Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Rekonstruksi Pengetahuan Sains Ilmiah Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat di Pinggiran Danau Sentani Jayapura Risamasu, Putu Victoria M.; Pieter, Jan; Gunada, I Wayan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 4 (2023): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i4.1866

Abstract

Kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat sesunguhnya adalah modal pembelajaran IPA di sekolah, potensi tersebut ditemukan pada masyarakat Suku Homfolowkhouw yang tinggal di pinggiran danau Sentani Jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi sains alamiah dan merekonstuksinya menjadi sains ilmiah yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran IPA. Jenis penelitian adalah kualitatif fenomenologis etnosains dengan seting pada masyarakat di pinggiran danau Sentani, dengan metode wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Jumlah informan kunci pada awal penelitian adalah 3 orang terdiri dari kepala suku, guru IPA yang merupakan warga setempat dan tua-tua adat, instrument yang dipergunakan adalah panduan wawancara, panduan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah analisis data kualitatif model Mills dan Huberman (1992). Hasil rekonstruksi menunjukkan bahwa etnosains yang berasal dari pengetahuan asli masyarakat dapat diimplementasikan pada pembelajaran IPA karena memuat konsep IPA ilmiah. Etnosains yang ada di masyarakat Suku Homfolowkhouw adalah tanaman obat-obatan tradisional terdiri dari daun sagu (Metroxylon sagu), sirih hutan (Piper aduncum L.), sambiloto (Andrographis paniculate), mengkudu (Morinda citrifolia) dan penggunaan Papeda hangat untuk menyembuhkan luka. Perkakas kerja ditemukan dalam alat penangkap ikan dari kulit kayu (wauw), alat tokok sagu (femca), dayung (Ropeng), kampak batu, dan parang, Pada bidang seni ditemukan pada tifa dan kain rumbai, ilmu perbintangan untuk menentukan awal musim bercocok tanam dan waktu nelayan menangkap ikan dan teknologi tradisional yang memampukan masyarakat local membangun rumah terapung di atas danau Sentani.
Penerapan Model Contextual Teaching and Learning Berbasis Etnosains Jayapura Terhadap Penguasaan Konsep dan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pieter, Jan; Risamasu, Putu Victoria M.; Gunada, I Wayan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3385

Abstract

Peserta didik yang kehidupan kesehariannya hidup dalam adat dan budaya yang kental dan dominan memerlukan mediasi dalam pembelajaran di kelas, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan etnosains dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk memadupadankan etnosains Jayapura dengan pelajaran IPA dalam bentuk model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan melihat pengaruhnya terhadap penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode ekperimen dengan model penelitian adalah jenis penelitian kuantitatif dengan Quasi Eksperimental design dengan tipe desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII di SMP Negeri 13 Jayapura, dan sampel adalah siswa kelas VII A dan VII B. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen angket dan instrumen evaluasi hasil belajar IPA. Analisis data menggunakan analisis N-Gain (Hake, 1999) dan analisis regresi dengan menggunakan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CTL berbasis etnosais Jayapura terbukti meningkatkan penguasaan konsep peserta didik pada materi Struktur dan lapisan bumi, ditemukan peningkatan N-gain sebesar 0,62 (kategori sedang) pada kelompok eksperimen dimana lebih tinggi dibandingkan pada kelas kontrol dengan nilai gain 0,13 (kategori rendah), selanjutnya hasil uji regresi menunjukkan nilai signifikansi (2 tailed) sebesar 0,003 < 0,005, sehingga disimpulkan terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran CTL berbasis etnosain Jayapura terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Pembekalan Asesmen Pembelajaran Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru Triwiyono , Triwiyono; Pieter, Jan; Risamasu, Putu Victoria M.; Inggamer, Mamberuman Marthen
Bakti Hayati: Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/bhjpi.v2i2.3582

Abstract

This community service activity was carried out because it was found that teachers' knowledge about assessment was still low. The aim of this activity is (1) to increase teachers' knowledge about learning assessment, (2) to provide provisions for teachers in designing learning assessments. The participants in the activity were 23 teachers from the Sekolah Dasar Negeri Inpres Perumnas I Waena, Jayapura City, totaling 23 people. The methods used are lectures, discussions and questions and answers. To measure the increase in participants' knowledge, a pretest and posttest were carried out, while the success of the activity was determined by giving a questionnaire to all participants. The results of the activity showed that teachers’ assessment knowledge increased after the debriefing was carried out, this was indicated by an average pretest score of 36.65 and an average posttest score of 77.39 and participants gave a positive response to the implementation of the activity.
The Effectiveness of Integrating Jayapura’s Local Wisdom to Students' Science Process Skills and Conceptual Understanding of Physics Risamasu, Putu Victoria M.; Pieter, Jan
Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi (JPFT) Vol 10 No 1 (2024): January-June
Publisher : Department of Physics Education, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpft.v10i1.6839

Abstract

Students who live in dominant customs and culture in their daily lives sometimes experience obstacles when studying physics at school. This research aims to integrate local wisdom and local potential that exist in the Jayapura community in physics lessons and see its impact on students' science process skills and conceptual mastery. The research method used in this research is quantitative with a Quasi-Experimental research type with a Non-equivalent Control Group Design. Data collection techniques used test instruments and learning observations. The instrument used in data collection was test. Data analysis used N-gain analysis and Manova test using SPSS program. The subjects in this research were class XI students from three public high schools in Jayapura City who were selected using purposive sampling technique. The research results showed that the integration of local wisdom and local potential of the Jayapura Community had a positive impact on the experimental class and there was a significant increase in N-gain. Furthermore, the Manova test results showed that there were differences in science process skills and concept mastery between the experimental class and the control class. Furthermore, educators can develop E-LKPD based on the local wisdom of the Jayapura community to accommodate the use of technology in learning and preserve the local culture of the community.
Reconstruction of Scientific Knowladge on the Shore of Sentani Lake Jayapura Using Local Knowledge of the Homfolowkhouw Tribe Risamasu, Putu Victoria M.; Pieter, Jan
International Journal of Contemporary Sciences (IJCS) Vol. 2 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijcs.v2i1.12296

Abstract

This research aims to reconstruct natural science from the local wisdom of the Homfolowkhouw Tribe community which can be used in science learning. This type of research is qualitative phenomenological ethnoscience, set in communities living on the edge of Lake Sentani, the methods used are in-depth interviews, observation, and documentation. The reconstruction results show that ethnoscience originating from Homfolowkhouw communities on the edge of Lake Sentani can be implemented in science learning because it contains scientific science concepts. The results of ethnoscientific reconstruction were found in the use of traditional medicinal plants, applications in work tools, applications in arts, and applications in astrology and floating house technology on Lake Sentani.