Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELATIHAN KUKIS KELOR SEBAGAI UPAYA MITIGASI KELUARGA BERESIKO STANTING Mastuti, Rini; Fuad, Muhammad; Gustiana, Cut; Bahri, Syamsul; Achmad, Adnan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4793-4803

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, dengan dampak jangka panjang yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Di Kabupaten Aceh Tamiang, angka stunting masih tinggi, mencapai 27,4% pada tahun 2023. Tujuan dilaksanakan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu-ibu dalam meningkatkan gizi anak balita dengan pemberian makanan pendamping berupa kukis kelor sebagai upaya mitigasi keluarga beresiko stanting. Mitra kegiatan pengabdian adalah KWT Citra Karsa yang beranggotakan 20 orang ibu-ibu rumah tangga. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta hingga 89% dalam mempraktikkan pembuatan kukis kelor. Produksi kukis sehat mencapai 4 toples/keluarga/bulan. Pendampingan lanjutan sangat dibutuhkan sehingga dampak dari kukis sehat menggunakan bahan kelor ini bisa dirasakan oleh masyarakat (keluarga) di Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang. 
Small Business Empowerment Strategy in the Agricultural Sector Through Digital Entrepreneurship Achmad, Adnan; Karto , Andriani; Asril, Akmil
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 4 No. 2 (2024): July - December 2024
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v4i2.3097

Abstract

This study looks at how digital entrepreneurship is being used by small enterprises in the agriculture industry to empower them. It focusses on how this is affecting market access, production efficiency, and bolstering competitiveness. The advent of digital transformation has presented small enterprises with novel prospects to surmount customary constraints, including restricted availability of markets, finance, and technology. This research employs a qualitative methodology and a case study approach to investigate how small agricultural firms might use digital technologies, like e-commerce platforms and the Internet of Things (IoT), to increase market access and productivity. In-depth interviews with small business owners, technology suppliers, and other stakeholders were used to gather data. Direct observation and document analysis were also used. The results of this study show that small enterprises' operational efficiency and revenue are greatly increased when digital entrepreneurship is implemented. Collaboration with a range of stakeholders, including the government and academic institutions, and sufficient digital literacy have shown to be crucial for the effective execution of this plan. This study also emphasises how crucial it is to create both domestic and global business networks in an effort to increase market penetration and boost the competitiveness of small enterprises in the agriculture industry. In order to increase the sustainability and competitiveness of small enterprises in the agriculture sector, this study makes recommendations based on its results for policy makers and industry participants to assist the widespread adoption of digital entrepreneurship.
PELATIHAN KUKIS KELOR SEBAGAI UPAYA MITIGASI KELUARGA BERESIKO STANTING Mastuti, Rini; Fuad, Muhammad; Gustiana, Cut; Bahri, Syamsul; Achmad, Adnan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4793-4803

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, dengan dampak jangka panjang yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Di Kabupaten Aceh Tamiang, angka stunting masih tinggi, mencapai 27,4% pada tahun 2023. Tujuan dilaksanakan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu-ibu dalam meningkatkan gizi anak balita dengan pemberian makanan pendamping berupa kukis kelor sebagai upaya mitigasi keluarga beresiko stanting. Mitra kegiatan pengabdian adalah KWT Citra Karsa yang beranggotakan 20 orang ibu-ibu rumah tangga. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta hingga 89% dalam mempraktikkan pembuatan kukis kelor. Produksi kukis sehat mencapai 4 toples/keluarga/bulan. Pendampingan lanjutan sangat dibutuhkan sehingga dampak dari kukis sehat menggunakan bahan kelor ini bisa dirasakan oleh masyarakat (keluarga) di Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang. 
INTRODUKSI TEKNOLOGI ATBM DALAM MENGHASILKAN ANEKA PRODUK TENUN LIDI SAWIT PADA REMAJA PUTRI ACEH TAMIANG Jamil, Muhammad; Suwardi, Adi Bejo; Baihaqi, Baihaqi; Achmad, Adnan; Sutrisno, Imam Hadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32969

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkenalkan aneka produk tenun limbah lidi sawit bagi remaja putri kampung paya bedi melalui introduksi alat tenun bukan mesin. Kegiatan ini dipilih karena tersedianya limbah lidi sawit di desa itu yang belum dimanfaatkan secara optimal bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah participatory action research dan transfer teknologi melalui tahapan kegiatan diantaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi. Seluruh tahapan kegiatan yang dilakukan tercatat melalui lembar posttest dimana 10 anggota kelompok (67%) sangat mengetahui tatacara penggunaan alat tenun, 7 anggota kelompok (46%) cukup memahami teknik memenun secara silang menyilang dan 10 anggota kelompok (66,6 %) mengetahui tatacara pembuatan aneka pola tenun lidi sawit. Disimpulkan bahwa 8 anggota kelompok (53%) memahami seluruh tahapan kegiatan antaranya 25% anggota kelompok sangat mengetahui jenis peralatan kerja yang digunakan, 42% anggota kelompok paham dengan proses awal pembuatan produk dan 47% anggota kelompok memahami teknik pembersihan permukaan produk. Hal ini memperlihatkan bahwa introduksi alat tenun bukan mesin kepada remaja putri mampu meningkatkan kuantitas produk yang dihasilkan.Abstract: This Community Service Program (PKM) aims to introduce various woven products made from oil palm midrib waste to young women in Paya Bedi village through the introduction of non-mechanical weaving tools. This activity was chosen due to the availability of oil palm midrib waste in the village, which has not been optimally utilized to increase community income. The method used is participatory action research and technology transfer through several stages, including coordination, socialization, implementation, as well as monitoring and evaluation. All stages of the activity were recorded through post-test sheets, where 10 group members (67%) were highly knowledgeable about how to use the weaving tool, 7 members (46%) had sufficient understanding of the cross-weaving technique, and 10 members (66.6%) knew the procedure for creating various weaving patterns using oil palm midribs. It is concluded that 8 group members (53%) understood all stages of the activity, including 25% of members who were highly familiar with the types of tools used, 42% who understood the initial production process, and 47% who understood the product surface cleaning techniques. This shows that the introduction of non-mechanical weaving tools to young women is capable of increasing the quantity of products produced.