Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN NEONATAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOJO KABUPATEN PEMALANG Ni’mah, Muflihatun; -, Yuniarti; Irawan, Teguh
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v8i2.5316

Abstract

Salah satu indikator yang digunakan untuk menentukan derajat kesehatan di suatu negara dapat dilihat dari jumlah angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Untuk mengatasi angka kematian neonatal tersebut dilakukan dengan program kunjungan neonatal. Kunjungan neonatal merupakan pemeriksaan pada bayi baru lahir yang berusia 0-28 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan neonatal di Wilayah Kerja Puskesmas Mojo Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 0-28 hari di Wilayah Kerja Puskesmas Mojo Kabupaten Pemalang yang berjumlah 100 responden. Berdasarkan hasil analisis dari Uji Rank Spearman, diperoleh nilai signifikan untuk variabel persepsi keparahan nilai p-value 0,043, variabel persepsi manfaat nilai p-value 0,041, dan variabel persepsi hambatan nilai p-value 0,038. Berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa p-value < 0,05 maka ada hubungan antara persepsi keparahan dengan kunjungan neonatal, ada hubungan antara persepsi manfaat dengan kunjungan neonatal, dan ada hubungan antara persepsi hambatan dengan kunjungan neonatal. Karena nilai p-value < 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak. Kata Kunci : Persepsi, Kunjungan Neonatal, Puskesmas
Increasing Learning Outcomes and Learning Engagement by Using Discovery Learning Assisted by Trello Ni’mah, Muflihatun; Agustina, Yuli
REVIEW OF MULTIDISCIPLINARY EDUCATION, CULTURE AND PEDAGOGY Vol. 4 No. 1 (2024): NOVEMBER
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/romeo.v4i1.1443

Abstract

The increasingly massive digitalization creates new challenges for the world of education in order to produce students who are ready to collaborate, communicate, and discuss at any time and under any conditions. The aim of this research is to implement the Discovery Learning model assisted by Trello to improve the learning outcomes and learning engagement of phase E students in Class X MPLB SMK Nasional Malang. This type of research is classroom action research carried out in 2 cycles with data analysis using percentage comparisons in cycle 1 and cycle 2. The results show that the implementation of this combination is able to maximize learning activities and increase students' learning outcomes. Scores at the end of the cycle increase in both the affective, cognitive and psychomotor domains. students help each other, which has an impact on increasing the speed of completing assignments. Students' learning engagement also increases at the end of the cycle, which can be seen from students becoming more active and participative in working on group projects.
Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja Tenaga Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Kota Pekalongan Priharwanti, Ardiana; Irawan, Teguh; Mafaza Zulfa, Nida; Ni’mah, Muflihatun; Anisa Salma, Tiara; Wida Khafidho, Isna; Isnaeni, Nur; Ciciani, Iqro; Labib, Muhammad
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol11.iss1.297

Abstract

Work stres is a state of physical imbalance that causes physical and psychological tension that affects the way of thinking, emotions and working conditions. Work stres among health workers is quite high, as are the public health workers who work in puskesmas. Work stres affects the workload which is too high. The influencing factor is the workload. The purpose of this research is to find out whether there is a relationship between workload and work stres in public health workers at the Pekalongan City Health Center. This study used a quantitative method with a sample of 26 public health workers in 14 Community Health Centers in Pekalongan City. Based on the results of the analysis of the Pearson Correlation Test, a significant value (p) was obtained between workload and work stres which was 0.019 or p-value <0.05. If you look at the interpretation above, the test results show that the test results stated that there was a significant relationship or that there was a relationship between workload and work stres in public health workers at the Pekalongan City Health Center.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN NEONATAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOJO KABUPATEN PEMALANG Ni’mah, Muflihatun; -, Yuniarti; Irawan, Teguh
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v8i2.5316

Abstract

Salah satu indikator yang digunakan untuk menentukan derajat kesehatan di suatu negara dapat dilihat dari jumlah angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Untuk mengatasi angka kematian neonatal tersebut dilakukan dengan program kunjungan neonatal. Kunjungan neonatal merupakan pemeriksaan pada bayi baru lahir yang berusia 0-28 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan neonatal di Wilayah Kerja Puskesmas Mojo Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 0-28 hari di Wilayah Kerja Puskesmas Mojo Kabupaten Pemalang yang berjumlah 100 responden. Berdasarkan hasil analisis dari Uji Rank Spearman, diperoleh nilai signifikan untuk variabel persepsi keparahan nilai p-value 0,043, variabel persepsi manfaat nilai p-value 0,041, dan variabel persepsi hambatan nilai p-value 0,038. Berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa p-value < 0,05 maka ada hubungan antara persepsi keparahan dengan kunjungan neonatal, ada hubungan antara persepsi manfaat dengan kunjungan neonatal, dan ada hubungan antara persepsi hambatan dengan kunjungan neonatal. Karena nilai p-value < 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak. Kata Kunci : Persepsi, Kunjungan Neonatal, Puskesmas