Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

THE EFFECT OF CORRIDOR BOGOR - SUKABUMI INTER-URBAN TRANSPORTATION ON REGIONAL DEVELOPMENT: A CASE CIGOMBONG DISTRICT, BOGOR REGENCY, WEST JAVA, INDONESIA Kasikoen, Ken Martina
Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning Vol 4, No 2 (2017): (October 2017)
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/geoplanning.0.0.%p

Abstract

Inter-urban transportation which connects cities has significant impacts to the regional development of the surrounding area. Regional development used to be measured by its economic development, population growth, availability of living supporting facilities, and land use change. These variables may also be used to measure the regional development impact by the availability of inter-urban transportation. Cigombong District in Bogor Regency has  a very strategic location due to it passed through by various inter-urban transportation routes namely railway (Pangrango Train) with a station (Cigombong Station) and regional roads (state and provincial roads) connecting Bogor City and Sukabumi City. The plan to construct the Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) toll road which will pass through with exit gate located in this district is predicted to push the regional development in this district even further. This study aimed to understand the regional development in Cigombong District impacted by the availability of inter-urban transportation. This research used method of the population growth, Weighted Centrality Index  (WCI). of available facilities, and the land use change. Results of this research show that high growth rate of population, rapid development of facilities centers, and rapid change of land use from green area become residential area took place in the area surrounding inter-urban transportation routes (road network as well as train station) namely Cigombong, Tugu Jaya, Ciburuy and Ciburayut Villages. It can be concluded that the development of Corridor Bogor-Sukabumi inter-urban transportation had effect on regional development that can be identified by population growth, residential facilities centers, and  land use change. In turn, it can be used by the local government as one the input for formulating policy for enhancing resilience of the region.
MENGGALI MINAT ANAK-ANAK USIA SEKOLAH DASAR TERHADAP BUDAYA SUNDA MELALUI PERMAINAN ALAT MUSIK ANGKLUNG DI DESA PASIR JAYA, KECAMATAN CIGOMBONG - KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT Kasikoen, Ken Martina; Kurnianto, Ario; Suryandari, Ratnawati Yuni; Martini, Elsa; Erni, Nofi; Rasjidin, Roesfiansjah
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 7, No 03 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v7i03.4119

Abstract

Desa Pasir Jaya, sebagai salah satu desa di tanah Sunda, mempunyai akar budaya Sunda. Namun seiring perkembangan jaman, Kebudayaan Sunda semakin tergerus. Padahal Kebudayaan Sunda merupakan budaya yang sangat tinggi menjunjung sopan santun dan sangat baik bagi perkembangan anak-anak di Desa Pasir Jaya. Anak-anak usia Sekolah Dasar sangat terbatas kemampuannya dalam mempelajari dan memahami kebudayaan Sunda dengan baik. Oleh karena itu, memberikan cinta Seni Sunda kepada anak-anak usia SD dapat mempercepat anak-anak tersebut memahami Kebudayaan Sunda. Berbagai macam seni Sunda, mempunyai tingkatan dalam penguasaannya. Salah satu yang sangat mudah dipelajari dan mempunyai makna yang mendalam adalah Musik Angklung. Sehingga pengajaran musik angklung kepada anak-anak usia SD diharapkan akan menambah kemampuan menggunakan alat musik angklung dan ilmu musik dasar. Pada gilirannya dengan suara musik khas Sunda akan menambah cinta budaya Sunda. Rencana kegiatan pengabdian ini meliputi Pra survei untuk mengindentifikasi masalah, pengenalan teori musik dasar dan musik angklung, pendampingan dan pelatihan alat musik angklung dengan lagu-lagu sunda serta sosialisasi kepada ibu-ibu PKK tentang pentingnya budaya sunda khususnya musik angklung bagi anak-anak usia Sekolah Dasar. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian  masyarakat ini dapat menumbuhkan minat pada anak-anak Usia Sekolah Dasar terhadap kebudayaan sunda dalam rangka melestarikan kebudayaan derahnya, serta dapat dipublikasikan kedalam jurnal pengabdian masyarakat agar dapat memberikan informasi kepada akademisi lain untuk ikut berperan. Kata Kunci: Budaya Sunda, Angklung, Pelatihan
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PETA WISATA DESA MEKARBUANA, KECAMATAN TEGALWARU, KARAWANG Martini, Elsa; Kasikoen, Ken Martina; Suryandari, Ratnawati Yuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 6, No 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v6i2.3173

Abstract

AbstractMekarbuana Village is one of the villages at the southern end of Karawang, which has many tourism potentials including Curug Bandung, Curug Cigeuntis, Gunung Sanggabuana, Kampung Turis, Jembatan Cinta, dan Empang Sari. The lack of attraction on tourist objects in the cultural sites, which are the hallmarks of Mekarbuana Village, makes it less attractive for tourists to visit. Moreover, there is also lack of supporting facilities such as tourist maps, that could provide the convenience and comfort of tourists who want to visit these tourist objects. Also, there is lack of knowledge from the public and the Mekarbuana Village’s PKK Driving Team to develop tourism potential in the village. Therefore, there are needs for tourist map of Mekarbuana Village to facilitate tourists in visiting tourism sites located in Mekarbuana Village. Keywords : Mekarbuana viilage, tourism potentials, accompaniment AbstrakDesa Mekarbuana merupakan salah satu Desa diujung Selatan Karawang yang memiliki potensi wisata yang sangat tinggi dan terkenal dengan keindahan alamnya yang masih sejuk dan asri. Dengan adanya potensi tersebut turut menjadikan desa ini sebagai Desa EMAS (Enterpreneur, Mandiri, Adil dan Sejahtera). Namun potensi wisata tersebut belum dikelola dengan baik karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengelola potensi didesanya. maka dalam rangka untuk meningkatkan potensi wisata, program pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk mendukung pembangunan sumberdaya alam dan manusia di Desa Mekarbuana sebagai Desa wisata yang mandiri.Metode pelaksanaan terdiri dari lima kegiatan meliputi pengenalan kebutuhan, perencanaan kegiatan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kegiatan. Hasilnya, dengan adanya peta wisata , memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke tempat – tempat wisata serta membantu memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk lebih berpartisipasi terhadap potensi – potensi wisata di desa nya sehingga diharapkan dapat memberikan peningkatan taraf hidup masyarakatnya. Kata kunci: Desa mekarbuana, potensi wisata, pendampingan
PENGADAAN PERPUSTAKAAN RAMAH ANAK (PARA) SEBAGAI PENINGKATAN SARANA PEMBELAJARAN DI DESA PASIR JAYA, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT Kasikoen, Ken Martina; Martini, Elsa; Suryandari, Ratnawati Yuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 6, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v6i1.2873

Abstract

AbstractPasir Jaya Village is one of the villages in Cigombong Subdistrict - Bogor Regency that has 22.52% of the school-aged children of the population in the village. Even though the number of schools is relatively sufficient, educational infrastructure such as children's libraries for public are not yet available so this has an impact on low interest in reading. Seeing the residents' activities which are often held routinely and usually done with children, related to the preparation of education and knowledge of these children, the community service program undertaken is the procurement of a Child Friendly Library (PARA) in Pasir Jaya Village. The methods of implementing this community service program include surveys of supporting facilities for children's libraries, Procurement of shelves, book library chairs, providing training and coaching for prospective library managers namely mothers who are members of the PKK and teenagers in Pasir Jaya Village. For this reason, the provision of a child-friendly library in the village can be carried out, and attracts children's interest in reading, as well as providing expertise and busyness that is beneficial for mothers in the village.                                                                                                                Keywords: Child friendly library, interest in reading, library management AbstrakDesa Pasir Jaya merupakan salah satu desa di Kecamatan Cigombong - Kabupaten Bogor yang memiliki anak-anak usia sekolah dini sebesar 22,52% dari jumlah penduduk di desa tersebut. Meskipun jumlah sekolah  relatif mencukupi, namun prasarana pendidikan seperti perpustakaan anak untuk umum belum tersedia sehingga hal ini berpengaruh terhadap minat baca yang masih rendah. Melihat kegiatan penduduk yang sering mengadakan pertemuan rutin dan biasanya membawa serta anak-anak, Sehingga terkait dengan persiapan pendidikan dan pengetahuan anak-anak tersebut,maka program pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah pengadaan Perpustakaan Ramah Anak (PARA) di Desa Pasir Jaya. Metode pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini antara lain survey ketersediaan fasilitas penunjang perpustakaan anak, Pengadaan rak, buku,permainan anak serta kursi perpustakaan, memberikan pelatihan dan pembinaan kepada calon pengelola perpustakaan yaitu ibu-ibu yang tergabung dalam PKK serta remaja di Desa Pasir Jaya. Hasilnya, pengadaan perpustakaan ramah anak di desa tersebut dapat dilaksanakan, dan menarik minat baca anak-anak, serta memberikan keahlian dan kesibukan yang bermanfaat bagi ibu-ibu di desa tersebut. Kata kunci : Perpustakaan ramah anak, minat baca, pengelolaan perpustakaan
PANDEMI COVID-19 DAN KEARIFAN LOKAL: PENYULUHAN BUDIDAYA TANAMAN SAMBUNG NYAWA (GYNURA PROCUMBENS) DI DUSUN JOMBLANG, TEGALTIRTO, BERBAH, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Suryandari, Ratnawati Yuni; Kasikoen, Ken Martina; Martini, Elsa; Kurnianto, Ario
Anoa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial, Politik, Budaya, Hukum, Ekonomi Vol 1, No 3 (2020): Edisi Khusus Covid-19
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.788 KB) | DOI: 10.52423/anoa.v1i3.13425

Abstract

Pandemi covid-19 sedang melanda Indonesia dan sebagian besar negara di dunia. Pada 18 Juli 2020, jumlah penduduk Kabupaten Sleman yang terpapar covid-19 sebanyak 147 orang, pasien sembuh sebanyak 121 orang dan 5 orang meninggal dunia karena covid-19. Dusun Jomblang merupakan salah satu dusun di Kabupaten Sleman, menurut data, belum ada warganya yang terpapar virus corona. Walaupun Dusun Jomblang merupakan zona hijau, tetapi masyarakat di dusun tersebut tetap waspada dengan tetap menjaga kesehatan dan menaati peraturan pemerintah terkait covid-19, seperti selalu cuci tangan dengan sabun, memakai masker jika keluar rumah, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Di masa pandemi covid-19 ini, peningkatan imunitas tubuh sangat diperlukan agar jangan sampai terkena penyakit dan terpapar virus corona. Salah satu usaha untuk meningkatkan imunitas tubuh adalah dengan memanfaatkan kearifan lokal yaitu mengkonsumsi tanaman herbal yang dapat tumbuh dengan mudah di sekitar lingkungan kampung. Tanaman Sambung Nyawa atau daun Dewa (gynura procumbens) merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang banyak khasiatnya, tetapi masih sedikit sekali masyarakat di Dusun Jomblang yang mengetahuinya dan menanamnya. Oleh karena itu, penyuluhan tentang khasiat dan budidaya tanaman Sambung Nyawa sangat diperlukan agar masyarakat di dusun tersebut dapat menanam tumbuhan Sambung Nyawa di pekarangan rumah dan dapat mengkonsumsi tanaman tersebut setiap hari. Dengan demikian, diharapkan agar imunitas tubuh masyarakat Dusun Jombang meningkat, selalu sehat, dan terhindar dari paparan virus corona.
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE CHARACTERISTICS OF THE CHOICE OF TRANSPORTATION MODES IN THE CITY OF WEST JAKARTA DURING THE COVID-19 PANDEMIC Reizsky Reynaldy; Ken Martina Kasikoen; Darmawan Listya Cahya; Mega Novetrishka Putri
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.019 KB) | DOI: 10.21009/jpensil.v11i2.26578

Abstract

The Covid-19 pandemic that has hit the world in recent years has changed the habit of life of many people, with no exception to the West Jakarta City Administration citizen.. Various citizen activities started to adjust to the current living circumstances. This study was conducted to determine the relationship between the characteristics of mode selection and the usage of types of transportation modes in the Administrative City of West Jakarta during the Covid-19 Pandemic. This research data was obtained through an online-based survey regarding the characteristics of the mode selection of citizens of the West Jakarta Administrative City during the Covid-19 Pandemic. The resulting data is processed using statistical correlation analysis based on the chi-square test. The results of the analysis show that the highest proportion of the use of this type of transportation mode is in the Administrative City of West Jakarta during the Covid-19 pandemic, namely 68.5% are private vehicle users and 31.5% are public transport users. which are gender factors, vehicle ownership, SIM ownership, frequency of daily activities, distance travelled, the distance of public transportation facilities from home, distance of public transportation facilities from the activities place, travel time during a pandemic, waiting time for transportation modes, and travel costs have a relationship with the usage of this type of transportation in West Jakarta Administrative City During the Covid-19 Pandemic
PENGARUH KEGIATAN PARIWISATA TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH STUDI KASUS KABUPATEN RAJA AMPAT Ken Martina Kasikoen
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 1 No. 2 (2022): KENDALI: Economics and Social Humanities, November 2022
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v1i2.89

Abstract

Pariwisata menjadi salah satu potensi pada suatu wilayah yang terus dimanfaatkan, karena diharapkan dapat mendorong pengembangan wilayah. Pengembangan wilayah dapat ditinjau dari berbagai aspek, seperti fisik, social maupun ekonomi. Aspek ekonomi merupakan salah satu aspek terpenting dalam menentukan indikator pengembangan wilayah. Kabupaten Raja Ampat, sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat, memiliki potensi wisata yang sangat besar, baik wisata alam maupun wisata budaya. Menyadari hal tersebut Pemerintah Kabupaten Raja Ampat telah menentukan visi pembangunannya yaitu “Terbangunnya Industri Pariwisata Dan Kelautan Secara Berkelanjutan Untuk Menopang Ekonomi Masyarakat”. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kegiatan pariwisata terhadap pengembangan wilayah di Kabupaten Raja Ampat, dengan melakukan analisis aspek ekonomi dan pariwisata. Aspek ekonomi akan diukur berdasarkan laju pertumbuhan ekonomi dan analisis Location Quotient (LQ). Aspek pariwisata dianalisis dengan menggunakan kecenderungan perkembangan wisatawan yang berkunjung di wilayah tersebut serta fasilitas pendukung kegiatan wisata. Batasan peneitian ini adalah penggunaan data sampai tahun 2019 ketika Pandemi Covid 19 belum terjadi. Hasilnya menunjukkan bahwa seiring terjadinya kenaikan kegiatan pariwisata, kondisi ekonomi di Kabupaten Raja Ampat juga meningkat.
Kajian Perencanaan dan Pembangunan Sistem Informasi Berbasis WebGIS Kota Palu Ghefra Rizkan Gaffara; Ken Martina Kasikoen; Gabriella Trisna Yudhanti; Fina Zaimah Maznah
Digital Transformation Technology Vol. 3 No. 2 (2023): Artikel Periode September 2023
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v3i2.3046

Abstract

Palu is located in the Sulawesi most active fault, with an annual movement of about 7 cm. The epicenter was located near Donggala, with tremors felt in various regions, including North and East Kalimantan. The earthquake had an energy release of approximately 2.5 × 10^20 Nm, equivalent to 200 times the power of the Hiroshima bombing. This presents an interesting subject for studying how to develop a good and accessible disaster mitigation system by utilizing the available information technology today, where disaster information can be easily accessed and synchronized with existing disaster management systems to reduce the impact of earthquake disasters. This research aims to analyze earthquake disaster risks and develop a mitigation model through a spatial analysis approach using Geographic Information System (GIS). The methods employed include analyzing disaster risks by utilizing Digital Elevation Model (DEM) data, road data, and overlaying images with earthquake damage distribution. Additionally, qualitative analysis in the form of disaster management and mitigation analysis is conducted. The data obtained is used to design evacuation routes and determine post-earthquake shelter locations. The results of this research provide a better understanding of disaster vulnerability in the studied areas. Through the developed mitigation model, this research contributes to identifying effective mitigation strategies. The designed evacuation routes and post-earthquake shelter locations provide crucial information for emergency response planning. Furthermore, the analysis results are presented in the form of a WebGIS accessible through a website, enabling easy access to information by the general public
BERKEBUN HIDROPONIK DI KAMPUS: KESEIMBANGAN ANTARA KEHIDUPAN AKADEMIK DAN INTERAKSI DENGAN ALAM Suryandari, Ratnawati Yuni; Kasikoen, Ken Martina; Martini, Elsa
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 05 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i05.7823

Abstract

Berkebun hidroponik merupakan teknik menanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Berbagai media tanam dapat digunakan dalam berkebun hidroponik, salah satunya adalah rockwool dengan menambahkan larutan nutrisi tanaman. Tidak perlu takut kotor karena berkebun yang satu ini tidak perlu bergelimang dengan tanah dan cacing tanah. Tidak perlu cangkul karena tidak perlu menggemburkan tanah. Berkebun hidroponik di kampus merupakan hal yang menarik dan menguntungkan. Kegiatan ini selain mampu menghijaukan lingkungan kampus, juga dapat menciptakan kenyamanan di lingkungan kerja. Disamping itu, berkebun hidroponik juga mampu menghasilkan tanaman sehat yang dapat dikonsumsi dan bernilai ekonomis. Meskipun cara berkebun sayuran ini terbilang modern, namun untuk melakukannya tidak memerlukan biaya yang tinggi, karena dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar. Bagaimana caranya agar para pegawai dan mahasiswa di lingkungan kampus dapat berinteraksi dengan alam dan menyeimbangkan kehidupan digitalnya? Urban farming atau pertanian perkotaan merupakan salah satu jawaban. Berdasarkan faktor-faktor kurangnya pengetahuan dan minat warga Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (PSKK UGM) tentang pertanian hidroponik, serta kurangnya keseimbangan antara kehidupan akademik dan interaksi dengan alam, maka program abdimas ini diharapkan dapat memberikan penyuluhan dan pendampingan tentang berkebun hidroponik di kampus. Setelah praktek langsung berkebun hidroponik, diharapkan para warga kampus tertarik berkebun hidroponik di kampus, menjadi lebih nyaman beraktifitas di lingkungan kampus, dan dapat mengkonsumsi makanan yang lebih sehat. 
PENGADAAN PIPA AIR BERSIH UNTUK POSKO PENGUNGSIAN GEMPA CIANJUR DI KAMPUNG CIHERANG Gaffara, Ghefra Rizkan; Kurniawan, Surya; Nurhaidar, Wa Ode; Kasikoen, Ken Martina; Suwandi, Arief; Rasjidin, Roesfianjah
Ekalaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Ekalaya Journal
Publisher : Nindikayla Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57254/eka.v2i2.44

Abstract

An earthquake in Cianjur on Monday, November 21, 2022 with a magnitude of 5.6 had a damaging impact, resulting in hundreds of deaths and thousands of buildings being destroyed. Cianjur is one of the areas in West Java that was hit by a disaster this year, and adds to the long list of disasters that will occur in West Java in 2022. The National Disaster Management Agency (BNPB) noted that as of December 29, 2022 there had been 3,507 disasters throughout Indonesia. The total disasters recorded were floods with 1,504 incidents in various regions, followed by 1,042 extreme weather, 633 landslides, 251 land and forest fires, 28 earthquakes, 26 tidal waves, 4 droughts, and one volcanic eruption. The province that experienced the highest number of incidents was West Java, with a total of 819 disasters throughout 2022. Followed by Central Java with 478 disasters, and East Java with 401 disasters. Community service activities from Esa Unggul University were carried out for communities affected by the Cianjur Earthquake in Ciherang Village which were carried out for approximately 3 weeks to help evacuees due to the Cianjur Earthquake.