Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MANAJEMEN DEWANTARA

WORK-LIFE BALANCE, KOMITMEN ORGANISASIONAL, DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN MILENIAL Nico Kosasih
MANAJEMEN DEWANTARA Vol 9 No 3 (2025): MANAJEMEN DEWANTARA
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/md.v9i3.20979

Abstract

This study aims to analyze the effect of work-life balance (WLB) on job satisfaction, with organizational commitment as a mediating variable among millennials in the creative industry. The research employs a quantitative approach with an explanatory design. The sample consists of 120 respondents who are millennial employees in the creative industry sector in Banjarmasin City, selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using Partial Least Squares (SmartPLS 2.5) to examine both direct and indirect relationships among variables. The results show that work-life balance has a positive and significant effect on organizational commitment and job satisfaction. Organizational commitment also has a positive effect on job satisfaction and partially mediates the relationship between WLB and job satisfaction. The R² values of 0.561 for organizational commitment and 0.684 for job satisfaction indicate strong predictive power of the model. These findings confirm that work-life balance not only has a direct impact on job satisfaction but also enhances affective commitment, which strengthens employees’ emotional attachment to the organization. Practically, this study emphasizes the importance of social and managerial support, the implementation of flexible work policies, and psychological empowerment to improve the well-being and retention of millennial employees in the creative sector.
PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION ONLINE PADA PERUSAHAAN RIDE-HAILING Kosasih, Nico
MANAJEMEN DEWANTARA Vol 10 No 1 (2026): MANAJEMEN DEWANTARA
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/md.v10i1.20978

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh kepuasan kerja terhadap niat untuk pindah pekerjaan di kalangan pengemudi layanan ride-hailing di Indonesia, dengan fokus pada wilayah Jabodetabek. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, data dikumpulkan dari 120 pengemudi aktif Gojek, Grab, dan Maxim yang telah bekerja minimal enam bulan. Kepuasan kerja diukur melalui dimensi seperti kompensasi, kondisi kerja, hubungan dengan perusahaan, fleksibilitas, dan peluang pengembangan, sementara niat untuk pindah kerja diukur melalui niat pengemudi untuk mencari pekerjaan lain, keinginan untuk berhenti, dan kemungkinan untuk beralih platform. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid dan reliabel, dengan nilai Cronbach’s Alpha di atas 0.80. Analisis regresi menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki efek signifikan dan negatif terhadap niat turnover (β = -0.452, p < 0.05), menjelaskan 30,5% varians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemudi dengan tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi cenderung tidak akan resign atau beralih platform, sementara ketidakpuasan, terutama terkait pendapatan dan insentif, meningkatkan niat untuk resign. Studi ini berkontribusi pada literatur manajemen sumber daya manusia di ekonomi gig dengan memberikan wawasan kontekstual dari Indonesia dan memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan ride-hailing untuk meningkatkan transparansi pendapatan, memperkuat keterlibatan pengemudi, dan merancang program loyalitas untuk mempertahankan pengemudi.