Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AF POSITIVISME LOGIS: POSITIVISME LOGIS Fikri, Ady; Waspodo, Waspodo; Alfitri, Alfitri; Sriati, Sriati
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 6 No 1 (2024): JURNAL STUDIA ADMINISTRASI
Publisher : STISIPOL Pahlawan 12 Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47995/jian.v6i1.203

Abstract

Positivisme merupakan aliran filsafat yang dipelopori oleh Filosof Perancis yang bernama Auguste Comte Positivisme hanya mempercayai fakta yang dapat diregistrasi secara inderawi yang dijadikan objek ilmu pengetahuan. Fakta tersebut dapat ditinjau dan diuji dan setelah itu barulah kemudian dijadikan landasan pengetahuan Positiviseme Logis dikaitkan dengan pandangan mengenai ilmu pengetahuan yang memiliki 2 tradisi filsafat yaitu Emirisme-Positivisme Empirisme adalah aliran filsafat yang menekankan bahwa pengalaman indrawimerupakan satu-satunya sumber pengetahuan. Pandangan ini sama dengan positivisme yang menekankan aspek kebebasan manusia untuk memperlakukan apa yang diindrainya sebagai kenyataan dan sumber satu-satunya dari pengetahuan ilmiah. Logika adalah bahasa formal yang dapat digunakan untuk menjelaskan kenyataan menurut model-model matematis sehingga menjadi pengetahuan yang jelas, pasti, dan benar. Kendati positivisme logis mengintegrasikan empirisme positivisme dan logika, aliran positivisme logis tidak bisa dipahami sebagai salah satu dari tiga pandangan
Implementing Internal Public Service through a Risk-Based Employee Medical Check-Up (MCU) Program Fikri, Ady; Fitriah, Nurul; Alfitri, Alfitri; Putra, Raniasa; Lionardo, Andries
Khazanah Sosial Vol. 8 No. 1 (2026): Khazanah Sosial
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ks.v8i1.34229

Abstract

This study analyzes the implementation of an employee Medical Check-Up (MCU) program as an internal public service in a regional public hospital in South Sumatra, given the rising risk of non-communicable diseases among the working-age population and the limited use of MCU outputs for evidence-based occupational health policy. The study applies a qualitative document analysis approach using official MCU implementation records for the 2025 cycle, including the service flow, the schedule of 664 participants across more than 130 work units, a risk-based examination matrix, an aggregation of 124 health findings, and employee attendance records. Data were analyzed through thematic content analysis based on a policy implementation lens.. The MCU is implemented through standardized procedures, a rotating cross-unit scheduling system, risk-based differentiation of examination packages, and an aggregate reporting mechanism integrated into the hospital’s occupational health and safety database (K3RS). The aggregated findings indicate a predominance of metabolic disorders and cardiovascular risk factors, notably dyslipidemia, hyperuricemia, elevated fasting glucose, and hypertension. The program demonstrates how internal health services can strengthen administrative coordination and support data-informed decision-making for preventive and promotive interventions, thereby sustaining workforce capacity that underpins external public service delivery. This study contributes by explicitly mapping documentary evidence of MCU implementation to Edwards’ dimensions while linking risk-based screening to organizational health data governance, an analytical combination that remains limited in empirical studies of MCU implementation in Indonesian government hospitals.