Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SLB BHAKTI LUHUR NANGA PINOH DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR MELALUI DIKLAT RUMAHORBO, ROSMAWATY
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i4.2646

Abstract

The implementation of the training held aims to increase the competency of teachers at SLB Bhakti Luhur Nanga Pinoh in implementing the Independent Curriculum in the implementation of learning in their respective classes. This training was carried out in stages over 2 months, starting from August, until the beginning of October 2022. The number of training participants from the teacher group was 15 people, while the school staff was 2 people. After the training implementation is complete, an evaluation and assessment is carried out. From the results of this evaluation and assessment, it was found that all teachers (15 people) of SLB Bhakti Luhur Nanga Pinoh were declared ready to implement the Independent Curriculum, because of the 15 teachers, there were 8 teachers with A Predicate (Very High Competence for Implementing the Independent Curriculum), and 7 teachers with Predicate B (High Competence for Implementing the Independent Curriculum). These results show that not a single Bhakti Luhur Nanga Pinoh SLB teacher received a score below the minimum criteria for the Independent Curriculum Implementation Competency assessment. ABSTRAKPelaksanaan Diklat yang diselenggarakan, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru di SLB Bhakti Luhur Nanga Pinoh dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada pelaksanaan pembelajaran di kelas masing-masing. Diklat ini dilaksanakan secara bertahap selama 2 bulan, mulai dari bulan Agustus, sampai awal bulan Oktober tahun 2022. Jumlah peserta Diklat dari kelompok guru berjumlah 15 orang, sedangkan staf skolah berjumlah 2 orang. Setelah pelaksanaan Diklat selesai, dilakukan evaluasi dan penilaian. Dari hasil evaluasi dan penilaian ini didapatkan hasil bahwa semua guru (15 orang) SLB Bhakti Luhur Nanga Pinoh, dinyatakan siap mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, karena dari ke 15 guru, terdapat 8 orang guru dengan Predikat A (Sangat Tinggi Kompetensi untuk Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka), dan 7 orang guru dengan Predikat B (Tinggi Kompetensi untuk Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka). Hasil ini menunjukan bahwa tidak ada satupun guru SLB Bhakti Luhur Nanga Pinoh yang mendapat nilai di bawah keriteria minimal penilaian Kompetensi Implementasi Kurikulum Merdeka.
Penyiapan Penyandang Disabilitas Intelektual dalam Pekerjaan Cleaning Service di SLB Bhakti Luhur Nanga Pinoh Rumahorbo, Rosmawaty; Junaidi, Ahsan Romadlon; Samawi, Ahmad
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 9, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v9i22023p77-83

Abstract

Selama periode Januari hingga Maret 2023, SLB Bhakti Luhur Nanga Pinoh telah melakukan persiapan intensif bagi dua siswa disabilitas intelektual ringan, AMJK dan MGN, untuk memasuki dunia kerja sebagai Cleaning Service. Pendekatan yang diterapkan dalam proses ini adalah metode learning by doing, yang fokus pada pengalaman langsung dalam pekerjaan. Penelitian kualitatif dilakukan dengan studi kasus tunggal holistic, melibatkan instrumen observasi dan wawancara untuk menggambarkan secara komprehensif upaya penyiapan mereka. Hasil penelitian mengungkapkan tiga kompetensi utama yang menjadi fokus dalam penyiapan kerja, yakni kompetensi kognitif (akademik), afektif (disiplin, semangat, sosial), dan psikomotorik (keterampilan fisik). Meskipun AMJK mengalami kesulitan dalam membaca, kondisi akademik mereka secara keseluruhan dinilai baik. Kedisiplinan dan semangat kerja AMJK dan MGN terlihat positif, dengan keduanya selalu tepat waktu dan menjalankan tugas sesuai dengan jobdesk yang telah ditetapkan. Dalam aspek psikomotorik, keduanya mampu menjalankan tugas-tugas seperti menyapu, mengepel, mengelap meja/jendela, membersihkan kamar mandi, dan memisahkan sampah dengan baik. Dengan menyelesaikan pelatihan, AMJK dan MGN dianggap siap untuk memasuki dunia kerja Cleaning Service. Kesuksesan program pelatihan sekolah terbukti dari kemampuan mereka dalam melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Keberhasilan ini mencerminkan bahwa pendekatan learning by doing terbukti efek
EMANSIPASI DAN HUMANISASI PENDIDIKAN KARTINI DI ERA KECERDASAN BUATAN Rumahorbo, Rosmawaty; Kuswandi, Dedi; Wedi, Agus
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8224

Abstract

Digital access inequality and the risk of dehumanization resulting from the integration of artificial intelligence (AI) demand a re-evaluation of the increasingly mechanistic orientation of modern education. This study aims to revitalize R.A. Kartini's educational values ??to formulate an ethical framework for inclusive and humanist education relevant to the challenges of the technological era. Through a qualitative approach with a historical-conceptual analysis design and a literature review of primary documents and recent global reports, this study examines the transformation of Kartini's thinking. Key findings indicate that Kartini's principle of freedom of thought serves as an antithesis to algorithmic bias, while her vision of humanization reinforces the urgency of authentic pedagogical relationships threatened by automation. This study also formulates the concept of "inclusive emancipation" that supports equal access for people with disabilities and identifies the alignment between Kartini's intellectual independence and the Unplugged Pedagogy strategy to maintain cognitive autonomy. It concludes that Kartini's thinking is not merely a historical legacy but has transformed into a crucial normative foundation for balancing AI innovation with human autonomy, ensuring that technology functions as an empowering tool that does not displace the essence of education as a humanizing process. ABSTRAK Ketimpangan akses digital dan risiko dehumanisasi akibat integrasi kecerdasan buatan (AI) menuntut evaluasi ulang terhadap orientasi pendidikan modern yang kian mekanistik. Studi ini bertujuan merevitalisasi nilai-nilai pendidikan R.A. Kartini untuk merumuskan kerangka etis pendidikan inklusif dan humanis yang relevan dengan tantangan era teknologi. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain analisis historis-konseptual dan studi literatur terhadap dokumen primer serta laporan global mutakhir, penelitian ini menelaah transformasi pemikiran Kartini. Temuan utama menunjukkan bahwa prinsip pemerdekaan berpikir Kartini berfungsi sebagai antitesis terhadap bias algoritmik, sementara visi humanisasinya memperkuat urgensi relasi pedagogis autentik yang terancam oleh otomatisasi. Penelitian ini juga merumuskan konsep "emansipasi inklusif" yang mendukung kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas serta mengidentifikasi keselarasan antara kemandirian intelektual Kartini dengan strategi Unplugged Pedagogy untuk menjaga otonomi kognitif. Disimpulkan bahwa pemikiran Kartini bukan sekadar warisan sejarah, melainkan bertransformasi menjadi landasan normatif krusial untuk menyeimbangkan inovasi AI dengan otonomi manusia, memastikan teknologi berfungsi sebagai alat pemberdayaan yang tidak menggeser esensi pendidikan sebagai proses pemanusiaan.