Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KOMUNIKASI PENDAMPING PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KABUPATEN JENEPONTO Ibrahim, Rayes; Farid, Muhammad; Arianto; Alimuddin Unde, Andi
MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2024): Medialog: Jurnal Ilmu Komunikasi (in Progres)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UM Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/medialog.v7i2.5943

Abstract

This research aims to find out the appropriate communication strategies that PKH Facilitators can use to prevent stunting in Jeneponto Regency. using qualitative research methods, namely conducting interviews with PKH Facilitators, Beneficiary Families (KPM), Observers and the relevant Government. The results of the research reveal the strategies of social assistants in preventing stunting in Jeneponto Regency Keywords: Communication, Strategy Communication, Stunting Prevention, PKH Social Assistance
CONFIDENTIAL INTERACTION BETWEEN PASSENGERS AND CUSTOMS OFFICERS AT MAKASSAR SULTAN HASANUDDIN INTERNATIONAL AIRPORT Irwansyah Djaya, Dennis; Alimuddin Unde, Andi; Maria Fatimah, Jeanny
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v4i2.6

Abstract

In addition to their other duties as civil servants of the state, customs officers at Sultan Hasanuddin Makassar International Airport are tasked with safeguarding the local populace from the introduction of harmful foreign substances like drugs. According to the latest data from the National Narcotics Agency Survey, one in every 55 Indonesians (between the ages of 15 and 64) has a problem with substance use. One of the customs officers has made stopping the entry of illegal drugs into Indonesia his top priority after learning the truth about these substances. Passenger conduct can be detected through conversation with other passengers. The customs officer must learn about the passenger's background during the conversation to check for illegal items being smuggled. Uncertainty in interpersonal communication arises for customs personnel when they meet people entering Indonesia. The study's goal is to examine the methods used by customs agents to make passenger interactions more certain by reducing ambiguity. Descriptive qualitative research using the interactive model of Miles and Huberman was employed for this study's data collection and analysis. The research concluded that customs officers can lessen communication risks by gathering information about passengers through direct interpersonal communication with passengers and by asking a variety of questions that can describe the passenger profile, as well as through observation of passengers' verbal and nonverbal behavior.
ANALISIS KESIAPAN SUMBER DAYA PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN DALAM MENGHADAPI TRANSFORMASI DIGITAL MELALUI PENERAPAN E-GOVERNMENT Sennahati; Farid, Muhammad; Karnay, Sudirman; Alimuddin Unde, Andi
MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2024): Medialog: Jurnal Ilmu Komunikasi (in Progres)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UM Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/medialog.v7i2.6136

Abstract

Indonesia telah mengadopsi konsep good governance dalam pengelolaan layanan publik. Seiring dengan perkembangan teknologi, transformasi digital kemudian menjadi suatu keharusan bagi berbagai sektor, termasuk pemerintahan. Sebagai salah satu provinsi di Indonesia, pemerintahan provinsi Sulawesi Selatan telah mengadopsi berbagai inisiatif E-Government untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan efektivitas pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan sumber daya pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dalam menghadapi transformasi digital melalui penerapan e-government. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah provinsi Sulawesi Selatan telah memiliki kesiapan sumber daya dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang ditandai dengan indeks SPBE yang mengalami peningkatan cukup signifikan pada tahun 2023 yaitu 3.09 yang secara kategorik masuk dalam kategori baik.
Analisis Tren Penggunaan Media Komunikasi Digital pada Kader yang Tergabung dalam Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku crysantini paays, Vitalona; Alimuddin Unde, Andi; Arianto, Arianto
Action Research Literate Vol. 8 No. 6 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i6.399

Abstract

Perkembangan teknologi telah mengubah cara berkomunikasi, dan dalam konteks ini, media komunikasi digital juga memainkan peran dalam sebuah komunikasi. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan Tingkat penggunaan media komunikasi digital kader Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa tingkat penggunaan media komunikasi digital bervariasi, dengan sebagian besar menunjukkan frekuensi penggunaan tinggi (lebih dari delapan kali sehari) dan durasi akses yang lama (lebih dari 180 menit sehari), meskipun konsistensi penggunaan berada pada tingkat netral. Kesimpulan penelitian ini adalah Sebagian besar responden memiliki pola penggunaan yang memungkinkan penggunaan secara teratur dan intensif dalam sehari.
Constructing Personal Branding as Self-Representation: A Systematic Literature Review Faisal, Muhammad; Alimuddin Unde, Andi; Farid, Muhammad
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v15i2.26020

Abstract

The rapid development of digital communication technologies has fundamentally transformed how individuals construct, present, and manage their identities in contemporary society. However, most previous studies have emphasized personal branding primarily as a marketing strategy rather than as a process of identity construction and self-representation, resulting in a conceptual gap in understanding the psychological, social, and symbolic dimensions of personal branding. This study aims to analyze personal branding as a process of identity construction and self-representation in the digital context, as well as to identify conceptual patterns, thematic developments, and its professional implications. The research method employs a systematic literature review using the PRISMA approach on Scopus-indexed journal articles published between 2010 and 2026. A total of 738 articles were identified in the initial stage, and after the selection process based on inclusion and exclusion criteria, 47 articles were obtained and analyzed bibliometrically and thematically using co-occurrence analysis, publication trends, and citation impact. The findings indicate that personal branding is a multidimensional process that integrates psychological identity construction, symbolic communication, and social interaction within digital environments. Authenticity, digital visibility, and social interaction emerge as key elements in shaping credibility, professional recognition, and career opportunities. Furthermore, digital platforms function as primary spaces for identity construction, enabling individuals to actively manage their self-representation and build professional legitimacy. The implications of this study affirm that personal branding is not merely a communication strategy, but a psychological and social process that plays a crucial role in professional identity development, employability enhancement, and career mobility in the digital era, while also contributing theoretically to the integration of identity psychology, communication, and branding perspectives in understanding contemporary self-representation.Perkembangan pesat teknologi komunikasi digital telah mengubah secara fundamental cara individu membangun, menampilkan, dan mengelola identitasnya dalam masyarakat kontemporer. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya lebih menekankan personal branding sebagai strategi pemasaran daripada sebagai proses konstruksi identitas dan representasi diri, sehingga masih terdapat kesenjangan konseptual dalam memahami dimensi psikologis, sosial, dan simbolik dari personal branding. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis personal branding sebagai proses konstruksi identitas dan self-representation dalam konteks digital, serta mengidentifikasi pola konseptual, perkembangan tematik, dan implikasi profesionalnya. Metode penelitian menggunakan systematic literature review dengan pendekatan PRISMA terhadap artikel jurnal terindeks Scopus yang diterbitkan antara tahun 2010–2026. Sebanyak 738 artikel diidentifikasi pada tahap awal, dan setelah proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 47 artikel yang dianalisis secara bibliometrik dan tematik menggunakan analisis co-occurrence, tren publikasi, dan dampak sitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding merupakan proses multidimensional yang mengintegrasikan konstruksi identitas psikologis, komunikasi simbolik, dan interaksi sosial dalam lingkungan digital. Autentisitas, visibilitas digital, dan interaksi sosial muncul sebagai elemen kunci dalam membentuk kredibilitas, pengakuan profesional, dan peluang karier. Selain itu, platform digital berperan sebagai ruang utama konstruksi identitas yang memungkinkan individu secara aktif mengelola representasi diri dan membangun legitimasi profesional. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa personal branding bukan sekadar strategi komunikasi, tetapi merupakan proses psikologis dan sosial yang berperan penting dalam pengembangan identitas profesional, peningkatan employability, dan mobilitas karier di era digital, serta memberikan kontribusi teoritis bagi integrasi perspektif psikologi identitas, komunikasi, dan branding dalam memahami representasi diri kontemporer.