkawinan yang belum terdaftar. Temuan penelitian memperlihatkan beroperasinya otoritas hukum dalam bidang semi-otonom: lembaga agama menjaga validitas normatif, mekanisme adat membangun legitimasi sosial dan sanksi restoratif, sementara negara menegakkan akibat hukum melalui pendaftaran dan sanksi pidana. Interaksi berlapis ini menghasilkan konsekuensi yang bergantung pada forum, terutama terkait status perkawinan, legitimasi anak, dan warisan. Meskipun berpotensi mendorong pendaftaran perkawinan, rezim ini juga berisiko menimbulkan kriminalisasi selektif dan meningkatkan kerentanan perempuan serta kelompok marginal, sehingga menuntut harmonisasi regulasi dan pedoman penegakan hukum yang peka gender