Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENCEGAHAN DAN DAMPAK MASIF KORUPSI DI RUANG LINGKUP BEM FIKOM UBHARA JAYA Farhan Nasuha; Edy Soesanto; Ulan Safitri; Cicilia Hutagalung
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v2i10.1751

Abstract

Korupsi merupakan permasalahan serius yang dapat merugikan berbagai sektor termasuk organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Penulis mengkaji upaya anti korupsi dan dampak signifikannya termasuk kesenjangan sosial dan ketidakpercayaan. Penulis mengulas berbagai strategi pencegahan korupsi yang telah diterapkan di berbagai organisasi, termasuk transparansi, penetapan kode etik organisasi, dan pendidikan anti korupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sebagai metode pengumpulan data dengan kombinasi wawancara mendalam, survei, observasi, dan analisis responden. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi upaya anti korupsi di organisasi BEM Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya beserta dampak signifikannya terhadap lingkungan organisasi tersebut, serta meningkatkan pemahaman tentang anti korupsi dalam upaya memerangi korupsi.
Etika AI dalam Konteks Disinformasi Digital: Penyalahgunaan Identitas pada Penipuan Online Nazwa Salsabila; Sari Endah Nursyamsi; Nuna Lailani; Ulan Safitri; Sayyidah Fatma Azzahra
Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/progres.v2i4.2747

Abstract

The development of AI is now changing many aspects of our lives, especially in the digital world. However, along with these advances, new challenges have arisen, particularly in the form of digital disinformation. Technologies such as deepfake and voice cloning have made it easy to manipulate a person’s image or voice, often for malicious purposes such as online fraud and the spread of fake news. This study focuses on the ethical violations that occur with the use of AI, particularly in the context of these technologies. It also evaluates the effectiveness of Indonesia's legal framework in combating digital disinformation. Using qualitative research methods based on literature studies, the results highlight several ethical concerns. Fundamental principles such as responsibility, honesty, and justice are often overlooked in the development and application of AI, leading to unethical behavior in the digital sphere. Additionally, the study reveals that the legal regulations currently in place in Indonesia are insufficient to adequately protect the public from the potential abuses of AI technology. This research emphasizes the need for stronger legal and ethical standards to address the growing concerns about AI misuse and to safeguard the public from digital manipulation and disinformation.
Strategi yang Inovatif dan Progresif Dalam Budaya Sekuriti Menuju Masa Depan Ulan Safitri; Achmad Fauzi; Delsya Azhara Putri; Hutagalung, Cicilia Agustriana; M Fadli Nursal
Fibonacci: Jurnal Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Keuangan Vol. 2 No. 1 (2025): Fibonacci: Jurnal Ilmu Ekonomi, Manajemen, dan Keuangan
Publisher : Yayasan Inovasi Akademi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/fibonacci.v2i1.255

Abstract

Manajemen sekuriti melindungi sistem atau jaringan dari serangan cybersecurity. Di tengah dinamika ancaman keamanan yang terus berkembang, adopsi strategi inovatif dan progresif dalam budaya sekuriti menjadi krusial untuk menciptakan lingkungan aman dan berkelanjutan. Jurnal ini mengkaji pendekatan strategis yang mengintegrasikan teknologi mutakhir, pendidikan kesadaran keamanan, serta tata kelola organisasi adaptif guna memperkuat budaya sekuriti di berbagai sektor. Melalui analisis studi kasus dan model implementasi, penelitian menyoroti bagaimana inovasi kebijakan dan praktik keamanan mendorong transformasi budaya sekuriti menjadi lebih responsif dan resilien di masa depan. Temuan utama menunjukkan bahwa kolaborasi lintas disiplin serta penggunaan teknologi digital secara efektif merupakan kunci dalam memperkuat kesadaran sekaligus mitigasi risiko keamanan kompleks. Implikasi praktis dan rekomendasi strategis dari penelitian ini diharapkan menjadi panduan bagi organisasi untuk mengembangkan budaya sekuriti yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Etika AI Dalam Konteks Disinformasi Digital: Penyalahgunaan Identitas Pada Penipuan Online Nazwa Salsabila; Sari Endah Nursyamsi; Nuna Lailani; Ulan Safitri; Sayyidah Fatma Azzahra
Fibonacci: Jurnal Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Keuangan Vol. 2 No. 1 (2025): Fibonacci: Jurnal Ilmu Ekonomi, Manajemen, dan Keuangan
Publisher : Yayasan Inovasi Akademi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/fibonacci.v2i1.267

Abstract

Perkembangan AI kini mengubah banyak hal dalam kehidupan kita, terutama di dunia digital. Sayangnya, kemajuan ini juga membuka celah bagi penyalahgunaan, seperti pembuatan disinformasi. Teknologi deepfake dan voice cloning memudahkan manipulasi wajah atau suara seseorang, yang sering dipakai untuk penipuan online dan penyebaran berita bohong. Penelitian ini menganalisis pelanggaran etika dalam penggunaan AI, serta mengecek seberapa efektif aturan hukum Indonesia melawan disinformasi digital. Menggunakan metode kualitatif dari studi pustaka, hasilnya menunjukkan bahwa prinsip etika penting seperti tanggung jawab, kejujuran, dan keadilan sering dilupakan. Sementara itu, regulasi hukum di Indonesia belum cukup kuat untuk lindungi masyarakat dari penyalahgunaan AI.