Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOMPLEKSITAS ORGANISASI DALAM MENGATASI MASALAH ORGANISASI: TINJAUAN DIMENSI PERILAKU, STRUKTUR, DAN MANAJEMEN PERUBAHAN Ahmad Muksin; Panji Ridwansyah; Elang Danar Putra Anggriawan; Renita Agustina; Vera Aulia Putri; Adhitya Dwi Anggara
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v2i1.774

Abstract

Organisasi adalah sarana dalam pencapaian tujuan, yang merupakan wadah kegiatan dari orang-orang yang bekerja sama dalam usahanya mencapai tujuan. Keberadaan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh beberapa aspek diantaranya penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orangtersebut terhadap masyarakat. Beberapa penyebab umum masalah dalam organisasi antara lain adalah sistem komunikasi yang buruk, perbedaan pola pikir, perubahan struktur organisasi, dan kurangnya kepercayaan. Organisasi bisa dirancangberbentuk tinggi ( tall ) dengan banyak tingkatan hierarki atau mendatar ( flat ), di mana hanya terdapat sedikit jumlah tingkatan hierarki. Pilihan bentuk organisasi menjadi tinggi atau mendatar ditentukan oleh besarnyarentang kendali ( span of control ) yaitu jumlah maksimum bawahan yang masih bisa dipimpin secara efektif oleh seorang atasan. kompleksitas organisasi dalam mengatasi permasalahan organisasi dari dimensi struktur perilaku dan manajemen adalah organisasi dapat mengatasi kompleksitas tersebut dengan menggunakan berbagai metode pengendalian organisasi dengan pendekatan sistem. Kompleksitas suatu organisasi dapat diukur melalui tiga dimensi, yaitu kompleksitas vertikal, horizontal, dan spasial. Struktur dan sistem suatu organisasi juga dapat berkontribusi terhadap kompleksitasnya, dan formalisasi, sentralisasi, dan koordinasi merupakan faktor penting yang mempengaruhi situasi dan kondisi suatu organisasi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Diabetes Mellitus dengan Kualitas Hidup Masyarakat Penderita Diabetes Milletus di Desa Salaman Vera Aulia Putri; Dyah Wiji Puspita Sari; Muh. Abdurrouf
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 4 (2025): Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran,
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v3i4.5479

Abstract

Diabetes mellitus is an incurable condition that has a major negative influence on its patients' quality of life.  As a result, it is anticipated that the general public, particularly those who have diabetes and their families, will become more knowledgeable about diabetes management and control.  Patients and their families can choose the best course of action for their condition by gaining more knowledge.  Quality of life will be enhanced by appropriate diabetes mellitus knowledge and health-seeking behaviors. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge about diabetes mellitus and the quality of life of people with diabetes mellitus in Salaman Village. This study was a quantitative study with a correlational approach and a cross-sectional design. The sample consisted of 52 respondents using a purposive sampling technique. Data analysis used Spearman rank. The characteristics of 52 people who experience diabetes mellitus are mostly in the late elderly age (56-65 years), mostly female and mostly with junior high school education, mostly with moderate quality of life, and with sufficient knowledge. There is a relationship between the level of knowledge of diabetes mellitus and the quality of life of people with diabetes mellitus in Salaman Village (0.000). It is hoped that diabetes patients will increase their knowledge about diabetes mellitus by participating in counseling or education held by health workers.