Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Innovative Technologica: Methodical Research Journal

Rancang Bangun Spring Parting Tool Holder Alamsyah, Candra Firman; Fahruddin, A’rasy
Innovative Technologica: Methodical Research Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/innovative.v2i3.85

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pembuatan bagian pelengkap mesin bubut untuk meningkatkan efisiensi waktu dan kekasaran produk dalam proses pemotongan benda kerja. Maka dalam penelitian ini dibuat alat berupa Spring Parting Tool Holder. Dalam pembuatan alat ini digunakan plat ST 42 sebagai bahan utama. Proses pembuatan komponen meliputi: proses frais dan proses drilling. Sebelum ke tahap pembuatan alat, perencanaan desain gambar dibuat menggunakan Solidwoks agar keseluruhan model menjadi jelas dan siap untuk proses manufaktur pembuatan alat. Secara teoritis, total waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan pembuatan alat adalah 5 Menit 14 Detik, namun waktu pengerjaan alat secara aktual adalah 25 Menit 38 Detik. Hal ini terjadi karena dalam kondisi aktual pemakanan dari benda kerja dilakukan secara berurutan, selain itu proses drilling yang masih manual dan tekanan yang tidak selalu sama. Sedangkan pada uji performansi alat pada variasi kecepatan mesin bubut 190 rpm; 755 rpm; dan 1255 rpm menunjukkan nilai kekasaran 0,941 µm; 0,665 µm; dan 0,431 µm dengan waktu pemotongan 2,23 menit; 1,44 menit; dan 0,54 menit.
Analisa Pengaruh Variasi Bahan Bakar A, B, dan C terhadap Konsumsi Bahan Bakar, Emisi Gas Buang dan Daya pada Mesin 1300 cc Yunus, Moh; Fahruddin, A’rasy
Innovative Technologica: Methodical Research Journal Vol. 3 No. 1 (2024): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/innovative.v3i1.96

Abstract

Pengujian performa mesin adalah tenaga yang dihasilkan oleh engine tersebut saat pengujian performa mesin alat yang dibutuhkan adalah dynamometer. Selain pengujian performa mesin. Kendaraan bermotor perlu melakukan pengujian emisi gas buang yang berfungsi untuk mengetahui kadar racun yang disebabkan oleh hasil pembakaran yang tidak sempurna. Nilai Oktan adalah seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan. Penelitian ini menggunakan metode experiment, yaitu mengadakan percobaan terhadap bahan yang akan diuji. Adapun bahan yang diuji adalah jenis bahan bakar Exxon mobil 92R, Pertamax, dan Shell super. Bahan bakar Exxon 92 kadar yang dihasilkan lebih tinggi dari yang lain yaitu 0,35ppm di 4500 RPM, sedangkan pada Pertamax 0,32ppm di 4500 RPM, Shell Super 0,30ppm di 4500 RPM bahan bakar Exxon 92 tenaga yang dihasilkan lebih rendah dari yang lain yaitu 51,08 BHP di 4500 RPM, sedangkan pada Pertamax 53,54 BHP di 4500 RPM, Shell Super 56,62 BHP pada Engine Stand Avanza pengujian emisi, tenaga dan konsumsi bahan bakar dengan varian bahan bakar berbeda. Pada pengujian emisi gas buang kadar HC,CO dan CO2 tertinggi terdapat pada Exxon92R sedangkan nilai terendah tercatat adalah Shell Super. pada pengujian tenaga didapatkan nilai paling rendah adalah bahan bakar Exxon92R sedangkan nilai tertinggi tercatat adalah Shell Super.
Analisa Pengujian Instalasi Anaerobic Digestion untuk Pemanfaatan Limbah Cair Tahu menjadi Biogas dengan Penambahan Variasi Kotoran Sapi Purboyo, Prido Dwi; Fahruddin, A’rasy
Innovative Technologica: Methodical Research Journal Vol. 3 No. 2 (2024): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/innovative.v3i2.102

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengolah limbah cair tahu menjadi biogas melalui instalasi digester anaerobik dengan variasi campuran kotoran sapi (10%, 15%, dan 20%). Metode penelitian melibatkan pembuatan digester dengan variabel bebas, terikat, dan terkontrol. Variasi pH, temperatur, tekanan biogas, dan volume biogas diamati selama 15 hari fermentasi. Hasil menunjukkan pada variasi 10%, pH tertinggi pada hari ke-7 (7), temperatur tertinggi 32oC, dan tekanan biogas mulai muncul hari ke-6 (89,2 cmHg), dengan volume biogas 90 liter. Variasi 15% mencapai pH tertinggi pada hari ke-8 (7,2), temperatur tertinggi 34oC, tekanan biogas mulai hari ke-5 (89,9 cmHg), dan volume biogas 95 liter pada hari ke-15. Variasi 20% mencapai pH tertinggi pada hari ke-8 (7,4), temperatur tertinggi 35oC, tekanan biogas mulai hari ke-5 (90,7 cmHg), dengan volume biogas 100 liter pada hari ke-15. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pengelolaan limbah tahu menjadi biogas dengan variasi campuran, menunjukkan potensi efisiensi dan keberhasilan dalam menghasilkan biogas.