Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Laporan Kasus Serial : Penderita Appendisitis Pada Anak Dengan Gejala Menyerupai Gastroenteritis Akut Di RS Swasta Tipe C, Kota Tangerang 2018-2020 Hasan, Fahad
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Appendicitis is one of the acute abdominal emergency cases in children requiring surgery. The age group is most often found in pre-school age or above. In general, appendicitis is not associated with gastroenteritis, but we found some cases of atypical appendicitis with predominant symptoms of diarrhea, nausea and vomiting. In contrast to adults, the pathogenesis of appendicitis in children is known to be associated with terminal ileal lymphoid hyperplasia, so it is theoretically possible that appendicitis can occur as a sequela after gastroenteritis. The younger the child, the more difficult it is to take a history and evaluate the results of a physical examination. In some cases, the dominant symptom may be diarrhea, severe nausea and vomiting so that the patient is delayed in getting proper treatment because it is considered as gastroenteritis. Delay in diagnosing appendicitis will cause complications such as peri-appendicular abscess, peritonitis and sepsis. The misdiagnosis rate in children aged 2-12 years is about 28-57% and is almost 100% in children younger than 2 years. The purpose of this study was to obtain data on the characteristics of patients with appendicitis accompanied by symptoms of gastroenteritis such as nausea, vomiting and diarrhea in children aged 0-14 years. This study is a review of case series reports using patient medical record data at a type C private hospital in Tangerang City in the 2018-2020 period. Found 4 cases of appendicitis with atypical symptoms resembling gastroenteritis in the form of vomiting and diarrhea > 10 times per day. The four patients came to the ER with two of them being treated by pediatricians first. These two patients received surgical intervention > 24 hours after being admitted with surgical findings of perforated appendicitis accompanied by intra-abdominal pus contamination. The length of stay of the four patients > 3 days. Atypical symptoms of appendicitis that resemble gastroenteritis in children can cause delays in making a diagnosis so that there is a risk of complications of appendicitis. Every clinician should suspect the possibility of appendicitis when he sees a pediatric patient with symptoms of gastroenteritis accompanied by accompanying findings including abdominal pain that gets worse or worsens after 24 hours despite medical therapy.
Korelasi Lama Menjalani Hemodialisis Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Nefropati Diabetik Di RS Dinda Tangerang Dalam Periode 3 Tahun Nugraha, Dhiki; Hasan, Fahad; Gunawandjati, Dedy; Purwowiyoto, Sidhi Laksono; Stujana, Endin Nokik; Hidayat, Ahmad
Sanus Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/sanus.v5i1.9601

Abstract

Pendahuluan: Salah satu komplikasi mikrovaskular dari diabetes yaitu nefropati diabetik. Penderita nefropati diabetik yang menjalani hemodialisis membutuhkan waktu yang lama dan membutuhkan kepatuhan dalam mengobati komorbid yang mendasarinya. Hal ini akan memberikan stresor baik fisiologis maupun psikologis penderita yang akan mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan penelitian ini menentukan korelasi antara lamanya menjalani terapi hemodialisis pada penderita nefropatik diabetik dengan kualitas hidup di RS Dinda Tangerang. Metode: metode penelitian menggunakan analisis parametrik dengan metode pendekatan non parametrik. sampel penelitian ini menggunakan consecutive sampling yang melibatkan 40 penderita nefropati diabetik. data di analisis menggunakan korelasi spearman. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner KDQOL SF 1.3. Hasil: berdasarkan hasil penelitian didapatkan 23 penderita 57.5% yang menjalani hemodialisis 1- 3 tahun  dan 6 di antara nya penderita yang memiliki kualitas hidup kurang sebanyak 2 orang, dan yang memiliki kualitas hidup cukup  sebanyak 2 orang serta sebanyak  15 orang lainya memiliki kualitas hidup baik. Simpulan: kesimpulan penelitian ini terdapat korelasi yang bermakna p=0,043 antara lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup dengan nilai (r): 0.309 yang mana mengarah ke arah positif sehingga ketika penderita telah lama melakukan terapi hemodialisis maka semakin baik kualitas hidup dari penderita.
Hubungan Tingginya Nilai ANC (Absolute Neutrophil Count) dengan Kejadian Apendisitis Akut dan Perforasi di RS Islam Jakarta Pondok Kopi Pada Tahun 2018-2020 Amalia, Amirah; Hasan, Fahad; Wahyuni, Ira; El Anshori, Mohamad Riza; Nurusshofa, Zahra
Sanus Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/sanus.v5i1.10715

Abstract

Apendisitis adalah kejadian peradangan pada apendiks vermiformis. Penelitian ini melihat hubungan antara tingginya nilai Absolute Neutrophil Count (ANC) dengan kejadian apendisitis akut dan perforasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingginya nilai ANC dengan kejadian apendisitis akut dan perforasi dengan nilai p value sebesar 0.000. Juga ditemukan cut off nilai ANC antara apendisitis akut dan perforasi sebesar 9053 sel/µL dengan sensitivitas sebesar 100% dan spesifisitas sebesar 72,6%. Hasil penelitian menyarankan bahwa penghitungan nilai ANC dapat digunakan sebagai pemeriksaan alternatif untuk penegakan diagnosis apendisitis, namun tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya tolak ukur untuk membedakan antara diagnosis apendisitis akut dan perforasi.