Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat BAPER “ Pemberdayaan Masyarakat BAPER “ Bahaya Anemia Pada Remaja” Pada Siswi SMK Islam Wijaya Kusuma Jakarta Selatan Tahun 2023 Dianti, Anggi Risma; Sari, Agustina; Asri, Intan Puspita; Rahmanita, Afida; Wibisono, Al Farel Dimas; Saragih, Sukmawati Boru; Apriliana, Adhela; Khair, Mestika Akhirunnisa; Romawati, Anggraeni; Maspupah, Tari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 4 No 02 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 04 Nomer 02 Tahun 2023
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jpmim.v4i02.2418

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi yang banyak terdapat di seluruh dunia yang tidak hanya terjadi di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Rendahnya asupan zat besi sering terjadi pada orang-orang yang mengkonsumsi bahan makanan yang kurang beragam, seperti protein. Anemia defisiensi zat besi lebih banyak terjadi pada remaja putri dibanding remaja putra dikarenakan remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan, sehingga membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini antara lain masih kurangnya pengetahuan remaja mengenai anemia maka dinilai perlu memberikan penyuluhan untuk memberikan pengetahuan kepada remaja untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakanKegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Januari 2023 dengan siswi dari SMK Islam Wijaya Kusumah yang hadir sebanyak 14 orang. Metode pengabdian masyarakat pendekatan survey, ceramah, diskusi, demonstrasi/simulasi. Hasil yang diperoleh adalah siswi mampu memahami tentang pencegahan anemia pada remaja. Disarankan kepada petugas kesehatan khususnya di Puskesmas agar lebih memberikan penyuluhan tentang anemia pada remaja putri sebelum memberikan tablet tambah darah dilakukan secara berkal, sehingga siswi mendapatkan informasi tentang anemia dan mau mengkonsumsi tablet tambah darah yang diberikan.Sebelum diberikan penyuluhan hanya sebesar 16% peserta yang memiliki pengetahuan baik tentang Bahaya Anemia Pada Remaja dengan BAPER dalam upaya pencegahan Anemia. Setelah diberikan penyuluhan, tingkat pengetahuan peserta yang baik meningkat menjadi 53%. Kegiatan penyuluhan ini tidak berkelanjutan hanya saja kami berharap derajat kesehatan masyarakat menjadi jauh lebih baik lagi.
Perilaku Pencegahan dan Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 pada Usia Produktif di Kabupaten Bogor Tahun 2021: Prevention Behavior and Risk of Type 2 Diabetes Mellitus in the Productive Age in Bogor Regency in 2021 Maspupah, Tari; Nina; Siagian, Trinita Debora; Pakhpahan, Judika; Octavianie, Gina
Journal of Public Health Education Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Public Health Education
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jphe.v2i1.66

Abstract

Background: The International Diabetes Federation (IDF) predicts an increase in the number of diabetes patients in Indonesia from 9.1 million in 2014 to 14.1 million in 2035. Based on various epidemiological studies, type 2 diabetes mellitus constitutes more than 90% of the entire diabetic population. There are two risk factors that can lead to Type 2 Diabetes Mellitus: genetic factors and behavioral factors (physical activity, healthy eating patterns, smoking behavior, alcohol consumption, and regular health check-ups). Objective: To understand the prevention behavior and risk of Type 2 diabetes mellitus incidents in the productive age group in the Bogor regency in 2021. Method: This research was conducted from January 3rd to February 3rd, 2022, using a quantitative method. The research took place in Bogor Regency, West Java. The population in this study was the entire community of Bogor Regency, with a sample size of 447 people. The instrument used was a questionnaire distributed online through Google Forms. Results: The research indicates that 8.1% have a genetic risk of diabetes mellitus, the influencing factor in smoking remains high at 76%, and the low number of people undergoing regular health check-ups is only 14.7%. Prevention efforts are made by educating on the importance of early prevention of diabetes mellitus by starting to adopt a healthier lifestyle, implementing the "Gerakan Masyarakat Sehat" (Healthy Community Movement) behavior to avoid the risk of diabetes mellitus. Conclusion: There are two risk factors causing diabetes mellitus in the Bogor regency: genetic factors and GERMAS behavior (physical activity, healthy eating patterns, smoking behavior, alcohol consumption, and regular health check-ups).
Analisis Dampak Pola Makan terhadap Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 pada Masyarakat Usia Produktif : Analysis of the Impact of Diet on the Incidence of Type 2 Diabetes Mellitus in People of Productive Age Siagian, Trinita Debora; Pakhpahan, Judika; Nina, Nina; Maspupah, Tari; Octavianie, Gina
Journal of Public Health Education Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Public Health Education
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jphe.v3i1.162

Abstract

Pendahuluan: Perubahan pola makan masyarakat Indonesia yang kini merujuk pada pola makan tinggi kalori, tinggi lemak dan kolesterol terutama pada makanan siap saji (fast food) yang berdampak meningkatkan risiko diabetes. Pola makan penderita Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Cibinong yang tidak baik yaitu, jadwal makan yang tidak teratur, konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat, dan pemilihan makanan dan minuman masa kini tinggi zat tambahan dan makanan siap saji serta pemanis buatan. Tujuan: Untuk mengetahui dampak pola makan yang menyebabkan kejadian diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas cibinong. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik yang dilaksanakan pada 30 April – 20 Mei Tahun 2022. Lokasi penelitian berada di Puskesmas Cibinong Kabupaten Bogor. Dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang peserta Prolanis. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi pustaka. Metode analisa data yang digunakan adalah dengan Metode Kriteria Matriks (Criteria Matrix Technique). Pengolahan data yang dilakukan dari data sekunder (Data Puskesmas Cibinong) dan data primer (Wawancara dan Pengisian Kuesioner), dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan Microsoft word. Hasil: Penelitian ini menunjukan hasil skala prioritas Konsumsi makanan tinggi karbohidrat menempati urutan pertama, diikuti urutan kedua jadwal makan yang tidak teratur, dan urutan terakhir pilihan makanan masa kini tinggi zat tambahan. Prioritas alternatif penyelesain masalah yang dapat dilakukan adalah dengan memodifikasi diet dengan menggunakan aplikasi 3J (jadwal, jenis, dan jumlah makanan) untuk mengatur pola makan penderita diabete melitus. Kesimpulan: Terdapat 3 faktor pola makan penyebab kejadian diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Cibinong yaitu, konsumsi makanan tinggi karbohidrat, jadwal makan yang tidak teratur, dan pemilihan makanan masa kini tinggi zat tambahan.