Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

HUBUNGAN RESPON TIME BEL PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP DAMAR RUMAH SAKIT MULYA TANGERANG Tesalonika; suheti
Jurnal Kesehatan STIKes IMC Bintaro Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : STIKes IMC Bintaro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Respon time adalah kecepatan dalam menangani klien (Akrian N Tumbuan dkk, 2015:36). Respon time merupakan salah satu indikator dari mutu pelayanan yang ada di suatu rumah sakit. Respon time juga dikategorikan dengan prioritas P1 dengan penanganan 0 menit, P2 dengan penanganan <60 menit. Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan sarana, prasarana, sumber daya manusia dan manajemen rumah sakit sesuai standard. Tujuan Penelitian : Diketahuinya Hubungan Respon Time Bel Pemanggil Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di Ruang Damar Rumah Sakit Mulya Tangerang. Metode Penelitian menguankan cara atau teknik Accidental Sampling. Teknik analisa menggunakan uji Chi- square yaitu uji statistik yang di gunakan untuk menguji signifikasi dua variabel. Hasil Penelitian menunjukan ada hubungan respon time dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap Ruang Damar RS Mulya Tangerang dengan hasil yang signifikan dengan nilai p-valeu yaitu (P=0,000<0,05 dengan nilai OR (95%CI) (7,343-38,986). Saran : Hasil penelitian ini diharapkan para perawat untuk melakukan asuhan keperawatan yang berfokus meningkatkan respon time terhadap pelayanan dan tingkat kepuasan pasien dalam memberikan asuhan keperawatan serta dapat menambah pengalaman untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, serta dapat menjadi informasi atau referensi untuk peneliti selanjutnya.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Remaja Terhadap LGBT Di SMAN 6 Kota Tangerang Selatan Pasaribu, Sondang Deri Maulina; Suheti; Royani; Puspitaloka, Rhelisa
Jurnal Kesehatan STIKes IMC Bintaro Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Stikes IMC Bintaro
Publisher : STIKes IMC Bintaro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63448/g879ev67

Abstract

Introduction : LGBT is a sexual deviance which means that lesbian means women like women, gay means men like men, bisexual means someone who likes both genders simultaneously, and transgender means someone who changes his appearance to be inconsistent with his original identity. According to the United Nations, there are already more than 3 million LGBT people in Indonesia. Factors that can influence a person's deviant behavior are knowledge, attitude, motivation, religious observance, and perceptions of LGBT. Attitude is a form of evaluation or reaction to one's feelings towards LGBT. The purpose of research : To determine the relationship between the level of knowledge of adolescents and LGBT prevention behavior in SMA Negeri 6 Kota Tangerang Selatan. Research methods : This type of research is a quantitative approachcoss sectional. Sampling technique using simple random sampling by voting through the applicationrandom generator. The number of samples is 86 people. Results of research : Based on the results of the study, it was found that most of the youth had a less knowledge level of 44 respondents (51.2%). And experiencing attitudes towards LGBT is less as much as 46 respondents (53.5%). Results of bivariate analysis with testwho squaresshow valuep value 0.001 (p<0.005) OR equal to26,917 (8,479-85,452). Conclusion : There is a significant relationship between the level of knowledge and attitudes of youth towards LGBT at SMAN 6 Kota Tangerang Selatan in 2022. Suggestion : It is hoped that the school can provide further information through counseling about problems in sexual deviation..
HUBUNGAN RESPON TIME BEL PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP DAMAR RUMAH SAKIT MULYA TANGERANG Tesalonika; suheti
Jurnal Kesehatan STIKes IMC Bintaro Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Stikes IMC Bintaro
Publisher : STIKes IMC Bintaro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63448/phy5y958

Abstract

Respon time adalah kecepatan dalam menangani klien (Akrian N Tumbuan dkk, 2015:36). Respon time merupakan salah satu indikator dari mutu pelayanan yang ada di suatu rumah sakit. Respon time juga dikategorikan dengan prioritas P1 dengan penanganan 0 menit, P2 dengan penanganan <60 menit. Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan sarana, prasarana, sumber daya manusia dan manajemen rumah sakit sesuai standard. Tujuan Penelitian : Diketahuinya Hubungan Respon Time Bel Pemanggil Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di Ruang Damar Rumah Sakit Mulya Tangerang. Metode Penelitian menguankan cara atau teknik Accidental Sampling. Teknik analisa menggunakan uji Chi- square yaitu uji statistik yang di gunakan untuk menguji signifikasi dua variabel. Hasil Penelitian menunjukan ada hubungan respon time dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap Ruang Damar RS Mulya Tangerang dengan hasil yang signifikan dengan nilai p-valeu yaitu (P=0,000<0,05 dengan nilai OR (95%CI) (7,343-38,986). Saran : Hasil penelitian ini diharapkan para perawat untuk melakukan asuhan keperawatan yang berfokus meningkatkan respon time terhadap pelayanan dan tingkat kepuasan pasien dalam memberikan asuhan keperawatan serta dapat menambah pengalaman untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, serta dapat menjadi informasi atau referensi untuk peneliti selanjutnya.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH PONDOK PUCUNG RT 005/001 TANGERANG SELATAN TAHUN 2023 Nuraini Sukmawati; Suheti; Purwanti, Heni
Jurnal Kesehatan STIKes IMC Bintaro Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Stikes IMC Bintaro
Publisher : STIKes IMC Bintaro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63448/5fsr9d06

Abstract

Introduction : Hypertension is one of the diseases with the highest prevalence inthe world, one in four people in the world has high blood pressure, with a total ofmore than 1 billion people affected. As we age, the incidence of high bloodpressure also increases, one-third of patients live in developed countries and twothirds in developing countries, high blood pressure is estimated to cause 7.1million deaths, accounting for about 1.3% of all deaths worldwide. ResearchMethod The type of research used is quantitative, this research method isanalytical using a cross sectional approach. Descriptive Design Research wherethis researcher in collecting data is carried out at one point in time or at one pointin time and each object is only observed once. (Swarjana, 2015): Results of thestudy: age of 40 elderly Most of them were aged 60-69 years, namely as many as28 respondents (70%). With Elderly Knowledge about Hypertension Of 40Elderly Respondents, most of them were Less than 21 respondents (52.5%),Conclusion: Based on the category The level of knowledge with elderlyhypertension obtained less than 21 respondents (52.5%). As well as familysupport with elderly hypertension, good results were obtained with 27 respondents(67.5%).
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG STATUS GIZI SEIMBANG DENGAN PERTUMBUHAN ANAK USIA 1-3 TAHUN DI POSYANDU KAMPUNG CILALUNG KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 2024 Adelia Yasinta, Alvira; Oom Komalasari; Suheti; komalasari, oom
Jurnal Kesehatan STIKes IMC Bintaro Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Stikes IMC Bintaro
Publisher : STIKes IMC Bintaro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63448/tr4vtc19

Abstract

Pendahuluan: Masalah gizi terjadi pada setiap siklus kehidupan, mulai sejak dalam kandungan (janin), bayi, anak-anak, dewasa dan usia lanjut. Tiga tahun pertama dalam kehidupan merupakan masa kritis, karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Gangguan gizi yang terjadi pada periode ini bersifat permanen, tidak dapat dipulihkan meskipun kebutuhan gizi pada periode berikutnya terpenuhi. Tujuan Penelitian: Untuk memberikan informasi kepada seluruh orang tua dan masyarakat umum tentang pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi pada anak usia 1-3 tahun di posyandu kampung cilalung. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, desain yang digunakan yaitu jenis analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan yaitu orang tua dengan anak usia 1-3 tahun di posyandu kampung cilalung. Instrument yang digunakan yaitu lembar kuesioner dan lembar inform consend yang diberikan kepada orang tua. Analisis dengan Chi-Square Test (fisher exact test). Hasil Penelitian: Hasil Analisa bivariat pada Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Terhadap Pertumbuhan Anak dengan menggunakan chi-square menunjukan nilai P Value = 0.002 atau ( P < 0,05) hal ini menunjukan artinya terdapat pengaruh yang signifikan dan diperoleh nilai P Value sebesar 6.268 dan nilai OR sebesar 0.458 dengan nilai kemaknaan (CI:95%) (0.337 – 0.623) yang diartikan nilai P value (> 0,05) dan hipotesis Ho diterima Kesimpulan: ada hubungan dan tidak ada hubungan pada penelitian ini dapat dilihat dari hasil bivariat. Saran: agar penelitian ini dapat menjadi bahan pembelajaran untuk seluruh pembaca khususnya bagi orang tua dan tenaga Kesehatan, supaya dapat memberikan asupan gizi seimbang pada anak balita supaya pertumbuhan tidak terganggu.  
9 YEAR BASIC EDUCATION POLICY Jaja Abdul Jabar; Suheti; Supardi; Anis Fauzi
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 2 (2025): Vol. 2 No. 2 Edisi April 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i2.771

Abstract

This article examines the 9-year basic education policy in Indonesia, which is an implementation of the 1945 Constitution to guarantee the right to education for all citizens. This policy aims to improve access and quality of education, improve the life of the nation, and create quality human resources. The review includes the history of the policy, starting from Law No. 4 of 1950 to the launch of the program by President Soeharto in 1984, as well as the influence of political interests and the modernization of Islamic education in the National Education System Law. The implementation of the policy involves a shared responsibility between the government, parents, and the community. Although it has been running, challenges such as low awareness of education and family economic conditions are still obstacles. Therefore, collaborative efforts and adequate funding are needed to ensure the provision of quality basic education, as well as open alternative education pathways. Sustainable policies such as the 12-year compulsory education program are expected to strengthen the foundation of education and increase access for future generations
"Manajemen Pendidikan sebagai Sarana Pemberdayaan Masyarakat: Kolaborasi dalam Penguatan Kepemimpinan dan Pengelolaan SDM" Anis Zohriah; Siti Patimah; Siti Muamala; Suheti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15 No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v15i1.3701

Abstract

Penguatan manajemen pendidikan di lingkungan madrasah menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di MIN 1 Jakarta Barat dengan fokus pada penguatan kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) sebagai upaya strategis dalam pengembangan lembaga dan komunitas sekitar. Sasaran kegiatan ini adalah 35 orang guru dan tenaga kependidikan. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan, pendampingan, serta diskusi terfokus yang melibatkan kepala madrasah, guru, dan staf. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam manajemen kepemimpinan serta pengelolaan SDM, yang berdampak pada meningkatnya motivasi kerja, efektivitas pengajaran, dan keterlibatan aktif warga madrasah. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat peran madrasah sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat melalui praktik manajerial yang kolaboratif dan profesional.
Pengaruh Stimulasi Mewarnai Gambar Terhadap Perkembangan Motorik Halus Pada Anak Pra Sekolah Di TPQ Nurul Qolbi Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2024 Suheti; Sitanggang, Tantri Wenny; Satira Rahma Dewi
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v14i1.637

Abstract

Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting pada usia dini anak karena berperan dalam kemandirian dan kesiapan belajar. Salah satu stimulasi yang dapat digunakan adalah kegiatan mewarnai gambar, yang mampu melatih koordinasi mata dan tangan serta keterampilan otot kecil anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh stimulasi mewarnai gambar terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4–5 tahun di TPQ Nurul Qolbi Ciputat, Tangerang Selatan. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Sampel sebanyak 20 anak dipilih dengan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Denver Developmental Screening Test (DDST) II yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi berupa empat sesi kegiatan mewarnai dalam dua minggu. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan stimulasi mewarnai gambar terhadap perkembangan motorik halus anak prasekolah (p=0,002). Kesimpulan penelitian ini adalah kegiatan mewarnai gambar berpengaruh positif terhadap perkembangan motorik halus dan dapat direkomendasikan sebagai salah satu metode stimulasi yang sederhana, menyenangkan, serta mudah diterapkan dalam pendidikan anak usia dini
SUPERVISI ADMINISTRASI PENDIDIKAN Suheti; Eko Wahyu; Supardi; Agus Gunawan
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.1857

Abstract

Supervisi administrasi pendidikan merupakan fungsi manajemen yang esensial dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di lembaga pendidikan. Artikel ini membahas secara komprehensif tentang konsep, prinsip, ruang lingkup, dan implementasi supervisi administrasi pendidikan. Supervisi administrasi tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengawasan, tetapi lebih sebagai upaya kolaboratif untuk pembinaan dan pengembangan kapasitas organisasi pendidikan. Ruang lingkup supervisi mencakup administrasi kurikulum, kesiswaan, kepegawaian, keuangan, sarana prasarana, hubungan masyarakat, dan layanan khusus. Artikel ini menguraikan berbagai pendekatan supervisi (direktif, non-direktif, dan kolaboratif) serta teknik-teknik supervisi yang dapat diterapkan seperti observasi, wawancara, pemeriksaan dokumen, dan workshop. Proses supervisi meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut yang harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Supervisor dituntut memiliki kompetensi kepribadian, manajerial, supervisi, akademik, sosial, dan digital untuk menjalankan perannya secara efektif. Di era digital, supervisi administrasi mengalami transformasi dengan pemanfaatan e-supervision, big data, dan sistem manajemen sekolah digital. Tantangan yang dihadapi meliputi resistensi terhadap perubahan, keterbatasan sumber daya, kompetensi supervisor yang bervariasi, kompleksitas regulasi, dan budaya organisasi. Supervisi administrasi yang efektif memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi organisasi, akuntabilitas publik, penciptaan lingkungan pembelajaran yang kondusif, pengembangan profesional, dan pencapaian standar nasional pendidikan. Keberhasilan supervisi sangat bergantung pada komitmen semua pihak, dukungan kepemimpinan, dan budaya organisasi yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.