Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kesejahteraan Psikologis Pada Pengendara Ojek Online Di Kota Surakarta Adelina Murti Syafiina; Andressia Yeiza Putri; Desy Rosiana; Emalia Yunika; Monika Ayu Pramesti; Riska Nabillaahadyah; Yuliana Setyaningrum
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Februari: TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/tuturan.v2i1.783

Abstract

Transportation is a crucial element in people's daily lives. The use of public transportation, particularly online motorcycle taxis, has become a significant alternative in fulfilling mobility needs. The rapid development of the online transportation industry demands further understanding of its impact on the psychological well-being of drivers. Online motorcycle taxi drivers face the risks of traffic accidents and emotional pressure during their duties. The psychological well-being of drivers has significant implications for their productivity and daily lives. This research aims to comprehend the psychological well-being of online motorcycle taxi drivers, with a focus on aspects such as self-acceptance, social relationships, autonomy, self-control, life goals, and personal growth. The study utilizes a descriptive qualitative approach and was conducted in the city of Surakarta. The results indicate that positive aspects like self-acceptance, positive relationships, autonomy, environmental mastery, clear life goals, and personal growth contribute to the psychological well-being of online motorcycle taxi drivers. Social support also plays a crucial role in enhancing their psychological well-being. Further research should involve other variables related to psychological well-being and expand the study to various online motorcycle taxi companies for a more holistic understanding.
Edukasi Manajemen Waktu Sebagai Upaya Pembentukan Disiplin Siswa Smk “Al-Islam” Surakarta Monika Ayu Pramesti
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 3 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v6i3.2032

Abstract

Manajemen waktu adalah tindakan, perencanaan, dan implementasi kontrol dari waktu ke waktu yang digunakan untuk kegiatan tertentu. Tujuan dari kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pelatihan manajemen waktu siswa untuk merancang waktu. Kegiatan ini dilakukan di Smk Al Islam Surakarta yang target kelasnya adalah kelas X - XI yang berisikan 83 siswa/i, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 15 - 17 April 2025. Metode yang digunakan meliputi observasi awal untuk mengetahui kondisi awal siswa, pelaksanaan edukasi manajemen waktu melalui penyampaian materi dan praktik pembuatan action plan, serta evaluasi hasil melalui presentasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan manajemen waktu dapat mempertajam kesadaran siswa tentang pentingnya disiplin jam. Para siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan ini diselenggarakan di bawah manajemen waktu dan memiliki rutinitas yang baik. Mereka juga menjadi lebih produktif dengan tujuan harian yang jelas. Dengan menggunakan manajemen waktu, individu dapat terus mengatur kegiatan yang lebih banyak dan menambah sikap disiplin siswa smk.
Edukasi Manajemen Waktu Sebagai Upaya Pembentukan Disiplin Siswa Smk “Al-Islam” Surakarta Monika Ayu Pramesti
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 3 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v6i3.2032

Abstract

Manajemen waktu adalah tindakan, perencanaan, dan implementasi kontrol dari waktu ke waktu yang digunakan untuk kegiatan tertentu. Tujuan dari kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pelatihan manajemen waktu siswa untuk merancang waktu. Kegiatan ini dilakukan di Smk Al Islam Surakarta yang target kelasnya adalah kelas X - XI yang berisikan 83 siswa/i, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 15 - 17 April 2025. Metode yang digunakan meliputi observasi awal untuk mengetahui kondisi awal siswa, pelaksanaan edukasi manajemen waktu melalui penyampaian materi dan praktik pembuatan action plan, serta evaluasi hasil melalui presentasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan manajemen waktu dapat mempertajam kesadaran siswa tentang pentingnya disiplin jam. Para siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan ini diselenggarakan di bawah manajemen waktu dan memiliki rutinitas yang baik. Mereka juga menjadi lebih produktif dengan tujuan harian yang jelas. Dengan menggunakan manajemen waktu, individu dapat terus mengatur kegiatan yang lebih banyak dan menambah sikap disiplin siswa smk.
Regulasi Emosi pada Guru Honorer di SMK Al-Islam Surakarta Monika Ayu Pramesti; Dhian Riskiana Putri; Faqih Purnomosidi
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v6i1.8602

Abstract

This study aims to describe emotional regulation among honorary teachers at SMK Al-Islam Surakarta. Honorary teachers often face challenges such as heavy workloads, limited salaries, and uncertain employment status. These conditions may trigger negative emotions that, if not properly managed, can interfere with teaching performance and social relationships. Therefore, emotional regulation is an essential skill that enables teachers to carry out their professional responsibilities effectively. The research employed a qualitative method using observation, in-depth interviews, and documentation. Participants consisted of five honorary teachers aged 27–34 years and two supporting informants. Data were analyzed based on four aspects of emotional regulation proposed by Gross (2014): strategies, goals, impulse control, and acceptance. The findings indicate that honorary teachers demonstrated adequate abilities in regulating their emotions. Strategies applied included self-reflection, shifting attention to positive activities such as listening to music or engaging in worship, and giving proportional warnings to students. Although they often experienced physical and psychological fatigue, the teachers were still able to maintain professionalism in their teaching roles. Negative emotions such as anger, disappointment, or stress were generally temporary and managed through acceptance and gratitude for their circumstances. Overall, emotional regulation plays a vital role in maintaining psychological stability, enhancing teaching quality, and fostering a conducive classroom atmosphere. The study highlights the importance of institutional support to help honorary teachers cope with work-related stress and sustain their professionalism in the educational environment.