Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN BUAH STROBERI SEBAGAI SERAT ALAMI DAN BERSIFAT SELF CLEANSING DALAM UPAYA PENGENDALIAN BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTAN UNTUK MENGURANGI TERBENTUKNYA PLAK GIGI PADA SDN DI KANAGARIAN AMPANG GADANG KABUPATEN AGAM Arnetty, Arnetty; Fitri, Ika
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i1.5053

Abstract

Berbagai program upaya kesehatan telah dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, salah satunya adalah program pelayanan kesehatan gigi. Plak merupakan deposit lunak yang melekat erat pada permukaan gigi, terdiri atas mikroorganisme yang berkembang biak dalam suatu matrik intraseluler  . Salah satu jenis buah-buah yang digunakan sebagai pengobatan adalah buah stroberi Stroberi merupakan salah satu tanaman yang memiliki manfaat untuk menghilangkan bau mulut, memutihkan gigi, mencegah karies dan sebagai antibakteri Katekin dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans melalui dua cara yaitu sebagai bakterisida dan menghambat proses glikosilasi bakteri Stroberi merupakan makanan yang bersifat tidak merangsang pemukaan plak melainkan sebagai pengendali debris alami atau sebagai pembersih alami pada permukaan gigi. Pembersih alami membantu menyingkirkan partikel-partikel makanan dan gula selama proses pengunyahan. Mengunyah buah stroberi mempunyai banyak keuntungan salah satunya secara mekanis, pada saat mengunyah buah stroberi terjadi gesekan antara permukaan gigi dengan serat yang terdapat dalam buah stroberi sehingga dapat menghilangkan debris pada permukaan gigi, kemudian aktivitas gigi dalam mengunyah buah stroberi akan merangsang sekresi saliva sehingga dapat membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan secara alami. Dengan mengadakan pengabdian kepada mitra pengabdian  yaitu murid SDN 15 Ampang Gadang Kecamatan Ampek Angkek kabupaten Agam dengan tujuan menambah pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut, serta penggunaan buah stroberi untuk mencegah terjadinya karies gigi. Metode yang digunakan yaitu ceramah, tanya jawab, demostrasi cara menyikat gigi yang baik dan benar serta pelaksanaan mengunyah stroberi. Adapun hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan mitramengenai menjaga kesehatan gigi dan mulut, manfaat stroberi untuk mencegah terjadinya karies gigi. Kata kunci : Plak Gigi, Stroberi, Mengunyah
The Role of Social Capital in Clove Marketing: A Case Study of Rural South Sulawesi jumiati, jumiati; nadir, nadir; Akbar, Akbar; Rumallang, Ardi; Molla, Saleh; Fitri, ika
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 0 No. 00 (2025): inpress
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the clove marketing channels and the role of social capital in supporting the marketing process in Mamampang Village, Tombolopao Sub-district, Gowa Regency. Adopting a qualitative case study design, data were collected from clove farmers, collecting traders, and large traders through in-depth interviews. The results show two main marketing channels: (1) farmers sell wet cloves to intermediary traders who then pass the product to large traders and industries, and (2) farmers sell dried cloves directly to large traders to obtain higher prices and greater market control. Social capital plays a strategic role in the selection and effectiveness of these marketing channels. Elements such as trust, reciprocal relationships, and adherence to social norms enable capital borrowing without collateral, promote knowledge exchange, and ensure compliance with informal agreements. Strong community values, particularly gotong royong and solidarity, reinforce the resilience and adaptability of clove marketing systems. The integration of social and digital networks also enhances market information access and supports sustainable marketing practices. These findings underscore the importance of strengthening social capital as a means to improve farmers' welfare, increase market efficiency, and build sustainable agricultural marketing frameworks.