Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Increasing Levels of Hypurat Acid in Urin Shoes Craftsmen Tambak Oso Wilangun, Surabaya Taufik Ikhtiar, Erwan; Nur Hakim, Luqman; Azizah, R.; Keman, Soedjajadi
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 21 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 21 No. 1, Januari 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkl.v21i1.717

Abstract

The home industry in the Tambak Oso Wilangun sub-district, Benowo District, Surabaya City was a center for producing shoes in Surabaya. From the entire production process there was a chemical used as a shoe adhesive, namely glue. Toluene contained in the glue used as an adhesive was very volatile so easily inhaled and enters the respiratory tract of workers. The liver and kidneys had an important role in producing toluene metabolites, namely hippuric acid, which were then excreted very quickly into the urine. Urinary hippuric acid is the main metabolite of toluene and has long been considered a biomarker of toluene exposure. The study is based on observational analytical research method while the design uses a cross-sectional study in 2 populations consisting of the exposed group and the unexposed group. The sample size for two groups is 22 people. Measurements of hypuric acid levels using HPLC-UV. The level of hypuric acid in the exposed group had mean value 9,23 mg/g of creatinine was higher than the unexposed group has mean 8,21 mg/g of creatinine. The characteristics respondent related to the levels hypuric acid was the length of work and smoking habits. Conclusion: The level of hypuric acid were higher in the exposed group than the unexposed group.
KONTRIBUSI KH. ACENG ZAKARIA DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI PESANTREN PERSIS (1982-2022) Nur Hakim, Luqman; Permana, Agus; Lestari, Fathia
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i2.284

Abstract

Penelitian ini mengkaji kontribusi KH. Aceng Zakaria dalam pengembangan pendidikan Islam di lingkungan Pesantren Persatuan Islam (Persis) pada periode 1982–2022. Kontribusi KH. Aceng terwujud melalui produksi karya-karya keilmuan yang membentuk fondasi epistemologis pesantren. Karya seperti Al-Hidāyah fī Masā’il Fiqhiyyah Muta‘āriḍah, Al-Mabādi’ fī ‘Ilm Muṣṭalaḥ al-Ḥadīṡ, dan Al-Asāsī fī ‘Ilm al-Farā’iḍ menegaskan orientasi keilmuan yang berbasis pada dalil, analisis komparatif, serta penyajian materi fiqih, hadis, dan muamalah secara sistematis. Pada tahap ini, KH. Aceng berkontribusi dalam membangun pola nalar tekstual-kritis yang kemudian menjadi identitas epistemologis Pesantren Persis, sekaligus menyediakan perangkat rujukan yang memperkuat kurikulum dasar di berbagai lembaga pendidikan Persis. Kontribusi KH. Aceng berkembang ke tahap implementasi institusional, yang ditandai oleh penggunaan lebih dari lima puluh karyanya sebagai bahan ajar resmi di pesantren-pesantren Persis seperti Persis 99 Rancabango, Persis 106 Al-Falah Kopo, dan Persis 34 Cibegol. Karya-karya seperti Al-Muyassar fī ‘Ilm al-Naḥwi, Belajar Nahwu Sistem 40 Jam, Ilmu al-Tauhid, dan Hadyu ar-Rasūl menjadi instrumen utama dalam pembelajaran bahasa Arab, fiqih, dan akidah. Implementasi lintas generasi ini menunjukkan bahwa KH. Aceng tidak hanya berperan sebagai ulama penulis yang produktif, tetapi juga sebagai arsitek metodologi pembelajaran yang memadukan tradisi turāth dengan pendekatan tajdīd yang modern dan aplikatif. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi pustaka terhadap lebih dari 120 karya tulis KH. Aceng, dokumentasi penerbit Ibn Azka Press, serta wawancara dengan keluarga, alumni, dan pengajar pesantren Persis. Temuan penelitian menegaskan bahwa kontribusi KH. Aceng Zakaria selama empat dekade berpengaruh signifikan dalam memperkuat kurikulum, tradisi intelektual, dan struktur pendidikan Islam Persis, sehingga membentuk generasi santri yang ilmiah, berakhlak, dan adaptif terhadap tantangan zaman.