Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN ASAS NO WORK NO PAY TERHADAP PEKERJA YANG TERDAMPAK PANDEMI COVID-19 Muhidin; Candra Robasa Sijabat
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.127

Abstract

Asas "No Work, No Pay" merupakan prinsip dalam hubungan kerja yang menyatakan bahwa pekerja hanya berhak menerima pembayaran atau upah jika mereka benar-benar melakukan pekerjaan atau perintah yang telah ditugaskan, dengan kata lain upah tidak diberikan jika mereka tidak melakukan pekerjaan. Selama masa Pandemi Covid-19 baik pengusaha maupun pekerja menghadapi tantangan yang signifikan, pandemi Covid-19 telah memaksa pengusaha untuk tidak mempekerjakan pekerja dengan berbagai pertimbangan baik terkait dengan regulasi berupa protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun strategi perusahaan dalam upaya untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan. Pada masa pandemi Covid-19 penerapan asas ini juga memunculkan sejumlah polemik dan kontroversi terutama dalam situasi-situasi yang tidak dapat dikendalikan baik oleh pekerja maupun pengusaha. "No Work, No Pay" sebagai salah satu asas yang mengacu pada produktivitas sering digunakan untuk mempertahankan keberlangsungan usaha sebuah perusahaan terutama pada masa-masa sulit. Artikel ini mengeksplorasi penerapan asas "No Work, No Pay" terutama dalam kondisi darurat pada masa pandemi Covid-19, mencakup dampaknya terhadap upah pekerja dan keberlangsungan perusahaan. Artikel ini juga menyajikan alternatif proses atau langkah-langkah mitigasi yang dapat diambil untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan bisnis dan hak-hak pekerja selama masa krisis Pandemi Covid-19.
PENERAPAN ASAS NO WORK NO PAY TERHADAP PEKERJA YANG TERDAMPAK PANDEMI COVID-19 Muhidin; Candra Robasa Sijabat
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.127

Abstract

Asas "No Work, No Pay" merupakan prinsip dalam hubungan kerja yang menyatakan bahwa pekerja hanya berhak menerima pembayaran atau upah jika mereka benar-benar melakukan pekerjaan atau perintah yang telah ditugaskan, dengan kata lain upah tidak diberikan jika mereka tidak melakukan pekerjaan. Selama masa Pandemi Covid-19 baik pengusaha maupun pekerja menghadapi tantangan yang signifikan, pandemi Covid-19 telah memaksa pengusaha untuk tidak mempekerjakan pekerja dengan berbagai pertimbangan baik terkait dengan regulasi berupa protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun strategi perusahaan dalam upaya untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan. Pada masa pandemi Covid-19 penerapan asas ini juga memunculkan sejumlah polemik dan kontroversi terutama dalam situasi-situasi yang tidak dapat dikendalikan baik oleh pekerja maupun pengusaha. "No Work, No Pay" sebagai salah satu asas yang mengacu pada produktivitas sering digunakan untuk mempertahankan keberlangsungan usaha sebuah perusahaan terutama pada masa-masa sulit. Artikel ini mengeksplorasi penerapan asas "No Work, No Pay" terutama dalam kondisi darurat pada masa pandemi Covid-19, mencakup dampaknya terhadap upah pekerja dan keberlangsungan perusahaan. Artikel ini juga menyajikan alternatif proses atau langkah-langkah mitigasi yang dapat diambil untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan bisnis dan hak-hak pekerja selama masa krisis Pandemi Covid-19.
Penguatan Solidaritas Sosial dalam Perlindungan Lingkungan Berbasis Komunitas di RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Jakarta Timur: Penelitian Taufiq Supriadi; Bestari Nirmala Santi; Candra Robasa Sijabat; Otto Sumaryoto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5650

Abstract

Permasalahan lingkungan di kawasan perkotaan Indonesia, seperti pencemaran air, limbah domestik, dan keterbatasan ruang hijau, menuntut solusi berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran solidaritas sosial dalam perlindungan lingkungan di RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Jakarta Timur, sekaligus menilai kesesuaian praktik tersebut dengan kerangka hukum nasional. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif untuk menelaah UUD 1945, UU No. 32 Tahun 2009, UU No. 23 Tahun 2014 dan peraturan turunan, serta empiris terbatas melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas sosial dan modal sosial mendukung partisipasi aktif warga dalam pengelolaan drainase menjadi kolam budidaya lele, komposter, lubang resapan biopori, UMKM berbasis hasil panen dan platform digital RT Online. Praktik ini selaras dengan hukum Indonesia, memberikan legitimasi normatif, serta menciptakan komunitas urban yang resilien, produktif, dan berkelanjutan. RT 08 RW 04 menjadi model perlindungan lingkungan berbasis komunitas yang efektif dan dapat direplikasi.