Sianipar, Cecilia Paulina
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ASESMEN PSIKOLOGI DAN PELATIHAN BAGI PENDAMPING ANAK DAN REMAJA DARI LINGKUNGAN BERISIKO Sari, Diana Permata; Astuti, Ratri Sunar; Etikawati, Agnes Indar; Mulyatno, C. B.; Sianipar, Cecilia Paulina
ABDIMAS ALTRUIS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/aa.v7i1.7370

Abstract

Children at risk are children who are vulnerable to losing their rights due to certain conditions in their environment or certain situations in their lives. Children at risk need to receive appropriate assistance to develop adaptive behavior. To provide appropriate assistance, a psychological assessment is needed because most children are at risk of experiencing psychological problems. The results of the assessment showed that forms of psychological problems were found, including difficulty regulating emotions, feeling insecure, negative self-concept, feeling rejected by the environment, lack of familiarity with rules and manners, not knowing what is right and wrong, committing acts of aggressiveness, being undisciplined, experiencing learning difficulties, lack of social skills. Based on these findings, training for at-risk children's companions is provided. There are five training topics, namely creating a supportive and empathetic atmosphere, teaching to act with conscience, basic counseling skills, emotional regulation, and developing social and communication skills in children. The results of the training can provide additional knowledge and skills to caregivers and companions of children at risk at the Dream House.
Peranan Pendamping PIA dalam Memberikan Literasi Digital kepada Anak-Anak di Paroki Santo Antonius Padua Kotabaru Wullo, Maria Hubertina; Rusten, Ludia; Herin, Roberta Waya; Maternus, Yosef; Setiyono, Agustinus; Sianipar, Cecilia Paulina
Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology Vol 3, No 1 (2025): Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/snf.v3i1.10131

Abstract

Pada saat ini, media digital memberikan banyak kemudahan bagi penggunanya dalam berinteraksi. Akan tetapi media digital juga membawa dampak negatif, salah satu dampak yang dirasakan adalah pada anak-anak. Dewasa ini banyak kasus yang menimpa anak-anak dimana mereka cenderung menjadi dewasa sebelum waktunya, yang ditunjukan melalui sikap dan perilaku mereka. Hal ini disebabkan karena banyak faktor dan informasi yang didapatkan anak melalui media digital. Maka dari itu, kajian ini bertujuan untuk mengetahui literasi digital seperti apa yang akan diberikan oleh fasilitator Pendampingan Iman Anak (PIA) kepada anak- anak yang didampingi. Dengan demikian, anak bisa tumbuh menjadi generasi yang bijak dalam menggunakan teknologi dan memiliki kesadaran sosial dalam menghadapi tantangan dunia digital. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara, yang dilakukan kepada para fasilitator PIA di Paroki Kotabaru. Hasil akhir dari penelitian ini sendiri adalah diketahuinya bentuk literasi digital yang cocok diberikan kepada anak-anak dalam PIA.AbstrakPada saat ini media digital memberikan banyak kemudahan bagi penggunanya dalam berinteraksi. Akan tetapi media digital juga membawa dampak negatif, salah satu dampak yang dirasakan adalah pada anak-anak. Saat ini banyak kasus yang menimpa anak-anak dimana mereka cenderung menjadi dewasa sebelum waktunya, yang ditunjukan melalui sikap dan perilaku mereka. Hal ini disebabkan karena banyak hal dan informasi yang didapatkan anak melalui media digital. Maka dari itu, kajian ini bertujuan untuk mengetahui literasi digital seperti apa yang akan diberikan oleh fasilitator Pendampingan Iman Anak (PIA) kepada anak-anak yang didampingi. Dengan demikian, anak bisa tumbuh menjadi generasi yang bijak dalam menggunakan teknologi dan memiliki kesadaran sosial dalam menghadapi tantangan dunia digital. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara, yang dilakukan kepada para fasilitator PIA di Paroki Kotabaru. Hasil akhir dari penelitian ini sendiri adalah diketahuinya bentuk literasi digital yang cocok diberikan kepada anak-anak dalam PIA.
Evaluasi Diri Mahasiswa Pendidikan Keagamaan Katolik Terhadap Fenomena Phubbing di Era Digital Oktovianus, Marianus; Kurnia Adi, Gabriella Novena; Leli, Ana Angela; Amkay, Samuel Nim; Sianipar, Cecilia Paulina
Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology Vol 3, No 1 (2025): Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/snf.v3i1.10241

Abstract

Phubbing (ignoring others to use a mobile phone) has become an increasingly common social phenomenon in the digital era. Preliminary observations reveal that several students of the Catholic Religious Education Study Program (Pendikkat) tend to prioritize smartphone use over face-to-face interaction. This study aims to evaluate students’ self-awareness regarding phubbing and its impact on interpersonal relationships. Using a qualitative method involving in-depth interviews with selected Pendikkat students, the study seeks to explore motivations, emotional responses, and personal reflections on this behavior. The findings are expected to contribute to the development of more meaningful, ethical, and socially responsible relationships among future Catholic educatorsAbstrakPhubbing, atau mengabaikan seseorang demi menggunakan ponsel, menjadi trend atau lifestyle yang semakin berkembang di era digital saat ini. Dalam observasi yang ditemukan oleh peneliti, didapat bahwa beberapa mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Keagamaan Katolik (Pendikkat) lebih senang menggunakan ponsel saat berkumpul bersama. Penelitian ini akan terfokus pada mahasiswa Prodi Pendikkat terhadap phubbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi diri mahasiswa Prodi Pendikkat terhadap fenomena phubbing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang akan melibatkan wawancara mendalam dengan mahasiswa Prodi Pendikkat. Hasil penelitian diharapkan dapat meminimalisir dampak phubbing dalam relasi antar mahasiswa, mengevaluasi diri mereka sendiri terhadap phubbing, serta membangun hubungan yang berkualitas antar mahasiswa Pendikkat. Penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran dan kebijaksanaan dalam pengelolaan penggunaan ponsel.
Pengaruh Diskresi Mahasiswa dalam Penggunaan Media Sosial Terhadap Terbentuknya Ruang-Ruang Perjumpaan di Komunitas Pendikkat Sanata Dharma dalam Terang Dokumen Christus Vivit Pambudi, Valentino Aji; Josiano, Mariano Jaimes; Salim, Muwahiddin Qolbu; Widiati, Lusia Erva; Sianipar, Cecilia Paulina
Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology Vol 3, No 2 (2025): Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/snf.v3i2.10204

Abstract

This article examines how discretion of Catholic Religion Ed-ucation students of Sanata Dharma University Yogyakarta in the use of social media affects the formation of encounter rooms offline. Research for this article was conducted using the quantitative research method. The purpose of this quanti-tative study is to investigate how students at Sanata Dharma University use social media to build social connections, share information, and build an offline community room. Research demonstrates that social interaction in the community is sig-nificantly affected by students' discretion in using social me-dia platforms, content, and interactions. The deep and inti-mate discretion allows the Catholic Religion Education stu-dents of Sanata Dharma University to build and create en-counter rooms that are inclusive, diverse, and supportive of the learning process and build social relations among the stu-dents' community. This intimate discretion also brings the expectation of good communication in classroom dynamics and the learning process.AbstrakArtikel ini dibuat dengan tujuan untuk mengungkap sejauh mana dampak diskresi mahasiswa Pendikkat, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta dalam memanfaatkan media sosial pada pembentukan ruang perjumpaan di dalam komunitas offline.  Metode yang digunakan dalam penelitian artikel ini adalah metode penelitian kuantitatif. Pendekatan kuantitatif membantu peneliti dalam menganalisis bagaimana mahasiswa pendidikan memanfaatkan fitur-fitur media sosial untuk menciptakan koneksi sosial, berbagi informasi, dan membangun ruang perjumpaan komunitas offline di Kampus Pendidikan Keagamaan Katolik, Universitas Sanata Dharma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskresi mahasiswa dalam menggunakan platform, konten, dan interaksi di media sosial secara signifikan mempengaruhi dinamika interaksi sosial dalam komunitas. Diskresi yang intim dan mendalam memungkinkan mahasiswa Pendikkat Sanata Dharma membangun dan menciptakan ruang-ruang perjumpaan yang inklusif, beragam, dan mendukung pembelajaran serta membangun hubungan sosial di antara komunitas mahasiswa. Selain itu, diskresi yang intim ini juga membawa harapan untuk terbentuknya komunikasi yang baik dalam dinamika belajar dan perkuliahan di kelas. 
PENGARUH PHUBBING TERHADAP KUALITAS RELASI ANTAR PRIBADI MAHASISWA PENDIKKAT Parama, Rafael Nathan; Sugiono, Daniel Dananjaya; Deshinta, Marsyanda Sekar; Miguel, Cornelius Joan; Manalu, Dian Marcelinus; Sianipar, Cecilia Paulina
Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology Vol 3, No 2 (2025): Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/snf.v3i2.10212

Abstract

Di era digital yang semakin maju, handphone menjadi bagian integral dari sebuah tren, terutama di kalangan generasi muda. Penggunaan gawai ini tidak hanya terbatas pada komunikasi, tetapi juga merambah ke berbagai sektor, termasuk pendidikan. Fenomena baru yang muncul sebagai dampak dari penggunaan smartphone yang berlebihan adalah phubbing, atau yang dikenal sebagai mabuk gawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh phubbing terhadap relasi antar pribadi mahasiswa Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik (PENDIKKAT) Universitas Sanata Dharma. Metode yang dipakai yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis statistik dan pengumpulan data melalui kuesioner. Fokus penelitian ini adalah untuk menilai dampak phubbing terhadap kualitas relasi antar pribadi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa phubbing berpotensi merusak keintiman dan kepuasan dalam hubungan interpersonal. Para mahasiswa mengungkapkan dampak fenomena phubbing yang dapat mempengaruhi kualitas relasi antar individu. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya kesadaran mahasiswa akan dampak negatif phubbing dan perlunya pembatasan penggunaan smartphone saat berinteraksi sosial.