Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kualitas Pelayanan Dinas Pemadam Kebakaran Kepada Masyarakat Wilayah Ciawi Anggraeni, Mega Rizky; M. Renaldi; Setiyani, Melia Dewi Nur; Salbiah, Euis; Wahyudin, Cecep
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 4 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i4.12979

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kualitas pelayanan dinas Pemadam Kebakaran Sektor Ciawi, menggambarkan implementasi layanan di sektor tersebut, dan memanfaatkan metode kualitatif dengan melakukan wawancara sekitar 20 responden kemudian dilanjutkan dengan analisa data dengan pendekatan deskriptif. Adapun hasil penelitian dapat ditemukan bahwa Kualitas Pelayanan Pemadam kebakaran Sektor Ciawi sangat baik, hal itu ditunjukan dari respon masyarakat yang telah merasakan pelayanannya. Namun terdapat kendala dari masyarakatnya sendiri tentangĀ  kurangnya kesadaran peraturan lalu lintas, hal itu juga menjadi tugas tambahan Pemadam Kebakaran untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih mentaati peraturan dan keselamatan. Adapun dampak dari kualitas pelayanan pemadam kebakaran sektor ciawi kepada masyarakat ciawi sangat bermanfaat karena telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakatnya.
Efektivitas Kebijakan One Way dalam Mengatasi Kemacetan Puncak Kabupaten Bogor M. Renaldi; Alfrianni, Venni; Setiyani, Melia Dewi Nur; Ramdani, Faisal Tri; Hermawan, Denny
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 7 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i7.14309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan One Way yang diterapkan di jalur Puncak Bogor sebagai upaya mengatasi kemacetan yang sering terjadi, terutama pada hari libur nasional dan akhir pekan. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan One Way telah berjalan efektif dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, terbukti dari respon positif masyarakat yang mampu menerima dan menyesuaikan diri dengan kebijakan ini. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala seperti kurangnya sosialisasi yang memadai dan ketidakjelasan regulasi yang masih perlu diperbaiki. Masyarakat juga menyarankan agar ada undang-undang yang lebih kuat untuk mendukung kebijakan ini, serta pelebaran ruas jalan di daerah Puncak sebagai alternatif jika kebijakan One Way tidak selalu efektif. Selain itu, diperlukan fasilitas pendukung seperti billboard untuk memudahkan pengguna jalan mengetahui jadwal pemberlakuan kebijakan. Pihak kepolisian lalu lintas juga diharapkan melakukan evaluasi berkala untuk memperbaiki pelaksanaan kebijakan ini. Secara keseluruhan, kebijakan One Way di jalur Puncak telah memberikan dampak positif, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan dalam implementasinya.
KETERBATASAN TERITORIAL PERLINDUNGAN HAK CIPTA DAN TANTANGAN PLATFORM STREAMING GLOBAL: RE-EVALUASI SISTEM ROYALTI INDONESIA Sahrul Ramadhan, Arbilriansyah; M. Renaldi; Saputra, Bagas; Claudilla Putri, Rizha
Jurnal Hukum Cassowary Vol 2 No 2 (2025): JURNAL HUKUM CASSOWARY
Publisher : Astha Grafika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65675/jhc.v2i2.185

Abstract

Perlindungan royalti musik di Indonesia menghadapi tantangan serius akibat dominasi paradigma teritorial di tengah realitas distribusi musik yang lintas negara melalui platform streaming global. Kondisi ini memunculkan kesenjangan antara norma dan praktik yang berdampak pada kebocoran royalti, ketidakpastian yurisdiksi, serta melemahnya efektivitas perlindungan hak ekonomi pencipta. Kajian ini menelaah persoalan tersebut melalui penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan untuk mengurai dinamika regulasi nasional dan praktik di yurisdiksi lain yang lebih adaptif. Temuan menunjukkan bahwa prinsip lex loci protectionis yang masih dominan tidak selaras dengan karakter ekonomi digital yang tanpa batas. Diperlukan pergeseran menuju kerangka perizinan berorientasi transnasional melalui Transnational Hybrid Licensing Framework, dengan penataan ulang peran LMKN, penguatan kerja sama internasional, interoperabilitas data, serta pengakuan lisensi lintas yurisdiksi. Transformasi ini krusial untuk meningkatkan kepastian hukum, efektivitas struktural, dan keadilan substantif di era streaming global.