Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Inovisi

CARA KINERJA PEGAWAI LABORATORIUM PENGUJIAN BALAI XYZ BERDASARKAN HUBUNGANNYA Zaimah, Fina
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Inovisi Teknik Industri
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balai XYZ merupakan salah satu instansi yang bergerak di bidang jasa, salah satunya adalah pengujian material. Berdasarkan data nilai kinerja, sekitar 30% teknisi memiliki nilai kurang baik. Diduga faktor penyebabnya adalah tekanan dalam bekerja sehingga beban kerja mental meningkat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengukuran beban kerja mental menggunakan metode Subjective Workload Dominance. Hasil pengukuran menunjukkan seluruh teknisi memiliki beban kerja mental yang berat, terutama pada tugas D da F. Selain itu, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara beban kerja dengan nilai kinerja. Usulan peningkatan kinerja diantaranya perbaikan SOP untuk tugas D dan F, peremajaan alat uji dan alat bantu, serta perbaikan instruksi kerja alat untuk mesin otomatis.
REVOLUSI INDUSTRI 4.0 TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA Zaimah, Fina
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 19, No 1 (2025): Jurnal Inovisi Teknik Industri
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran revolusi industri 4.0 memang menghadirkan lini usaha baru, lapangan kerja baru, profesi baru yang tak terpikirkan sebelumnya. Namun pada saat yang sama ada pula lini usaha yang terancam, profesi dan lapangan kerja yang tergantikan oleh mesin kecerdasan buatan dan robot. Revolusi digital dan era disrupsi teknologi adalah istilah lain dari industri 4.0. Manusia bahkan akan hidup dalam ketidakpastian (uncertainty) global, oleh karena itu manusia harus memiliki kemampuan untuk memprediksi masa depan yang berubah sangat cepat. Tiap negara harus merespon perubahan tersebut secara terintegrasi dan komprehensif. Respon tersebut dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan politik global, mulai dari sektor publik, swasta, akademisi, hingga masyarakat sipil sehingga tantangan industri 4.0 dapat dikelola menjadi peluang. Revolusi industri berjalan dengan dilandasi revolusi mental dimana dalam paradigma ini terdapat perubahan besar dalam struktur mental yang terbangun atas tiga hal yaitu cara berpikir, meyakini dan cara bersikap. Revolusi mental diimbangi dengan sistem pendidikan dan peningkatan potensi diri melalui pelatihan untuk menyikapi era globalisasi yang berwatak revolusi industri 4.0 dimana dalam era ini diperlukan literasi baru dengan menggunakan analisa data secara menyeluruh serta membuat konklusi agar terkait dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan inovatif.