Meriwati, Meriwati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING DI KOTA BENGKULU RIZAL, AHMAD; YUNITA, YUNITA; MERIWATI, MERIWATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5233

Abstract

Pendahuluan: Stunting atau pendek merupakan kondisi dimana balita mempunyai panjang badan yang kurang jika dibandingkan dengan Umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus 2 Standar deviasi median standar pertumbuhan anak. Stunting merupakan permasalahan gizi pada balita dan masih terjadi. Indonesia termasuk dalam Negara yang prevalensi stuntingnya masih tinggi. Banyak factor yang mempengaruhi stunting diantaranya berat badan lahir dan pemberian Asi Ekslusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan berat badan lahir, pemberian Asi ekslusif dan kejadian stunting di Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain studi crossectional. Sebanyak 107 Balita. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data informasi responden berupa Pemberian ASI eklusif, Berat badan lahir, umur ibu,umur balita,jenis kelamin dikumpulkan melalui proses wawancara. Sedangkan untuk Kejadian Stunting dengan cara Mengukur Tinggi atau panjang Badan Kemudian dibandingkan dengan Umur. Data dianalisis dengan metode kuantitatif untuk melihat Hubungan setiap variabel dengan Kejadian Stunting dengan menggunakan analisa Chi Square. Hasil dan Pembahasan: Hasil Analisis menunjukan bahwa Hubungan Berat badan Badan lahir dengan Kejadian stunting dengan P Value 0.778 (P > 0.005). Hubungan Berat badan Pemberian ASI Ekslusif dengan Kejadian stunting dengan P Value 0.842 (P > 0.005 Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara Berat badan Lahir dan Pemberian Asi Ekslusif dengan Kejadian Stunting pada balita di Kota Bengkulu.
Penerapan Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal (PGS-PL) menuju Kecamatan Bebas Stunting Simbolon, Demsa; Meriwati, Meriwati; Sari, Ayu Pravita; Ervina, Lissa
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i1.45

Abstract

Masalah baduta stunting di Indonesia termasuk masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya lebih dari 20%, termasuk Kabupaten Bengkulu Utara Propinsi Bengkulu.  Diperlupakan upaya pencegahan dan penanggulangan masalah stunting dengan pemberdayaan modal sosial masyarakat berupa bahan pangan lokal padat gizi. Solusi yang dilakukan pada program kemitraan wilayah adalah Pemulihan Status Gizi Baduta di Desa Lokus Stunting melalui Implementasi Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal (PGS-PL) dengan melibatkan Mitra dan kalayak sasaran yaitu 8 Kader, 4 tenaga kesehatan dan perangkat desa serta 20 ibu baduta. Kalayak sasaran kegiatan Pengabdian kepada masyarakat adalah ibu baduta. Metode pengabdian kepada masyarakat adalah pemberdayaan masyarakat dengan pendampingan keluarga. Kegiatan dalam pengabdian masyarakat ini merupakan implementasi kegiatan desiminasi dan sosialiasasi hasil penelitian SEAMEO RECFON tahun 2021 di Kabupaten Bengkulu Utara. Kegiatan terdiri dari pendidikan gizi, pemantauan status gizi, suplementasi gizi, dan tata laksana gizi untuk pemulihan dan peningkatan status gizi baduta. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan cara mengukur peningkatkan pengetahuan kader, ibu baduta dan pemulihan status gizi anak. Pelaksanaan kegiatan dari bulan Februari-November 2022. Data yang diperolah dianalisis dengan membandingkan hasil pre test dan post test. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan, sikap dan tindakan Kader Kesehatan, tentang PGS-PL. Pelatihan dan pembinaan efektif untuk meningkatkan rata-rata pengetahuan, sikap dan tindakan tentang PGS-PL. Perlu kegiatan berkelanjutan bagi Kader kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampian dalam memberikan pendampingan gizi bagi ibu sebagai implementasi PGS-PL.